
PROLOG
PERKENALAN KARAKTER
Alang Wijaya seorang anak laki laki berperawakan tinggi,hidung mancung dan mata nya Yang tajam membuat siapa saja tertarik dekat dengannya. Terkesan kasar namun sebenernya memiliki hati yang baik.
karakter Alang yang keras kepala dan terkesan pemberontak membuatnya berpindah pindah sekolah. Juga karena ayahnya yang selalu berpindah pindah tempat tinggal karena bisnis.
Meiliana adalah seorang gadis bertubuh kecil dengan lesung di kedua pipinya membuat wajahnya yang imut terlihat sangat manis. Kulitnya yang putih bersih dan rambutnya yang coklat bergelombang.
karakternya lembut dan ia adalah seorang gadis yang kuat karena sedari usia 6 tahun ibunya telah tiada, hanya ayahnya saja yang merawatnya. meskipun ia dititipkan disebuah panti oleh ayahnya dengan alasan tidak Ada yang mengurusnya, ayahnya sibuk merintis usaha sedangkan mereka tidak mempunyai kerabat dekat dikota ini. satu satunya kerabat mereka berada di ibu Kota, yaitu bibirnya Adik Dari almarhumah ibu Meilia.
Meilia adalah anak yang berprestasi,karena itu dia mendapatkan bea siswa di sekolah bertaraf international dikota ini.
__ADS_1
Asyiva seorang anak dari kyai terkemuka di Kota Bandung. Tinggi dan berwajah blasteran karena ibunya yang berasal Dari Jerman Dan ayahnya yang asli Jawa Barat. Sahabat terdekat meilia di sekolah maupun dilingkungan tempat tinggal mereka, maklum saja rumah Asyiva dengan panti hanya berjarak 2 rumah saja.
nyai Rukmanah adalah seorang pengajar sekaligus pengurus panti Ar Rahman, sangat menyayangi meiliana Karena gadis itu seorang piatu Dan dititipkan sejak usia 6 tahun. Tubuhnya sedikit gemuk Dan sudah berusia matang, namun Masih terlihat sangat cantik dengan aura yang sangat khas yaitu sangat ramah dan tegas.
kisah ini terinspirasi Dari novel lama yang sangat aku suka saat Masih duduk dibangku sekolah , selamat membaca ya teman teman.
* * * * * *
Meilia berjalan menuju gedung utama sekolah, mencari letak ruang kepala sekolah. Namun matanya lagi lagi tertuju pada sesuatu yang tidak disangkanya, dua orang anak lelaki berkelahi di taman sekolah taman yang ditumbuhi dengan berbagai tanaman dan bunga bunga yang indah.
Tidak ada satupun murid yang berani mendekati kedua bocah yang sedang berkelahi tersebut. Mereka hanya menonton Dari kejauhan saja, mungkin takut menjadi sasaran salah satu anak lelaki Yang bertubuh lebih besar dari yang satunya.
" Hei, apa yang sedang kalian lakukan?" dengan tiba tiba Meilia menarik tangan salah satu dari bocah itu, yg bertubuh lebih kecil.
__ADS_1
sontak yang sedang berkelahi diam sejenak. Namun bocah yang bertubuh lebih besar sudah bersiap memberikan pukulan yang mengarah ke wajah Meilia, Meilia terkaget dan langsung memejamkan matanya namun bukan rasa sakit yang ia dapat tangannya ditarik menjauh dari area sekitar taman." jangan ikut campur urusanku, menepilah kalau kamu tidak mau celaka" , rupanya bocah itu sudah menangkis pukulan dan malah memberikan pukulan telak untuk lawannya.
bocah lelaki itu pergi meninggalkan kerumunan, tapi dari sekilas yang gadis itu lihat bocah itupun sudah babak belur terlihat dari wajahnya yang memar dengan darah yang mengalir dari hidung dan pinggir bibirnya.
terdengar bisik bisik tidak jelas dari kejauhan, mungkin mereka bertanya tanya siapa dirinya yang dengan sok berani menghentikan perkelahian. Tak lama kerumunan membubarkan diri, hening
" cepat sekali mereka pergi, padahal tatapan mereka seperti mau menikamku" huuuhhh
ucapnya pelan sambil mengelus elus dadanya menenangkan jantungnya yang sudah dag dig dug.
" apa Kamu murid baru disini" tanya seseorang dibelakang Meilia.
bersambung.
__ADS_1