
Refan POV
setelah membahas rencana panangkapan mafia- mafia bersama alxi matenya, refan kembali menuju apartemen untuk membersihkan badannya yang terasa lengket .
setelah selesai dengan ritual mandinya refan merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur king sizenya.
"fan" mindlik alex
"hmm" dehem refan
"apa mate kita tidak menerima kita ya, kenapa dia terkesan cuek sekali dan seakan tidak mencium aroma pasangan mate nya?" tanya alex beruntun.
refan memang menilai alxi tidak dapat mencium aroma tubuhnya,tapi refan jelas tau alxi seorang werewolf karena Alex bisa merasakan ada wolf dalam diri alxi dan alxi juga sempat menengang ketika dia menggumamkan kata mate artinya dia tau apa itu mate yang dimaksud oleh kaum werewolf, entah apa penyebabnya hingga mate nya tidak bisa mendeteksi keberadaan pasangan yang telah ditakdirkan oleh moon goodess.
"entah lah Alex,aku rasa ada yang membentengi mate kita karena itu dia tidak bisa merasakan keberadaan kita." balas refan
"kalau memang begitu kita harus mencari tau hal ini dan membantu masalah mate kita." semangat Alex berkobar-kobar.
Alxi Pov
setelah membahas masalah mafia yang mengancam berdirinya perusahaan Meldi corp bersama refan.
Alxi memikirkan ucapan mate yang keluar dari mulut refan,bahkan ia terus teringat akan senyuman tulus refan, hal itu membuat jantung berdebar-debar dan hatinya menghangat, tanpa sadar senyuman dan rona merah telah menghiasi wajah cantik alxi.
"aura, apakah bisa mencium bau refan?" tanya alxi
__ADS_1
"tidak,aku tidak mencium bau apapun." ungkap aura
"tapi,tadi refan menggumamkan kata mate,ketika dia menatapku dan aku seperti merasakan ikatan tak kasat mata." jelas alxi sambil membayangkan kejadian tadi
"Benar juga, aku juga merasakan ikatan itu, tapi kenapa kita tidak bisa mencium aromanya?" aura membalasnya dengan bingung
"Apa kita terkena sihir ya, atau ada yang menghalangi kita agar tidak mencium bau mate kita atau agar kita tidak bisa mengenali mate kita." rundung alxi
"sudah lah,hal itu membuat ku pusing, aku mau tidur" cuek aura
"Dasar serigala pemalas"kesal alxi memutus mindliknya secara sepihak.
Author POV
Saat ini alxi dan refan sedang berada disebuah gedung ditengah hutan, mereka akan mengintrogasi orang yang telah ditangkap richard beberapa hari yang lalu
"Noona coba perhatikan orang itu dia terlihat mencurigakan" richard menunjuk seseorang yang sedang celinguk ke kanan dan ke kiri memperhatikan situasi
hmm, dehem alxi sambil memperhatikan orang tersebut, lalu tak lama orang tersebut mulai mengambil kertas dari saku celana nya dan meletakkan nya diujung panah lalu panah tersebut diarahkan kepada sekelompok karyawan yang sedang bekerja.
"Refan,kau melihatnya kan" alxi menatap refan
refan hanya mengangguk
"richard segera kau tangkap orang tersebut jangan sampai lolos dan bawa dia ke markas kita" perintah alxi
__ADS_1
Richard menganggukkan kepalanya dan berlalu mengejar orang tersebut.
flashback off
"Kau saja yang membuat nya bicara refan" malas alxi menatap orang tersebut
refan mengangkat jempolnya pertanda setuju,dan berlalu menuju seorang pria yang sedang diikat disudut ruangan ini
Refan tersenyum sinis dan memegangi dagu pria tersebut
"hei kau, siapa yang menyuruh mu? tanya refan
pria itu hanya bungkam
"hah, kau ingin bermain ya" kekeh refan
hmm, baiklah ,refan mulai mengambil pisau lipat dari dalam jaket nya, dan mulai mendekat pisau tersebut ke wajah tampan pria tersebut. yah pisau ini dapat merusak wajah tampan mu, kekeh refan melihat darah sudah mulai membasahi wajah pria tersebut.
"baiklah, aku akan jujur tapi hentikan ini" ringis pria tersebut
yang menyuruh bernama "sky " salah satu kelompok mafia terkuat di daerah Moskow ini jelas pemuda itu
"ya sudah, " kekeh refan
"Door" peluru itu tepat mengenai jantung pria tersebut.
__ADS_1
"complete" gumam refan sambil tersenyum manis