
Dia hadir lagi malam ini, di bayang bayang mataku kenangan itu hadir menyusupkan rasa pedih yang perlahan membelai hatiku, telah beribu kali aku mncoba menepisnya, namun kenangan itu seolah memaksa dengan mendobrak pintu hatiku, hingga berujung dengan rasa perih yang menyiksaku. aku sebenarnya sadar tak perlu mnyiksa batinku dengan nostalgia sepi kala senja mulai melambai malam, namun adakalanya aku tiba-tiba telah hanyut di buai kenangan lalu…
Malam sepi ini aku sedang mendengarkan lagu lagu malaysia kesukaanku (yang entah kenapa karena aliran musikku itu aku sering di cemooh oleh teman temanku.. norak n jadul katanya…). perlahan lagu rhiena yang berjudul toreh sembilu itu mengalun lembut ditelingaku melalui earphone.. “kini kau datang kembali lagi, mengharap kemaafan dariku…” tiba tiba vibra handphoneku bergetar tanda sebuah pesan masuk mengusik ketenanganku. aku merasa terganggu dengan itu hingga tak kuhiraukan pesan itu, kulanjutkan menikmati alunan suara rhiena yang syahdu, namun belum berakhir lagu itu sebuah pesan menggetarkan hp ku lagi. dengan terpaksa aku membacanya…
from:081******789
hai ezad, gimana kabarnya?
aku ingin ketemu kamu, temui aku di tempat biasa dulu…
by syura.
kenapa? kenapa tak ada angin tak ada hujan dia ingin bertemu denganku? apakah dia sengaja ingin menguak kenangan silam, kenangan yang dengan mati-matian ingin kucoret dari memori ingatanku.. hatiku merasa terusik dengan pesan itu, sudah beberapa bulan aku tak ada kontak dengannya, bahkan sms nya tak pernah kubalas, panggilannyapun selalu ku reject, mengapa tiba tiba dia ingin bertemu denganku?. pesan ini secara tak langsung membuatku mengenang kembali sejarah lalu, saat dia berjanji akulah kekasih satu-satunya yg dia miliki, saat-saat indah yang kurenda bersama dengannya, hingga saat badai menerpa hubunganku dengannya yang murni kesalahannya… dia telah menduakanku.
Sebuah pesan masuk lagi…
please…
Aku harus mengambil satu langkah di antara dua jalan, antara menemuinya/tidak. namun hatiku yang selalu tidak tegaan memaksaku mengambil keputusan untuk menemuinya… kasihan syura jika dia harus menunggu lama, begitulah suara batinku.
“syura…” panggilku lirih.
kulihat gadis bergaun biru itu mengangkat wajahnya dan berdiri menyambutku, rambut hitamnya yang panjang tergerai dimainkan sapuan angin sepoi yang terasa sejuk menerpa, namun tetap saja mendinginkan hatiku, aku gelisah. ku lihat dia tersenyum, masih seperti dulu, lembut dan menenangkan jiwa. aku segera duduk di kursi seberang meja setelah dia mempersilahkanku. sesaat suasana hening menyelimuti tempat kami. ku aduk-aduk cokelat panas yang barusan kupesan.
“ezad…”
“ya…”
__ADS_1
“maafkan aku telah memaksamu untuk menemuiku” kata syura dengan wajah sendu.
“tak ada yang perlu di maafkan, aku datang kemari atas nama nuraniku” jawabku diplomatis.
“maafkan juga aku telah menyakitimu dulu”
“jika kau ingin mengungkit masa lalu yang menyakitkan itu aku akan pergi, karena aku datang bukan untuk itu” jawabku tegas.
“sebenarnya aku sangat menyesal setelah menduakanmu, sungguh aku merasa hilaf, aku ingin kau memaafkanku, aku menyesal ezad, aku dulu telah menyiakan kasih sayangmu yang tulus…” katanya dengan sayu, kulihat butiran bebing membasahi pipinya.
“aku ingin kembali padamu ezad, aku ingin menebus kesalahanku, beri aku satu kesempatan lagi, kumohon…”
Aku terjebak dalam dilema yang sungguh tak kuinginkan, aku tak menyangka syura masih mencintaiku, dan sejujurnya benih cintaku padanya masih tumbuh di hatiku, namun rasa sakit itu juga tak semudah menghapus debu. kembali aku tiba di sebuah persimpangan dan harus segera menentukan pilihan. Kulihat air matanya kian deras membasahi pipinya. rasa mudah kasihanku meluluhkan hatiku. Sungguh aku tak tega melihatnya menangis.
“ezad, izinkan aku kembali padamu, aku masih mencintaimu ezad…” kembali tetesan bening mengaliri pipinya. aku terombang ambing dalam kebimbangan. aku harus secepatnya mengambil keputusan.
“kenapa? kenapa ezad? apakah kau masih membenciku?”
“tidak syura, sungguh aku juga masih mencintaimu, namun sungguh aku tak bisa menerimamu kembali”
“lalu.. lalu… kenapa?”
“karena… aku akan segera menikah syura. aku telah dijodohkan oleh orangtuaku. dan sebagai baktiku pada orangtuaku aki menerimanya dengan ikhlas.. maafkan aku syura…” jawabku seraya memohon pengertiannya. ku lihat airmatanya kian membanjiri pipinya.
“kalau boleh tau… siapa… siapa… gadis beruntung itu?”
“namanya adalah iqlima” kulihat expresinya yang begitu kaget, bibirnya bergerak gerak, tapi tak ada suara.
__ADS_1
“kenapa syura?”
“dia… dia… adalah sepupuku…”
Kini giliranku yang dilanda kekagetan luar biasa. sungguh aku tak menyangka aku dijodohkan dengan sepupunya.
“maafkan aku syura, sungguh aku tak menyangka iqlima adalah sepupumu, maafkan aku… izinkanlah aku bahagia dengannya.” jawabku dengan memohon.
“ternyata tuhan tak mengizinkan kita untuk bersama, ku doakan semoga kau bahagia dengan iqlima, jagalah dia…”. airmatanya tak lagi menetes, namun masih kulihat raut kesedihannya yang dalam.
“sepertinya waktu kian beranjak larut malam syura… mari kita pulang, bolehkah ku antar kau pulang?”. tawarku menawarkan diri.
“terima kasih… aku bisa pulang sendiri” jawabnya sambil berdiri. kulihat dia memaksa dirinya untuk tersenyum.
“maafkan aku ezad, sekali lagi kudoakan semoga kau bahagia dengannya…”
“akulah yang harus minta maaf, izinkanlah aku bahagia dengannya”.
kulihat dia tersenyum, lalu beranjak meninggalkanku.
Sejak saat itu aku tak pernah melihatnya lagi, hanya sekali saat pesta pernikahanku dengan iqlima. dia datang bersama seorang pria yang ku duga adalah kekasih barunya. dan benar saja karena lalu dia memperkenalkan aku dengannya, mereka akan segera menikah juga. terbersit doaku untuknya.
“maafkan aku syura, semoga kau bahagia dengannya, cintai dia dengan sepenuhnya…”
Malam ini aku menutup jendela hatiku dari kenangan lalu, kulihat iqlima istriku tersenyum manis padaku…
IZINKAN KAMI BAHAGIA YA ALLOH…
__ADS_1