Cold-hearted Lady

Cold-hearted Lady
C88 Gundah


__ADS_3

Ada seorg lelaki tua berjalan menghampiri hime, wajah nya berseri. Dia terlihat sangat bahagia. .


Hime merentangkan tangan, menyambut lelaki tua itu yg ternyata kakeknya. .


"Hime-chan. . . kemarilah". Ucap kakek sambil mengulurkan tangan nya ingin menggapai hime. .


Semakin dekat. . .


Lebih dekat. .


Tangan hime menyambut tangan kakek.


Tapi. . .


*slebbbb*. . .


Seseorg menusuk kakek dr belakang.


Hime :"kakek. . . kakek. . kakeeeek".


Hime membuka mata. .


"ternyata mimpi". Hime*


Tubuh hime berkeringat, nafasnya menggebu. .


Hime bangun, dan duduk. .


"Kakek". Gumam nya. .


Dia melihat ke sampingnya, neji sudah tdk d sampingnya. .


"Dia meninggalkan ku? ". Ucapnya. .


Kemudian hime membersihkan dirinya. Lalu memasak. .


Hime :"apa kakek baik baik saja disana? ".


Hime menghampiri kalender.


Hime :"8 hari, pernikahan naruto dan hinata 8 hari lg. Kalau aku pergi k rumah kakek. . setidaknya butuh 2 hari perjalanan pergi, dan 2 hari perjalanan pulang. Aku hanya punya waktu 3-4 hari disana. . kusooo". Gerutu nya. .


"Apa. . . aku mengajak neji? Tapi dia pasti sedang sibuk ".


Hime selalu kepikiran tentang mimpi itu. Dia duduk d sofa. .


"Tadi pagi. . . aku melakukannya. . . cih. . kusooo". Gerutu nya. .


Hime :"knp dia tdk membangunkan ku? ".

__ADS_1


Hime melamun.


"Kakek. . kau baik baik saja kan? ".


**


Jarum menunjukkan pukul 13:35..


Hime memutuskan pergi menemui neji. Dia mendatangi kediaman hyuuga.


"Aku ingin tau. . apakah org org klan bisa menerima ku seperti yg tuan hiashi katakan".


Berdiri d depan pintu gerbang, dan mengetuk.


Tak lama, keluar seseorg. .


Hime :"Konnichiwa ".


"Ada apa? ". Tanya org itu cuek. .


Hime :"apa. . . neji ada di rumah? ".


"Ya, tapi dia sedang sibuk ". Ucapnya.


Hime :"ah ya, gommenasai. Kalau begitu saya pamit".


"Ternyata memang sampai kapanpun, mereka tdk akan pernah menerimaku".


Hime kembali ke rumah nya. .


Hime :"aku. . . berangkat sendiri saja".


Hime mengambil jubahnya. .


Hime :"tapi. . jika aku tdk kembali. . bagaimana? ".


Dia pergi ke kamar atas dan mengambil hadiah nya untuk pernikahan naruto dan hinata nanti.


Hime :"aku akan menitipkan nya saja pada sakura".


Dgn membawa ransel kecil berisi jubah dan peralatan ninja nya. Hime pergi k rumah sakura. .


**


Hime :"Konnichiwa, apa. . . sakura ada d rumah? ".


Ibu sakura :"gommen, tapi dia sedang tidak d rumah. Mungkin dia sedang d kantor hokage".


Hime :"begitukah? . . . mmm. . . saya ingin menitipkan ini". Memberikan hadiahnya.

__ADS_1


Ibu :"apa ini? ".


Hime :"itu, hadiah untuk pernikahan naruto dan hinata. . . kemungkinan, saya akan keluar desa selama beberapa hari. Saya sudah mempertimbangkan waktu keberangkatan saya, tapi. . . tidak semua selalu berjalan sesuai keinginan kita kan? Ah. . . gommen. . aku banyak bicara".


Ibu :"tak apa. . . jangan sungkan, anggap saja saya ibumu".


Hime :"arigatou. . . mohon d sampaikan pada sakura. Dan. . maaf merepotkan ".


Ibu :"tidak. . tidak merepotkan. . ".


Hime :"baiklah kalau begitu, saya permisi"


Ibu :"ya. . ".


**


Hime keluar desa tidak lewat gerbang depan, tapi. . .


Hime :"gomennasai. . . jika aku tdk kembali. . mohon maafkan aku".


Hime memakai jubahnya, dan pergi. .


Perasaan nya sangat tidak enak, mengingat org yg bersama kakeknya itu adalah org yg picik dan tdk punya hati. .


"Apa dia. . . membunuh kakek karna aku tdk kembali dan menikah dgn nya? Kusooo. . . aku tdk akan memaafkan mu. . Ryuuki".


"Aku harus sampai besok petang. . setidaknya aku memiliki banyak waktu untuk mengurusnya. Dan kembali k konoha. Tapi. . hah? ".


Hime terhenti. .


"Bagaimana. . . kalau aku ternyata. . . hamil lg? ".


Hime :"kusooo. . . ".


Hime melanjutkan perjalanannya.


"Gommenasai. . Neji-kun. . ".


Dia meneteskan air mata. .


"Niisan. . tolong lindungi aku. . . kau selalu di hatiku bukan? Hilangkan lah kegelisahan yg ada disana. . ". Gumam nya. .


**


Hime mempercepat pergerakannya, agar sampai lebih cepat. . tapi itu bisa membuatnya kelelahan, dan drop.


Hime :"aku. . . bukan. . . wanita lemah".


** * **

__ADS_1


__ADS_2