Cintaku Senior Tampan

Cintaku Senior Tampan
Jam Istirahat Sekolah


__ADS_3

Rencana setelah pelajaran usai Rena akan nyamperin Reza.. kira-kira ada apa nih hmm


" Guys menurut kalian gimana nih hari ini gue mau samperin Reza ? " tanyak Rena dengan bimbang pada sahabatnya itu.


" Kalo menurut gue ya ren lo mikir lagi deh ... ya kalek cewek mau nyamperin cowok ? iya ga sihh " sahut cikal pada Rena dengan menggaruk kepalanya yang tidak gatal padahal.


" Gue saraninnya jangan juga deh ... tengsin tau ren secara lo kan cewek " sahut Dipta dengan memutarkan bola matanya itu dan berbicara sedikit alay haha "


" Kalo aku sii fine fine aja sih guys tinggal keperluannya apa dulu nih ? " Tanyak Citra pada Rena.


" Ouh iya gue sampe lupa mau kasih tau keperluannya apa ... dasar **** amat sii gue hishh " sambil menepuk jidatnya dan tertawa kecil.


" Lah emang perlu apa sih ren ? bisa-bisanya nanti dia ke Geer an sama lo lagi " sahut Chikal.


" Apaan sih Lo Chik ga banget deh " ucap ketus Rena.


" Ngapain kalian jadi debat disini sih !! Lo jadi ga nyamperin Reza buat perlu lo nanti ? " Dipta yang jengkel melihat mereka debat ga penting.


" Jadi gini .... gue kan jadi perwakilan sekolah buat ikutan sparing di ***** tapi sama pembina gue suruh mintak izin dulu sama OSIS buat bantu pembuatan surat-suratnya itu... jadi gue putusin mau nemuin Reza karena dia KETOS sini biar lebih cepet jadinya gitu " penjelasan panjang lebar.


" Ouh yaudah gih sono temuin mumpung jam istirahat nih, ternyata.. gue kirain heheh " tertawa kecil dan malu saat mengucapkan pada Rena.


" Eh.. lo kan pengen cepet jadinya nih suratnya itu .. gimana kalo lo beliin apa gitu buat Reza " usul Dipta.


" Kira-kira beliin apa nih ? " Rena mengelus pelipisnya, karena bingung mau beliin apa buat Reza.


" Yaudah kalian tunggu sini dulu bentar " ucap citra lalu pergi meninggalkan mereka.


setelah 5 menit kemudian citra datang dengan membawa Minuman.


" Nih Ren minuman favoritnya Reza, pasti dia suka deh lo kasih ini " mengulurkan tangannya yang membawa minuman pada Rena.


" Lah kok lo tau sii minuman favoritnya Reza Cit? wah jangan-jangan lo ngikutin Reza ya setiap harinya " sahut ketus chikal.


" Ga lah, gue tau karena dulu gue pernah nyalonin OSIS yang syaratnya membeli minuman favoritnya KETOS itu ! " Ucap manis Citra dengan senyuman yang membuat lega hati Rena.


" Yaudah deh thank you Cit udah bantuin gue sampe ada yang nyinyir hahaha " ledek Rena pada Chikal yang sok tau itu dan pergi berjalan melewati koridor sekolah itu.


" Kita ikutin yuk Dip, kepo gue gimana reaksinya Reza liat Rena nyamperin sambil bawain minum favoritnya dia "


"Citra ikut ga lo liat reaksinya Reza disamperin Rena ? "


*Akhirnya mereka sepakat mengikuti Rena dan memastikan reaksinya Reza saat itu.


Selang 5 menit berjalan Rena telah sampai di depan kelas Reza. Tapi Rena masih ragu untuk menemuinya*.


Gimana nih kok gue jadi deg-degan gini batin Rena dengan memegang dadanya yang berdegup kencang.


Akhirnya setelah mau masuk Rena melihat Reza bersama cewek lain. Rena memutuskan untuk berbalik dan enggan memberikannya pada Reza. Teman yang mengikutinya tadi melihat Rena berbalik justru mencegatnya untuk tetap memberikan pada Reza.


" Apaan sih lo Ren ga banget tau, sana lo buruan kasih ke Reza keburu dingin nanti itu " sahut Chikal, dengan tangan di pinggang dan menatap Rena dengan nada memaksa.


" Emm ga gitu Chik lo tau dong perasaan gue coba lo di posisi gue ? " sahut Rena dan menundukkan kepalanya.


" Dihh Napa tuh anak seperti itu " Dipta terheran.


" Coba gue lihat deh " ucap citra dan pergi meninggalkan mereka.

__ADS_1


" Oh ternyata itu yang bikin Rena ga mau ngasih ke Reza " sambung citra


kemudian Citra menghampiri ketiga sahabatnya itu dan berkata tuh karena ada WaKETOS yang bikin Rena cemburu sama Reza


" Lah lo suka dengan sama Reza ? " tanya Chikal menatap tajam mata Rena.


" Udah biarin aja orang lagi jatuh cinta juga hihi .. jadi gimana nih keputusan lo Rena " tanya Citra dengan tertawa kecil.


" Yaudah deh sini Dipta aja yang minum lagian keburu dingin tuhh hehehe " Dipta nyosor ambil minuman yang di bawa oleh Rena.


" Eh apaan siiiii ini kan buat Reza bukan buat lo ! " nada ketus terucap dari Citra.


" Udah biarin aja deh " sambung Rena yang jengkel karena nasi terlanjur jadi bubur.


Tak lama kemudian Reza keluar dari kelas ...


" Heyyy rupanya kalian, kenapa di sini ? " tanya baik-baik Reza kepada mereka.


" Nah lohh ketahuan Reza kan Ren .. abisnya lo ga dari tadi sii " Chikal kesal pada Rena.


" Emang kenapa dari tadi ? kalian disini udah berapa lama sii ? ga capek cewek cantik seperti kalian rela berkorban demi bidadari gue " menggoda mereka yang tertangkap basah olehnya.


" Lo sih Chik mulut ga bisa dijaga " gumam citra.


" Em gini kak Reza temen gue nih sii Rena ma- maaaau min-ttak tolong " Dipta menyahut ucap Reza dan menengok pada Rena dengan kalimat terbata-bata.


" Emangnya kenapa mintak tolong ? biasanya kalian bisa nyelesain sendiri " Reza bingung dengan kedatangan mereka untuk memintakan tolong.


Rena memberanikan diri untuk melangkah mendekat pada Reza untuk ....


Seketika ekspresi mereka berubah menjadi ikutan bingung. Dan Rena menjelaskan maksud kedatangannya itu.


" Ouh bisa kok mau buat sekarang apa ? " tanya Reza dengan senang hati membantu Rena.


" Woah thank you banget nih udah mau bantu buat surat-suratnya nanti " Rena merasa senang mendengar feedback dari Reza.


" Girls tau ga tuh mereka senyum-senyum bahagia hihihi, akhirnya gue lega juga liat Rena " Sahut Citra.


Reza menatap mata Rena dengan tajam dengan senyuman merekah terlihat pada wajah Reza.


"Yaudah kalo gitu gue cabut dulu deh ren, mau sekalian gue anter ga ke kelas mumpung satu arah nih "


" Ouh ga usah za, gue mau ketemu sama pembina dulu biar cepet kelar hihi " senyum manis terlihat pada wajah Rena.


" Mau di dampingi ga ? mungkin nanti akan lebih cepet hmm " tawaran Reza yang membuat Rena menjadi semangat ikut sparing itu... walaupun harus mengurusi surat-suratnya yang segunung sebagai syarat mengikuti sparing perwakilan sekolah.


" Ekhem duh keseleo nih gue Cit " dehem Chikal


" Alah bilang aja lo pengen kan di perlakuin seperti itu sama ayang bebeb lo " sahut Dipta


Tiba-tiba Reza mengelus rambut Rena yang lembut itu.


" Wuidih Rena di elus tuh sama Reza " ucap Chikal sambil mengucek matanya.


" Iya tuh ga salah lihat gue Chikkkk ... Chika coba lo tampar gue, buruan "


Nih gue tampar ... plakkkkk ..

__ADS_1


" Aduh sakit juga tamparan lo ... huwa.. huwa.. Citra tolongin gue " Wajah memelas asih Dipta sambil mengelus pipinya.


" Aduh Kalian kenapa sih ? " tanyak Reza sambil senyum senyum melihat tingkah konyol Chikal dan Dipta.


" Yaudah kita cabut dulu yaaa girls Squad " pergi meninggalkan bersama Rena sambil melambaikan tangan.


" Bayyyy girls gue ngurus dulu "


Reza menggandeng tangan Rena untuk berjalan berdampingan melewati koridor koridor sekolah itu hingga senyum tersipu malu terlihat di wajah Rena .. melihat tangannya di gandeng oleh Reza seorang KETOS tampan yang telah ia dambakan sejak ia bertemu di perpustakaan sekolah.


Sampailah pada ruang pembina Rena


" Tok.. tok .. tokkk... permisi Pak Rosyid "


" Yaa silahkan masuk " sahut Bapak Rosyid alias pembina Rena dari dalam ruangannya.


Krekkkkkkk .... pintu ruangan terbuka lalu Reza dan Rena bergegas menemui untuk keperluannya Rena.


" Ouh Rena, silahkan duduk " tutur pak Rosyid dengan mempersilahkan untuk duduk


" Bagaimana ? apakah kamu sudah membicarakan pada Reza ? "


" Iya pak sudah, tadi Rena ke kelas saya untuk membicarakan soal pertandingan (sparing) perwakilan sekolah kita " ucap Reza sambil menatap Rena dengan senyuman merekah.


" Yaa sudah kalau begitu kalian segera urus surat persyaratannya. Apa kalian sanggup bekerja sama ? supaya tidak ada kendala nanti.. jika kalian melaksanakannya " pak Rasyid kembali bertanya untuk memastikan kesanggupan mereka.


" Baik pak saya akan membantu Rena mengurus surat-surat pertandingan (sparing) nanti sebisa dan semampu saya akan saya usahakan...mohon doanya semoga di lancarkan untuk mengurus surat-suratnya dan pertandingannya yang diikuti oleh Rena " Reza Meminta restu pak Rasyid selaku pembina Rena supaya di lancarkan segalanya nanti.


" Trimakasih saya ucapkan pada pak Rasyid telah mempercayakan kepada saya sebagai perwakilan sekolah untuk mengikuti pertandingan ini " ucap Rena dengan bahagia telah di beri kesempatan.


" Bapak mempercayai mu kalau kamu memang mampu untuk mengikuti pertandingan (sparing) semoga Dewi Fortuna berada di Pihakmu Rena " ucap pak Rasyid.


" Trimakasih atas doa dan dukungannya pada saya semoga saya dapat menjalankan amanah saya dengan baik " ucap Rena dengan senyuman.


" Yasudah pak kami berdua pamit " pamit reza pada pak Rasyid untuk kembali ke kelas supaya tidak terlambat masuk keburu bell berbunyi.


" Iya hati-hati Trimakasih sudah mau berusaha bersama semoga Tuhan selalu melindungi setiap langkahmu " doa pak Rasyid ke pada Reza dan Rena


Mereka berpamitan lalu pergi meninggalkan ruangan pak Rasyid dan kembali ke kelas masing-masing. Ets gimana ya Rena apakah ... Sambil berjalan mereka basa basi...


" Ou iya gue sampai lupa belom ngucapin makasih sama lo walaupun lo suka ... emmm ya gitu lah tapi lo tetep baik sama gue " ucapan makasih Rena pada reza.


" Iya masama, jangan lupa lo jaga kesehatan dan rajin latihan "


Haaahh apa gue ga salah denger nih. Batin rena.


" Ngapain lu bengong ntar kesambet lagi "


" Ohh engga " senyum manis pada wajah Rena membuat Reza meleleh.


" Iya iya bidadari cantik, Btw semangat ya buat pertandingannya hehehe bawa pulang tuh pialanya.. Gue yakin kok lo pasti bisa capai " Menyemangati Rena supaya tetap happy.


" Iya deh gue bakal usahain semampu gue, semoga gue bisa bawa pulang tuh piala " sahut Rena dengan semangat.


" Gue mau ke kantin Lo ikut ga ? " tanya Reza saat berada di depan kelas Rena.


" Emm boleh deh gue juga udah laper pengen makan bakso hehehe "

__ADS_1


" Okay ... Let's go owww.. "


Setelah selesai makan Reza mengantar Rena ke kelasnya dan reza pergi meninggalkan untuk ke kembali ke kelasnya dan mengikuti jam KBM berikutnya.


__ADS_2