
HAPPY READING♥♥
Pagi pagi sekali Meilia sudah bangun, ia membantu umi menyiapkan sarapan untuk mereka. Rara dan Ina pun ikut membantu.
Setelah semua orang sudah selesai dengan sarapan mereka, masing masing berangkat kesekolah. Ada yang memakai sepeda, ada juga yang menggunakan jasa angkot. Seperti Meilia, ia menggunakan angkot untuk pergi kesekolahnya.
Tepat pukul tujuh Meilia sudah sampai disekolahnya, ia melihat sudah banyak siswa dan siswi yang berkumpul di area lapangan menunggu intruksi dari pihak sekolah.
Meilia melihat Syiva yang sudah melambai lambaikan tangan memanggil, " sini Mel, Syiva lalu mendekat. Meilia menghampiri sahabat yang sejak kecil bersamanya, Syiva.
" Kamu baru sampai mel? maaf ya tadi aku duluan, dianterin sama abi soalnya, abi sekalian mau ke Balai Desa tadi," ucapnya sambil menggandeng tangan Meilia menuju bangku panjang di sisi kiri lapangan.
" Tidak apa apa Va, aku tadi juga tidak bisa bareng kamu, karena harus bantu umi dulu." ujar Meilia diiringi senyum manisnya. Lensung pipi nya terlihat begitu jelas ketika ia tersenyum.
" Semuanya, anak anak baru SMP PUTRA PUTRI silahkan ikuti saya menuju aula utama sekolah," terdengar suara keras dari salah seorang guru. Tentu saja ia memakai pengeras suara agar para murid bisa mendengar dengan jelas.
Meilia dan Asyiva yang baru saja duduk, kembali berdiri mendengarkan intruksi dari guru tersebut. Dan langsung menuju ke aula sekolah.
Para murid yang lain pun mengikuti salah satu panitia, ialah murid kelas 7 salah satu anggota organisasi siswa.
__ADS_1
Mereka tiba di salah satu ruangan terbesar di sekolah itu, aula sekolah salah satu tempat yang diperuntukkan berbagai kegiatan sekolah. Dari mulai seni teater, perkumpulan rohis, juga bila diadakannya rapat tahunan antar guru dan wali murid.
Ruangan yang cukup luas, di pinggir ruangan, tertata rapi berbagai macam alat olah raga yang diletakan di atas rak rak besi, lantai yang terbuat dari marmer abu abu tua, dan dinding yang berwarna putih tulang, ruangan ini pun memiliki dua buah AC dan kipas angin siling yang berjumlah 10 buah, berada di langit langit ruangan.
Murid murid yang baru masuk pada tahun ajaran ini tidak lebih dari seratus murid. Dikarenakkan sekolah hanya ingin menampung para siswa dan siswi yang berprestasi, dan juga memaksimalkan pengajaran.
Nantinya mereka akan dibagi dalam lima kelas saja, yang satu kelasnya tidak lebih dari dua puluh lima murid.
Mereka sudah duduk di kursi yang sudah disediakan oleh pihak sekolah.
" Selamat pagi semuanya, bagaimana kabar kalian? Sudah siap bersekolah disini kan.."
Perkenalkan, saya adalah panitia dari orientasi siswa siswi disekolah ini, nama saya Bagas panggil saja saya pak Bagas, saya adalah guru komputer disini juga sekaligus wakil dari kepala sekolah. Ya karena nama saya tidak ada panjangannya lagi, hehe
Pak Bagas memulai perkenalan dengan bahasa yang sangat menarik perhatian anak anak muridnya, ia menjelaskan tentang pengalamannya mengajar disekolah diiringi dengan canda dan tawa.
Ia memang sudah cukup lama mengajar disekolah ini, hampir sepuluh tahun. Sejak ia menamatkan pendidikan S2 nya. Sangat berkepribadian, namun ia masih belum berkeluarga.
Para murid mencatat beberapa point penting dari penjelasan para guru yang lainnya. Mereka memang tidak diharuskan mencatat, namun tetap saja mau tidak mau mereka mencatat karena setelah sesi penjelasan selesai akan ada pertanyaan yang akan diajukan kepada mereka.
__ADS_1
Sepatah dua patah kata sudah disampaikan dari beberapa guru, mereka diberi waktu tiga puluh menit untuk istirahat. Para murid yang lain sudah bergegas keluar dari ruangan.
Meilia dan Asyiva memutuskan untuk tetap didalam ruang aula.
" Mel, aku sangat senang bisa satu sekolah lagi sama kamu. Mudah mudahan kita satu kelas yah, "
" iya, aamiin." Kalaupun kita tidak satu kelas, tapi kita masih bisa ketemu waktu istirahat kan, aku sudah tidak sabar untuk mulai belajar disekolah ini besok. Ujar Meilia
" iya aku tau kamu memang suka belajar, hehe "
" kamu tau tidak Syiva, sekolah ini punya banyak fasilitas. Kemarin aku melihat lihat sebentar, aku lihat ada perpustakaan cukup besar disekolah ini." Ucapnya dengan antusias
Mereka pun bebincang cukup lama, hingga waktu istirahat berakhir. Para murid yang lain sudah kembali ke tempat duduk masing masing.
Setelah sesi tanya jawab berakhir, mereka pun diijinkan untuk pulang. Ada beberapa murid yang memilih melihat lihat sekolah, ada juga yang langsung pulang kerumah.
Meilia dan Asyiva memilih duduk di kursi taman sekolah, menunggu Asyiva dijemput. Asyiva memaksa Meilia untuk ikut pulang bersamanya, ia tidak akan tega membiarkan sahabatnya itu pulang sendiri naik angkot.
☆ ☆ ☆ ☆
__ADS_1
Terima kasih sudah mampir ditulisanku ini, 🥰🥰
Jangan lupa like dan komen nya ya.. 😊😊