
Aku menjadi makcomblang Nata untuk mendekatkan pak Chandra dengan nya harap-harap Nata tidak marah lagi dengan ku karena aku sendiri tidak ingin kehilangan seorang teman hanya karena seorang pria
" Nata nanti kita ketemu pak Chandra ya aku akan jadi makcomblang nya "
" tapi kamu benar ya awas jika nanti malah kamu lagi yang suka "
" tidak mungkin Nata "
Alana juga ikut dalam pembicaraan kami
" Tenang saja Nata, Rari pasti tidak berani merebut pak Chandra iyakan Ri "
" Iya benar kata Alana itu Nata "
Entah mengapa kali ini aku benar-benar bodoh dan seakan hanya di manfaatkan temanku saja tapi itu ku tepis lagi mungkin Nata seperti itu karena terlalu cinta pada pak Chandra.
Sore hari aku sudah mengatur pertemuan Nata dan pak Chandra kebetulan pak Chandra sore itu tidak ada kegiatan ataupun janji dengan orang lain jadi kami janjian untuk ketemu di taman XXX.
" Ada apa kalian ingin bertemu dengan bapak " pak Chandra bertanya pada kami bertiga
Aku menjawab dengan alasan yang logis dan masuk akal tidak mungkinkan aku menjawabnya ingin mendekatkan Nata dan pak Chandra itu hal yang sangat kurang ajar dan tidak masuk asal
" kita mau membicarakan masalah pensi kelas pk apa bapak punya usul tadi di kelas saya ingin membahasnya tapi lupa untuk membahasnya kata teman kelas lainnya tanya bapak dulu "
" oh iya Ri, bapak juga lupa jika begitu nanti bapak atur "
" Nata punya usul pak untuk pensi kelas ini "
__ADS_1
" ok usul kamu gimana Nata "
" usul saya nanti Rari baca puisi dan saya main gitar tapi saya tidak terlalu bisa pak main gitarnya apa bapak berkenan mengajari saya "
" lumayan bagus, nanti mulai besok bapak ajarin kamu ya tapi jika bapak punya waktu kosong saja "
" aah iya pak "
Nata terlihat begitu girang karena dirinya akan di ajari pak Chandra main gitar entah mengapa ada rasa cemburu di hatiku jika nanti mereka saat mengajari Nata ada kontak fisik yang pasti pegangan tangan.
Ada apa dengan dirimu ini Rari kenapa berpikiran seperti itu inikan rencana kamu Rari
" Ini sudah sore apa kalian tidak ingin pulang kerumah nanti keburu malam "
Kami bertiga mengambil tas dan bersiap ingin pulang
" oh begitu " kata pak Chandra singkat
" Apa bapak berkenan untuk mengantar Nata pulang ini kan sudah hampir malam pak pasti Nata di marahi ibunya jika pulang sendiri " Aku membuat suasana sedikit dramatis meski sebenarnya tidak masalah Nata pulang sendiri bahkan sudah terbiasa namun inikan salah satu misiku untuk mendekatkan Nata dengan pak Chandra
" tidak keberatan sih Ri tapi kan beda arah Ri yang satu arahkan bapak dan kamu Ri, kenapa tidak langsung pulang dengan Alana "
Bapak Chandra sudah terkesan menolak untuk mengantar Nata pulang kerumah aku pun tidak mungkin berkata lagi jika aku tetap menyuruh pak Chandra untuk mengantar Nata itu akan terlihat aneh meski di Nata terlihat sangat kecewa dengan penolakan tidak langsung dari pak Chandra sepertinya temanku itu patah hati dengan kalimat panjang ponakan pak Chandra.
Tak ingin panjang kali lebar pak Chandra pamit pulang duluan karena dirinya sudah menolak untuk mengantar Nata pulang kerumah.
Tidak sampai situ aku akan menjadi makcomblang sampai Nata dan pak Chandra jadian meski sebenarnya aku juga tidak memiliki kekasih tapi tidak salahnya aku menjadi makcomblang tugasnya kan hanya mendekatkan mereka berdua.
__ADS_1
Pagi seperti biasa aku selalu sarapan di kantin dengan menu biasa pula menu favorite kue puding dan susu coklat hangat tanpa gula begitu pula dengan pak Chandra sudah terbiasa sarapan bersamaku.
Karena menjadi makcomblang dengan misi mendekatkan Nata dengan pak Chandra aku meminta Nata untuk bangun pagi sehingga bisa sarapan bersama Nata pun berangkat sekolah pagi-pagi buta meski sebelumnya Nata datang selalu telat kini dirinya datang lebih awal.
" Duduk sini Nata kita sarapan bareng " aku mempersilahkan Nata untuk duduk satu meja dengan ku beserta pak Chandra yang posisi duduknya berseberangan dengan kami berdua
Nata pagi ini dirinya terlihat sangat rapi dan sangat anggun dengan kemanisan nya di depan pak Chandra. Aku tahu pasti Nata sudah mempersiapkan dirinya untuk terlihat sempurna di depan pak Chandra mungkin semua orang yang sedang jatuh cinta seperti itu.
Aku memulai pembicaraan karena di antara mereka tidak ada yang memulai kata pembuka ataupun sekedar basa basi
" Jadi hari ini bapak mulai mengajari Nata main gitar "
" Iya " jawab pak Chandra dengan kata singkatnya dan langsung memasukan kue puding ke mulutnya tanya bicara namun aku tak memberikan kesempatan aku terus mencari celah untuk membuat suasana lebih asik dan menarik
" Kenapa tidak sekarang saja bapak mengajari Nata ini kan masih pagi kebetulan kan bapak bawa gitar " aku sambil menunjuk gitar yang tersandar di meja kedua samping pak Chandra
di jawab pak Chandra lagi dengan singkat seperti sebelumnya hanya kata " iya " apa kah tidak ada kata yang lain selain kata " iya " atau pak Chandra sedang sariwan atau sakit gigi begitu sehingga pak Chandra mengirit pembicaraan sungguh dengan jawaban singkat itu membuat ku gereget.
Pak Chandra mengambil gitarnya yang sedari tadi bersandar dengan santai nya di kursi samping pak Chandra, pak Chandra mengajari Nata sedikit demi sedikit ada wajah tidak iklas muncul dari raut wajah pak Chandra apa pak Chandra tidak suka mengajari Nata berbeda dengan Nata terlihat jelas ekspresi wajah Nata begitu girang pipinya memerah karena merasa sangat senang bisa diajarkan pak Chandra main gitar.
Pak Chandra mengajari Nata tanpa banyak bicara seperti sebelumnya irit bicara tanpa banyak bicara namun jari-jarinya sudah terbiasa memetik gitar dan menghasilkan suara yang sangat indah dan sekali lagi aku merasa sangat nyaman ketika pak Chandra bernyanyi sambil main gitar dengan lirik lagu mungkin nanti lagu yang sama dengan tempo hari pak Chandra menghiburku mungkin lagu itu salah satu lagu favorite pak Chandra.
" Woow keren pak " Nata kegirangan dan memberikan tepuk tangan pada pak Chanda yang dibalas pak Chandra dengan senyuman yang membuat lesung pipit pak Chandra terlihat sangat jelas.
" Ini gitarnya Nata coba kamu mainkan bapak ingin melihat kamu memainkan gitar dulu "
" Baik pak Chandra " Nata mengambil gitarnya yang di berikan pak Chandra tak lupa Nata tersenyum hangat pada pak Chandra
__ADS_1
Aku hanya menjadi penonton diantara mereka tak ingin menggangu salah-salah Nata akan marah padaku jika banyak bicara ataupun sampai memotong pembicaraan di antara mereka