
Halo teman readers ku...
Sebelumnya aku minta maaf ya, karena aku tidak bisa update setiap hari, setiap minggu, jadi kalau aku ada waktu luang aku pastikan akan rajin update... Bukan karena aku tidak niat nulis cerita ini, hanya saja sekarang waktu senggang ku sangat terbatas. Jadi minta pengertiannya ya, dan terima kasih sudah menyempatkan waktu untuk membaca tulisanku ini.
Selamat membacaπ
β β β β β
"Sedang apa kamu disini?" Pertanyaannya membuat Meilia terkejut dan seketika mundur selangkah.
"Aku, aku tidak sedang apa apa. Aku hanya lewat saja," ucapnya terbata sambil menggigit bibirnya.
" oh begitu ya, Alang tersenyum. Kamu tidak perlu takut kepadaku aku tidak jahat kok, ujarnya
Apa ada orang jahat yang mengaku. Meilia
" kamu murid baru ya?" tanya Alang.
__ADS_1
" Iya. Khm, lukamu cukup banyak. Apa itu sakit? Meilia memperhatikan wajah Alang.
" Aku tidak apa apa, lagi pula ini tidak sakit. "
" Baiklah, aku harus segera pulang. Sampai jumpa lagi." Ucap Meilia sambil beranjak pergi.
" Tunggu, " siapa namamu? Tanya Alang. Aku Alang ia mengulurkan tangannya sebagai tanda perkenalan.
" Aku Meilia." Meilia menyambut uluran tangan Alang.
"Besok jangan sampai terlambat, kalau kamu tidak mau mendapat hukuman", baiklah sampai jumpa. Alang berlalu begitu saja dengan melambaikan tangannya pada Meilia.
# # # # #
Meilia sampai di rumah hampir di jam makan siang, semua penghuni panti sudah mempersiapkan makan siang untuk mereka. Hari ini umi memasak menu yang spesial, berberda dengan hari hari biasanya.
Begitu sampai ia langsung sigap membantu yang lainnya didapur. Masakan sudah siap hanya menata piring, sendok, gelas dan mekanan di meja makan. Meja yang berukuran persegi yang lumayan panjang dengan dua belas kursi.
__ADS_1
Anak anak yang tinggal di panti asuhan ini memang hanya berjumlah sepuluh orang, Meilia yang berusia 13 tahun, Rara dan Sita yang berusia 12 tahun, Risa, Mita dan Puji yang berusia 9 tahun, Ina dan Muti yang berusia 6 tahun, juga Aisyah dan Rika yang berusia 5 tahun.
Mereka rata rata anak yang berprestasi, tetapi yang paling menonjol adalah Aisyah yang berusia 5 tahun namun sudah menguasai bahasa arab dan juga seorang penghafal Al Qur'an. Aisyah yang sudah dititipkan sejak lahir karena kedua orang tuanya yang meninggal dunia karena kecelakaan mobil, beruntung saat itu ia berhasil dilahirkan sesaat sebelum ibunya meninggal.
Meilia sangat menyayangi keluarganya di panti asuhan ini. Umi selalu memberi perhatian dan kasih sayangnya pada semua anak anak itu. Meilia yang penghuni yang tertua disana membuatnya menjadi sedikit lebih dewasa dari usianya.
" Umi, semua sudah siap. Aku panggil adik adik yang lain ya," ujar Meilia. " Biar aku saja kak yang panggil," ucap Rara yang sedari tadi juga ikut sibuk membantu. " Tolong ya Ra"
" Assalamualaikum," terdengar ucapan salam dari luar. Waalaikumsalam, jawab Ina. "Kak syiva, kapan datang?" Ina langsung berhambur memeluk gadis yang baru datang itu. Kak syiva Ina kangen, yang lain pun ikut keluar melihat siapa yang datang. Karena suara Ina terdengar cukup kencang sampai ke dapur.
" Asyiva, " Meilia memanggil gadis itu yang sudah dikerumuni adik adik panti. Asyiva memang sangat akrab dengan mereka, ia sering datang ke panti yang memang berjarak beberapa meter saja dari rumahnya.
" Bagaimana kabar kamu?" tanya Shiva . Kini mereka sudah duduk di ruang makan, Asyiva pun turut bergabung untuk makan siang bersama. " Alhamdulillah baik syiva," jawab Meilia.
Meilia dan Asyiva mengobrol setelah selesai membereskan sisa makanan dan piring-piring kotor dibelakang. Asyiva menanyakan bagaimana dengan sekolah barunya. Mereka bertukar cerita, Asyiva juga bercerita tentang dirinya yang tiba tiba harus ke Jakarta menengok Bibinya yang sedang sakit.
β β β β
__ADS_1
Terima kasih sudah mampir, jangan lupa like dan komenya ya,