Cintai Aku Karena Allah

Cintai Aku Karena Allah
Terlalu Jauh


__ADS_3

Perkenalkan namaku aref, lebih lengkapnya aref innabilla, siswa kelas XI di SMA 13 yogyakarta. aku lahir di keluarga yang alhamdulillah berkecukupan, tau agama, dan tentram aman damai sejahtera (hehe). aku adalah anak terkhir dari 3 bersudara. kakak ku yang pertama bernama joni bekerja di badan pusat statistik di jakarta, sedangkan kakak ku yang ke-2 bernama heru masih kuliah di salah satu univesitas ternama di bandung. ya mungkin itulah yang menjadi alasan kenapa aku sangat di perhatikan oleh ayah dan ibuku.


Kehidupan ku di sekolah sebenarnya lancar-lancar aja. teman juga bertambah banyak seiring berjalannya waktu dan meningkatnya tingkatan kelas ku. semua aku anggap teman ga ada lawan itu semboyanku dalam bersosial, karena banyak teman, banyak rejeki juga (hehe). Aku juga adalah tipe orang yang tidak terlalu nggagas tentang cinta lawan jenis alias sama perempuan. apalagi ketika kelas X dulu, sama sekali ga terbesit dalam pikiran untuk mendekati cewek apalagi pacaran, ihh nggak banget kalee (hehe). walau begitu aku normal loh, jangan kira aku suka sama sesama jenis, dihh. aku menyukai seorang cewek yang dulu ketika SMP adalah adik kelas ku. akan tetapi malu untuk mengungkapkannya dan aku sendiri ga mau karena jika aku ungkapkan kepada orangnya langsung, mungkin kejadiannya kita akan pacaran, kalo pacaran kemungkinan besar itu bisa putus, kalo sudah putus bubar deh, ga mau nyambung pertemanan lagi mungkin bahkan bisa saling bermusuhan. hmm aku ga mau hubunganku sama dia berakhir tragis seperti itu. mending di pendam aja besok kalau sudah waktunya baru deh ditembak. cieee (ini apaan sih? hehe)


Aku dulu lebih tertarik untuk lebih memikirkan membuat sebuah usaha, lebih tepatnya di bidang pakaian, karena itu salah satu cita-cita ku sejak kelas 2 smp. dan cita-citaku yang ke-2 adalah menjadi pegawai negeri sipil alasnnya simpel, sebab gaji nya rutin datang. (hehe) dan sekarang aku sedang proses untuk meweujudkan impianku tersebut, walau sedikit aku yakin insyaAllah bisa menjadi bukit.



Akan tetapi semua itu berubah ketika aku mulai duduk di kelas 2, godaan semakin banyak, sedangkan iman kadang naik kadang turun. sebenarnya hati udah terpatri dengan kuat untuk berkata “SAY NO TO PACARAN”, tapi walau begitu setan begitu pintar membujuk untuk melakukan hal tersebut. salah satu faktor riil kenapa aku tergoda untuk pacaran, karena hampir 90% temenku udah punya pacar semua. (widihhh banyak banget) jadi begitu mudah nya setan membujuk ku untuk yaa berbuat pacaran.


Suatu hari, aku sedang berjalan ke kantin berjalan bersama teman-teman ku menuju ke kantin biasa untuk mengisi perut yang lapar, sehabis 6 jam pelajarn non stop, ketika di perjalan, temenku sebut aja namanya rinto dia tiba-tiba berkata “hey ref, itu ada cewek tu, cantik banget, dia jomblo loh. pacarin aja, lu juga ga punya pacar sendiri kan? hari gini ga punya pacar? hahaha” ejek si rinto kepada ku. aku hanya tertawa kecil, yah aku anggap aj Cuma guyonan biasa walapun sebenarnya dalam diriku ada rasa suka kepada cewek tersebut karena cantik, dan ingin lebih mengenalnya. dalam diri masih kuat untuk menahan rasa untuk tidak pacaran, tapi sudah mulai tumbuh benih-benih yang berniat untuk pacaran, sungguh sulit menampik memang, akan tetapi sesekali aku melawan dan bisa.


Godaan semakin datang menerpa bagaikan tsunami yang menerjang aceh (wihh lebay.. hehe) ketika wanita yang bernama lita, tepatnya yang bertemu di kantin bersama teman-teman ku dulu itu kata temannya menyukai aku. temennya bilang “eh ref, lita suka kamu loh, tembak aja tuh. kamu juga suka kan?” “ahh yang bener? apa? aku suka lita? sotoy kamu” jawabku sambil menyembunyikan perasaan dibalik perkataanku.


“duhh jangan boongin diri mu sendiri lah ref, ni aku kasih nomer handphone lita” kata temen lita sambil menyodorkan kertas yang berisi nomer lita.


“ahh buat apa sih?” jawabku, “udah terima aja, nanti kamu juga butuh kok” saut temen lita.


Tepaksa aku terima kertas yang berisi nomer lita tersebut. pertama yang terlintas di benak adalah langsung membuang kertas tersebut ke tong sampah agar diriku tidak terjerumus ke lubang yang melalaikan yaitu pacaran. akan tetapi, setan sangat pintar membujuk ku untuk tetap menyimpan kertas tersebut, dan woala akhirnya benar juga aku klepek-klepek sama rayuan setan tadi.


Setibanya di rumah, aku langsung mengambil hp, tidak menunggu waktu lama aku bergegas memasukan nomer lita ke hp, dan seketika aku juga sms dia. dan hal yang sudah di duga terjadi lah. si lita membalas smsku, dengan akrab, dan mesra layaknya teman dekat banget. aku dan dia saling perhatian, saling curhat, pokoknya deket banget dah, ya kayak orang ndeketin seseorang agar jadi pacarnya gitu.

__ADS_1


Setelah beberapa minggu aku dan lita smsan, setan semakin mudah menggoda ku untuk menembak lita, setan berkata “eh ref tuh, sasaran empuk. lita sepertinya suka kamu, tembak aja, lumayan loh, cantik, kaya, dll.” Tapi hatiku berkata “ahh, tidak, aku ga pengen model gituan”


Setan kembali berkata “loh coba aja? kamu belum pernah nyoba pacaran kan? belum pernah ngrasain kan? enak banget loh, nanti juga bisa menjadi semanagat belajar mu”


Dan di titik inilah, aku mulai tidak bisa berfikir jernih lagi, aku mulai membenarkan bisikan tersebut karena ya, lita semakin memberi radar bahwa dia menyukai ku, dan semakin mudah untuk mendekatinya, pikirku sangat singkat. aku terus saja mendekati lita, tanpa berfikir akan ada akibat dibalik sebab.


“ketika setan sudah berkuasa dalam hati kita”


Hingga pada suatu hari ketika aku berjalan pulang sekolah sendirian, teman-teman yang lain sedang ada acara sendiri-semdiri. kebetulan juga lita ada didepanku, sendirian. lalu setan berbisik kepada ku “hey ref cepetan tuh tembak si lita, pasti dia mau, buruan. waktu nya pas loh,” saat setan pertama kali berbisik kata tersebut, aku masih bisa menahan rasa itu. akan tetapi, beberapa saat kemudian, ketika lita berbalik arah dan berkata dengan lembut dan mempeseona “eh aref kok sendirian pada kemana?” sambil tersenyum manis memamandangku. otomatis langsung aku terjebak dalam manis nya senyuman lita, sambil gagap karena terpesona, aku menjawab “eee ee, me meereka pada punya acara lit, ga tau kemana.”


“emm, gitu ya. ya udah pulang jalan kaki bareng yuk? sama aku” kata lisa.


“eeeem oookee deh lit” sahut ku sambil senang sekali di hati.


“eeh lit aku mau bilang sesuatu. boleh kagak?” tanya ku sambil menahan grogi seribu bahasa? (maksudnya apa? hehe)


“boleh banget dong ref, silahkan bilang aja” jawab lita.


“lit, aku cinta sama kamu, mau nggak kamu jadi pacar ku?” sambil memegang tangan lita dengan penuh keromantisan (suit suit) hehehe


“aku salah denger nggak nih? iya ref, aku juga cinta kamu, dan aku mau juga jadi pacarmu” jawab lita sambil tersenyum malu.

__ADS_1


Seketika itu, hati ku meledak-ledak bagai bom atom hiroshima nagasaki. dan juga semenjak itu juga waktu lebih banyak habis bersama lita, dulu yang waktunya digunakan untuk belajar, sekarang malah lebih sering buat smsan, dulu saat belum punya pacar waktu ku dibuat untuk ikut kajian, tapi sekarang malah buat ketemuan. dan masih banyak lagi waktu yang terbuang sia-sia hanya untuk memuaskan hawa nafsu belaka. bahkan bisa dibilang, aku semakin menjauh sama Allah, sejauh-jauhnya, sering ngelanggar sholat hanya untuk menemani lita pergi kesana kemari. astaghfirullah


Walau keliahatannya kami berdua sudah lama pacaran, akan tetepi, aku sendiri belum mengenal lita lebih jauh, dan bagaiman hidupnya yang sebenarnya. kita udah pacaran sudah hampi 7 bulanan.


Sampai datang waktu ketika hari pengambilan raport semester satu, bertepatan juga aku mengajak ketemuan lita karena sudah hampir 1 minggu nggak rencana ketemuan, sebenarnya sih satu sekolahan tapi juga jarang ketemu, tidak sengaja ketika berjalan menuju gerbang depan sekolah aku melihat seseorang yang tidak asing di mata ku, aku kembali berfikir siapa dia karena jaraknya amat jauh, sambil aku berjalan pelan-pelan mendekati gerbang, dan kagetnya itu adalah lita pacarku! ya dia sedang kepergok berduaan bersama seorang lelaki, pegang-pegangan tangan. dan yang parahnya lagi tidak aku kenal, jelas mungkin bukan saudaranya, ketika lara hati menghampiri, aku menahannya sambil menunggu si lelaki itu pergi.


Setelah lelaki itu pergi, aku menuju tempat yang lita tempati tadi, langsung aku bertanya kepada lita siapakah itu tadi, karena kau adalah tipe orang yang kurang sabar ketika panik. “lit itu tadi siapa?” tanyaku.


“bukan siapa-siapa kok, ayo kita jalan, kangen nih sama kamu” jawab lita sambil memegang tangan aref.


“jawab dulu pertanyaanku!” gertak ku,


Dengan wajah tertunduk, lita menjawab dengan lirih dan kurang ber energi “maaf ref, itu tadi pacarku, sebelum kita pacaran, aku udah punya cowok, tapi ini mau aku putusin kok buat kamu! janji deh!”


Dengan menahan rasa sakit di hati yang melanda, aku berkata “ga usah! kita putus!” sambil meninggalkan lita. yah aku menjadi broken heart, pertama kali pacaran, eh langsung digituin. dan parahnya aku juga dijauhi sebagian teman-temanku karena lebih memeilih ketemuan sama lita dibanding menepati janji bersama teman-teman.


“ketika cinta palsu bisa membutakan cinta yang sebenarnya”


sesampainya di rumah, ayah ibuku tampak seperti menahan amarah yang amat dalam, “kamu selama ini ngapain aja sih? nilai kok bisa menurun drastis?” tanya ayahku dengan nada yang agak tinggi. aku hanya diam, sambil teringatkan suatu kejadian yang aku tau sebabnya kenapa nilaiku menurun drastis. langsung saja aku bergegas ke kamar, merenung kenapa bisa begini, rasanya bagai jatuh tertimpa tangga yang sangat berat. terasa sekali bagaimana beratnya hidup, gundahnya hati ketika masalah bgitu banyak dan rumit melanda.


Terlihat di sudut kamarku sebuah mushaf alqur an, yang agak berdebu karena jarang aku buka semenjak aku pacaran sama lita, lalu aku mengambil mushaf tersebut untuk mengobati hati karena al qur an juga adalah obat hati orang-orang beriman yang membacanya, benar saaj, hati terasa lebih nyaman dan tenang,

__ADS_1


Tak terasa air mata mnetes ketika ingat bahwa kemungkinan terbesar aku mengalami kejadian seperti ini karena Allah ingin ingin menegurku sebab aku telah menjadi jauh denganNYA karena sering melupakan perintahNYA hanya untuk ketemuan sama orang yang belum tentu bisa jadi pendamping yang baik buat hidupku.


Dan semenjak itu, aku berusaha bangkit atau bahasa gaul nya move on, agar hidupku yang indah dulu kembali lagi, kembali menyibukkan diri di forum remaja masjid, lebih belajar teratur, dll. dan alhamdulillah semenjak aku berusaha move on, hal-hal yang dulu hilang dari ku kembali, dari prestasi yang turun dikit demi dikit naik, teman yang dulu mejauh dariku sekarang mendekat lagi, dll. serta aku anggap peritiwa ini menandakan berarti Allah selalu peduli kepada hambaNya yang sedang tersesat yang Allah kehendaki, dan ingatlah sungguh pertolongan Allah itu sangat dekat. subhanallah :’)


__ADS_2