
malam semakin larut , baik Farhan, nenek omi ,nona belum meninggalkan ruang makan, makanan yang sudah di sajikan di rapikan kembali! sedangkan putra sedang mengerjakan tugas rumahnya! ruangan yang berpenghuni itu begitu sepi, jika biasanya di setiap kumpul keluarga ,yang terdengar hanyalah canda dan tawa ,tapi tidak hari ini,. semuanya diam dengan tatapan kosong melihat ke arah pintu kamar yang tertutup rapat ,tidak terlihat aktifitas apapun di sana!
putra menghampiri mereka setelah selesai mengerjakan tugas, awalnya dia berniat untuk pamit ke kamarnya ,tapi itu urungkan, ia kemudian menawarkan Teh untuk ke 3 orang itu
" nenek ! panggil putra ,seketika Naomi menoleh ke sumber suara
" apa kau ingin ku buatkan teh ? sambung putra.
" tidak perlu ,istirahatlah besok kamu harus ke sekolah! ucap Naomi mengingatkan
" tapi aku belum mengantuk, aku akan buatkan teh untuk kita semua! ucap nya sambil berlalu ke dapur,sepeninggalnya putra nona pun berdiri meninggalkan suami dan ibu mertuanya, Farhan menghela.nafas, iya pun menyusul sang istri, sementara Naomi hanya diam melihat semua yang terjadi, untuk pertama kalinya menantu nya tidak berbicara apapun dengannya .
" aku akan bicara dengannya besok pagi! Farhan memulai pembicaraan ketika tiba di kamar mereka.
" benarkah ? kamu sudah menyakiti putriku , kamu menyuruhnya berdiri lebih dari 2 jam, dia bahkan belum makan apapun sejak tadi ,. apa kau pikir dengan hanya menjelaskan dia akan mendengar-mu?
" itu tugasku , untuk membuat dia mengerti, tidak perlu berkecil hati seperti ini, kembali lah ,putra dan ibu masih menunggu!
" persetan dengan mereka!
plak.....satu tamparan berhasil mendarat di pipi Nona ,sontak Nona tersenyum getir, ini pertama kalinya suaminya main tangan dengannya, apa ini? batin nona menatap suaminya dengan tatapan mengejek!
" kamu main tangan , ? kau sungguh hebat Farhan !
" maaf , maaf ,aku reflek tadi , dan tidak seharusnya kau mengatakan hal itu, dia ibuku , dan juga keponakan ku! aku harap kamu bisa menjaga sikapmu selama kita berada di sini!
setelah mengatakan itu Farhan kembali ke ruang makan menemui ibunya! Nona menangis sejadi jadi sepeninggalnya Farhan! ia merasa bigung ,apa yang membuat suaminya begitu kasar padanya dan juga putrinya, jika ada masalah bukan kah seharusnya di bicarakan bersama? pikir nona.
__ADS_1
di tempat berbeda di atap yang sama ,bita terus menangis memeluk kedua kakinya, selalu saja seperti ini, setiap kali pulang bita selalu di perlakukan seperti ini, jika sebelumnya ia hanya menangis tanpa ada yang mengetahuinya ,berbeda kali ini semua orang mengetahui kesedihannya," bita merasa mengantuk , mungkin terlalu banyak menangis dan kelelahan karena perjalanan yang cukup jauh, bita memutuskan untuk tidur !
dia melangkah ke tempat tidur dengan gontai, dan merebahkan tubuhnya! guling yang menjadi sahabat tidurnya , menemaninya malam ini.
di menit berikutnya, bita terus bolak balik ke kiri ,tetapi matanya tidak bisa di tutup, terlalu banyak menangis kah aku! pikir nya! tiba - tiba bita merasakan tenggorokannya terasa kering,rasa haus yang sudah ia tahan sejak tadi tak tertahankan lagi!
" kenapa minumnya tidak ku ambil sebelum masuk tadi? sekarang aku harus keluar dan melihat rubah tua itu? bita mengutuk kebodohannya sendiri.
bita membuka pintu kamarnya dia sedikit mengintip di balik pintu, masih ada 3 orang yang duduk dengan pikiran mereka masing masing, ia tidak mau ambil pusing dengan mereka ,dia melewati mereka begitu saja, hendak ke dapur namun langkahnya terhenti dengan suara nenek omi ,"
" bita ? panggil nenek omi
merasa ada yang memanggil namanya ,bita menoleh, tatapannya bertemu dengan tatapan ayahnya ,namun ia langsung memutuskan tatapan itu , ia beralih ke nenek omi!
" iya nek , ! jawab Bita lembut.
" tidak nek ,terima kasih ,bita akan langsung istirahat saja, seharian ini bita sungguh sangat lelah! tolak.bita sopan."
" tapi kamu belum makan apa pun sejak tadi, ayo makan dulu ,kebetulan nenek juga belum makan , kita makan sama - sama ya! bujuk nenek omi dengan harapan bita mau menerimanya. namun semua tidak sesuai dengan apa yang nenek omi pikirkan, bita bahkan tetap menolak,dan memilih masuk ke dalam kamar.
" maaf nek, aku tidak lapar! tolak bita lagi dan langsung pergi meninggalkan ke 3 orang yang ada di ruangan itu.'
_____________
setelah melewati malam yang panjang,yang penuh dengan drama, hari ini suasana pagi di rumah nenek omi begitu ramai, ada senyum bahagia mengawali pagi mereka, seperti terlihat sekarang ini, tampak keluarga nenek omi sedang menyambut kedatangan putrinya, yang sudah lama tidak berkunjung, bukan hanya nenek omi yang merasa bahagia ,Farhan dan terlebih lagi dengan putra ia begitu antusias menyambut orang tua- nya,
" hallo.semuanya, selamat pagi ! suara Meilin ketika turun dari mobil yang sudah tiba di depan rumah nenek omi
__ADS_1
" pagi untukmu juga, putri- ku, selamat datang kembali! sambut nenek omi sambil memeluk putrinya
" hai kak ! sapa Meilin untuk Farhan , dan memeluk kakak satu satunya itu, terlihat ada kerinduan yang begitu dalam di antara ke- dua
kakak beradik ini
" hai gio,apa kabar? tanya Farhan ketika melihat suami adiknya, sambil tetap memeluk Meilin!
Meilin yang menyadari hal itu ,melepas pelukannya.dia beralih menyapa istri kakaknya!
" hai kakak ipar ,apa kabar! sapa Meilin lembut
" halo, aku sangat baik! balas nona tak kalah lembut dengan senyuman di wajahnya
" dan kau boy, apa kabarmu kau semakin besar saja! apakah kau menyusahkan ibuku? pertanyaan Meilin di tujukan pada putranya tak lain adalah putra yang masih berdiri di pintu masuk,dengan langkah pasti,putra meng-hampiri ibunya dan memeluknya !
" aku baik ibu, aku merindukan kalian semua! jawab putra senduh tapi wajahnya tetap terlihat tenang.
" hai ayah, apa kau tidak ingin memeluknya ,sudah 3 tahun kita tidak bertemu, aku harap kau tidak melupakan bahwa aku masih putramu! ungkap putra, sedangkan gio hanya tersenyum dan memberi pukulan kecil pada punggung anaknya.
" apa kau perempuan sehingga ayah harus memelukmu? apa kau tidak malu mengatakan itu di depan semua ?.
" ayo masuk, jangan berlama lama di depan pintu, seperti mau menagih hutang saja,! timpal nenek omi ,
" put ,bawa barang barang ke dalam? tambah nenek omi lagi, dengan sigap putra menenteng barang bawaan orang tuanya.
mereka semua masuk ke dalam untuk mulai melepas rindu, sedangkan Nona tidak ikut ,dia melangkahkan kakinya ke arah dapur untuk menyiapkan sarapan pagi ini, ia tidak sendirian,setelah putra meletakan barang bawaan orang tuanya , ia bergegas ke dapur untuk membantu nona. kegiatan ini sudah menjadi rutinitasnya setiap pagi sebelum berangkat ke sekolah.
__ADS_1