
Pagi hari berikutnya, kelima remaja itu memutuskan untuk menghabiskan waktu di dalam hotel. Mereka ingin mengeksplorasi fasilitas hotel yang mewah dan menikmati hari santai setelah beberapa hari yang penuh dengan petualangan di Paris.
Maya: (sambil merebahkan diri di tempat tidur) Hari ini kita santai aja di dalam hotel, ya? Udah lama nggak sempet santai.
Claire: (sambil mengangguk setuju) Iya, enaknya apa nih?
Nathaniel: (sambil tersenyum) Kita bisa mulai dengan sarapan enak dulu, terus nanti kita bisa coba fasilitas-fasilitas di hotel ini.
Leo: (sambil melompat dari tempat tidur) Oke, siap-siap sarapan! Tapi, kita makan di restoran hotel aja, biar bisa nikmatin makanan khas.
Mereka bersiap-siap dan pergi ke restoran hotel. Di sana, mereka disambut dengan hidangan lezat yang mencerminkan kemewahan kuliner Prancis. Setelah sarapan, mereka kembali ke kamar untuk merencanakan aktivitas mereka.
James: (sambil memikirkan) Ada yang punya ide? Hotel ini punya kolam renang, pusat kebugaran, dan spa.
Maya: (sambil bersemangat) Aku suka ide spa! Kita bisa coba perawatan kecantikan ala Paris.
Claire: (sambil mengangguk) Aku juga setuju! Terdengar santai banget.
Nathaniel: (sambil tersenyum) Jadi, spa jadi pilihan kita, ya?
Leo: (sambil mengangguk) Sounds good! Tapi, sebelum itu, ada yang mau main bola di luar? Ada lapangan sepak bola di sini.
James: (sambil bersemangat) Kita bisa main gawang!
Mereka setuju untuk bermain sepak bola sebelum pergi ke spa. Mereka meminjam bola dari resepsionis hotel dan pergi ke lapangan sepak bola di dalam hotel. Nathaniel, Leo, dan James bermain sebagai tim, sementara Maya dan Claire menjadi penonton yang bersemangat.
Nathaniel: (sambil menendang bola) Oke, guys, siap-siap! Aku jadi penjaga gawang.
Mereka bermain dengan semangat, tertawa, dan berteriak saat mencoba mencetak gol satu sama lain. Setelah bermain sekitar satu jam, mereka merasa keringat dan bahagia.
Leo: (sambil mengelap keringat) Seru banget! Tapi, sekarang giliran spa, ya?
Claire: (sambil mengangguk) Iya, aku udah nggak sabar buat santai.
Mereka kembali ke kamar untuk bersiap-siap ke spa. Di spa hotel, mereka dipanjakan dengan perawatan kecantikan ala Paris. Mereka menghabiskan beberapa jam untuk pijat relaksasi, masker wajah, dan perawatan tubuh lainnya. Setelah spa, mereka merasa segar, rileks, dan siap untuk mengeksplorasi lebih banyak fasilitas hotel.
Maya: (sambil merasakan kulitnya yang halus) Ini bener-bener membuat kita merasa seperti selebriti, ya?
James: (sambil tertawa) Iya, kita harus menikmati semua fasilitas ini selama kita di sini.
Selama sisa hari itu, mereka menghabiskan waktu di kolam renang hotel, berenang dan berjemur di bawah matahari Prancis. Mereka juga mencoba pusat kebugaran hotel, melakukan latihan fisik ringan untuk menjaga kebugaran mereka.
Claire: (sambil bernapas dalam-dalam) Udara di sini beneran berbeda. Rasanya menyegarkan.
Nathaniel: (sambil mengangguk) Paris punya cara sendiri untuk membuat kita merasa lebih baik.
Saat matahari mulai tenggelam, mereka kembali ke kamar mereka untuk bersiap-siap untuk makan malam. Mereka merasa sangat bersyukur telah memiliki kesempatan untuk menghabiskan waktu bersama di hotel mewah ini dan menikmati berbagai fasilitas yang ditawarkan.
Leo: (sambil mengenakan kemeja) Bagaimana kalau malam ini kita mencoba restoran lain di luar hotel? Kita bisa menjelajahi lebih banyak makanan Prancis.
Maya: (sambil mengangguk) Ide bagus, Leo! Kita bisa mencoba restoran lokal yang direkomendasikan oleh penduduk setempat.
Setelah makan malam di luar hotel, mereka kembali ke hotel dan menikmati malam yang santai di lounge. Mereka duduk di sana sambil berbicara tentang hari yang telah mereka lewati dan merencanakan petualangan mereka selanjutnya di Paris. Dalam suasana yang hangat dan penuh rasa syukur, mereka merasa bahwa setiap momen dalam perjalanan mereka adalah berharga dan tak terlupakan.
Pagi berikutnya, Nathaniel, Leo, dan James memutuskan untuk menghabiskan waktu mereka dengan bermain golf di lapangan golf hotel. Mereka sudah mendengar bahwa lapangan golf ini terkenal karena keindahannya dan ingin mencoba pengalaman bermain golf di Prancis.
Nathaniel: (sambil memeriksa klub golf) Wah, ini pertama kalinya gue main golf di luar negeri, guys.
Leo: (sambil memasang topi golf) Sama, Nathaniel. Tapi ini kesempatan bagus buat coba.
James: (sambil memegang tas golf) Ayo, kita main dengan santai dan nikmati pemandangan.
Mereka bermain golf dengan penuh semangat dan menikmati pemandangan lapangan golf yang indah. Sambil berjalan di atas rumput hijau yang terawat rapi, mereka mencoba mengalahkan satu sama lain dalam permainan yang santai.
Setelah bermain golf selama beberapa jam, mereka memutuskan untuk pergi ke pusat kebugaran hotel untuk melanjutkan aktivitas fisik mereka. Pusat kebugaran itu lengkap dengan berbagai peralatan olahraga modern.
Leo: (sambil mengangkat dumbbell) Bagaimana kalau kita coba latihan beban sebentar, guys?
Nathaniel: (sambil memilih treadmill) Suara bagus, Leo. Aku butuh sedikit kardio.
James: (sambil mencari sepeda statis) Sama, aku juga ikutan.
__ADS_1
Mereka menghabiskan waktu di pusat kebugaran, melakukan latihan beban dan kardio. Meskipun mereka sedang berlibur, mereka tetap menjaga kesehatan dan kebugaran mereka. Setelah latihan, mereka merasa segar dan siap untuk melanjutkan petualangan mereka di Paris.
James: (sambil minum air) Bermain golf dan berolahraga di sini bener-bener seru, ya?
Leo: (sambil mengangguk) Iya, rasanya kayak punya semua yang kita butuhkan.
Setelah bermain golf dan berolahraga di pusat kebugaran hotel, Nathaniel, Leo, dan James memutuskan untuk melanjutkan hari mereka dengan mengunjungi gim lokal di Paris. Mereka ingin merasakan pengalaman berolahraga di luar negeri dan mencoba gim yang berbeda dari yang biasa mereka kunjungi di rumah.
Mereka tiba di gim dengan semangat, dan langsung disambut oleh atmosfer yang berbeda dari gim biasa mereka di Jakarta. Gim ini memiliki peralatan modern, dan orang-orang Prancis yang ramah.
James: (sambil melihat sekeliling) Wah, gim di sini beneran keren, ya?
Leo: (sambil mengangguk) Bener banget, James. Aku pengen coba beberapa alat yang nggak ada di gim kita.
Nathaniel: (sambil mencari alat latihan) Ayo kita mulai dengan latihan beban dulu, guys.
Mereka mulai berlatih di gim, mencoba berbagai peralatan yang tersedia. Mereka merasakan semangat kompetitif yang sehat satu sama lain, mencoba mengangkat beban yang lebih berat atau mengatur mesin latihan dengan intensitas yang lebih tinggi.
Saat mereka beristirahat sejenak di antara set latihan mereka, mereka berbicara tentang perbedaan antara gim di Prancis dengan yang di Jakarta.
Leo: (sambil menghela nafas) Gim di sini beneran punya suasana yang beda.
James: (sambil tersenyum) Iya, orang-orangnya juga lebih santai. Nggak ada yang terburu-buru.
Nathaniel: (sambil menambahkan beban di barbel) Tapi gimana pun, ini beneran pengalaman yang seru. Gimana kalau kita coba mesin latihan kardio?
Mereka pindah ke area mesin latihan kardio dan memilih berbagai mesin seperti treadmill, sepeda statis, dan eliptikal. Mereka melanjutkan latihan mereka sambil menikmati musik yang diputar di gim.
Leo: (sambil mengatur kecepatan treadmill) Ini bener-bener bikin kita tetap aktif selama liburan.
James: (sambil mengayuh sepeda statis) Tapi sekaligus kita bisa coba makanan lezat di sini tanpa perlu khawatir kegemukan.
Sementara Nathaniel, Leo, dan James pergi bermain golf dan berolahraga di gim, Claire dan Maya memutuskan untuk menghabiskan hari dengan santai di spa hotel. Mereka berdua merasa butuh waktu untuk merelaksasi tubuh dan pikiran setelah beberapa hari yang penuh dengan aktivitas menjelajahi Paris.
Claire: (sambil menyesuaikan jubah spa) Aku nggak sabar buat hari spa ini, Maya.
Maya: (sambil mengangguk setuju) Iya, Claire. Ini pasti akan jadi pengalaman yang luar biasa.
Terapis Spa: (sambil tersenyum) Selamat datang, bu Maya dan bu Claire. Kami sudah menyiapkan perawatan spa eksklusif untuk Anda berdua. Silakan masuk dan bersantailah.
Maya dan Claire memasuki ruang perawatan yang berdua, di mana mereka akan menjalani perawatan spa selama beberapa jam. Mereka memulai dengan pijatan relaksasi, yang membuat tubuh mereka terasa lebih lega.
Claire: (sambil tersenyum) Pijat ini bener-bener nikmat, ya?
Maya: (sambil menghela nafas lega) Iya, Claire. Aku merasa semua ketegangan di tubuhku hilang.
Setelah pijatan, mereka melanjutkan dengan perawatan wajah, masker tubuh, dan perawatan kuku. Setiap perawatan membuat mereka semakin rileks dan merasa cantik.
Claire: (sambil memeriksa kuku) Ini warna kuku baru yang cantik, ya?
Maya: (sambil melihat wajahnya di cermin) Wajahku bener-bener bersinar sekarang.
Setelah semua perawatan selesai, mereka dipersilakan untuk beristirahat di area santai spa. Di sana, mereka disuguhkan dengan minuman herbal dan camilan ringan.
Maya: (sambil menikmati minuman herbal) Hari ini bener-bener hari yang aku butuhkan.
Claire: (sambil tersenyum) Aku juga merasa sama, Maya. Ini kayak memberikan energi baru.
Mereka berdua berbicara tentang pengalaman spa mereka sambil menikmati suasana yang tenang di spa hotel. Setelah beberapa jam di spa, mereka merasa lebih rileks dan siap untuk melanjutkan hari mereka.
Claire: (sambil merasa puas) Spa ini bener-bener luar biasa. Terima kasih udah ajak aku, Maya.
Maya: (sambil tersenyum) Sama-sama, Claire. Ini pengalaman yang nggak akan kita lupakan.
Setelah menghabiskan pagi dengan berbagai aktivitas yang berbeda, kelima teman itu berkumpul di area kolam renang hotel untuk sesi berenang bersama. Mereka merasa sangat antusias untuk bersenang-senang di air setelah berbagai petualangan yang mereka alami di Paris.
Maya: (sambil tersenyum) Aku nggak ingat kapan terakhir kali aku berenang di kolam renang luar ruangan yang seindah ini.
Claire: (sambil melihat kolam renang) Kolam renang ini beneran cantik. Ayo, kita cepat-cepat ganti baju renang dan masuk ke dalam air.
Mereka pergi ke ruang ganti dan segera kembali dengan baju renang mereka. Masing-masing dari mereka melompat ke dalam kolam renang dengan semangat.
__ADS_1
Nathaniel: (sambil berenang ke arah James) Aku beneran butuh ini, guys. Rasa segar air dan sinar matahari.
Leo: (sambil berenang mengelilingi kolam) Ini kayak liburan dalam liburan.
James: (sambil menyelam) Aku setuju banget. Ini kayak pelarian dari rutinitas sehari-hari.
Mereka berenang, bermain-main di air, dan bahkan berlomba siapa yang bisa berenang paling cepat. Claire dan Maya juga bergabung dalam kesenangan, mereka berenang sambil tertawa-tawa dan berbicara tentang pengalaman mereka di spa.
Claire: (sambil berenang ke arah Maya) Spa tadi beneran luar biasa, Maya. Aku merasa seperti ratu!
Maya: (sambil tersenyum) Iya, Claire. Kita bener-bener diistimewakan di sini.
Mereka terus bersenang-senang di kolam renang hotel, menikmati suasana yang menyegarkan dan kebahagiaan yang hanya bisa ditemukan dalam momen-momen seperti ini. Waktu berlalu dengan cepat saat mereka menikmati setiap detik di dalam air.
Nathaniel: (sambil merendahkan suara) Guys, nggak kebayang kita udah di sini berenang di Paris.
Leo: (sambil mengangguk) Iya, ini beneran pengalaman luar biasa.
James: (sambil melihat matahari yang mulai tenggelam) Mungkin kita bisa berenang sampai matahari terbenam, ya?
Mereka setuju dengan ide James dan terus berenang hingga matahari benar-benar terbenam di langit Paris. Cahaya lampu kolam renang mulai bersinar dan menciptakan suasana yang ajaib di sekitar mereka.
Claire: (sambil merasa bahagia) Ini salah satu hari terbaik dalam hidupku.
Maya: (sambil memegang tangan Claire) Aku nggak bisa lebih setuju lagi, Claire.
Malam pun tiba, dan mereka keluar dari kolam renang dengan senyum di wajah mereka. Mereka kembali ke kamar mereka untuk bersiap-siap untuk makan malam dan melanjutkan petualangan mereka di kota yang penuh dengan keajaiban dan keindahan.
Nathaniel: (sambil merasa bersyukur) Hari ini beneran luar biasa, guys. Semoga besok juga akan seru.
Leo: (sambil mengangguk) Iya, ini pengalaman yang nggak akan kita lupakan.
James: (sambil tersenyum) Ayo, kita bersiap-siap buat makan malam. Paris menunggu kita!
Malam itu, kelima teman itu memutuskan untuk mengakhiri petualangan mereka di Paris dengan makan malam yang istimewa. Mereka memilih restoran yang terkenal dengan hidangan Prancis yang lezat dan suasana yang romantis.
Claire: (sambil melihat menu) Aku bener-bener pengen mencoba escargot malam ini.
Nathaniel: (sambil tersenyum) Kenapa nggak, Claire? Kita harus mencoba semua hidangan khas Prancis sebelum pulang.
Saat mereka menikmati hidangan mereka, mereka saling berbagi cerita dan kenangan dari perjalanan mereka di Paris. Mereka tertawa dan teringat saat-saat lucu, dan juga berbicara tentang impian dan rencana mereka untuk masa depan.
Leo: (sambil mengangkat gelas) Untuk petualangan yang luar biasa, teman-teman. Kita udah mengumpulkan kenangan-kenangan tak terlupakan.
Maya: (sambil menyentuh gelas) Iya, dan untuk persahabatan kita yang kuat. Meskipun petualangan di Paris berakhir, kita selalu punya satu sama lain.
Setelah makan malam yang nikmat, mereka kembali ke hotel dengan perasaan bahagia dan puas. Besok adalah hari terakhir mereka di Paris, dan mereka sudah mulai merencanakan apa yang ingin mereka lakukan sebelum kembali ke Jakarta.
James: (sambil merasa sentimental) Besok adalah hari terakhir kita di sini, guys. Apa yang kita mau lakukan sebelum pulang?
Nathaniel: (sambil berpikir) Bagaimana kalau kita kunjungi Louvre? Itu salah satu museum terbesar dan terkenal di dunia.
Claire: (sambil mengangguk) Aku dengar Mona Lisa ada di sana. Itu pasti akan seru!
Leo: (sambil tersenyum) Suara bagus. Besok kita akan ke Louvre, lalu bisa melanjutkan petualangan terakhir kita di Paris.
Mereka menyelesaikan malam itu dengan suasana hangat dan gembira, menyiapkan diri untuk hari terakhir mereka di kota cinta ini.
Chapter 17: Selamat Tinggal, Paris
Hari terakhir mereka di Paris tiba dengan cepat, dan kelima teman itu bangun dengan perasaan campuran antara kegembiraan untuk pulang dan sedih meninggalkan kota yang telah memberikan begitu banyak kenangan berharga.
Setelah sarapan di hotel, mereka segera menuju Louvre, museum terkenal yang penuh dengan karya seni dan sejarah yang luar biasa. Mereka menghabiskan waktu berjam-jam mengagumi lukisan-lukisan terkenal, patung-patung klasik, dan artefak bersejarah.
Nathaniel: (sambil menatap Mona Lisa) Siapa yang akan percaya bahwa kita benar-benar melihat Mona Lisa?
James: (sambil mengagumi patung Venus de Milo) Semuanya di sini sungguh luar biasa. Ini seperti perjalanan melintasi sejarah.
Setelah mengelilingi museum yang luas, mereka keluar dan duduk di taman dekat Louvre untuk merenungkan petualangan mereka di Paris.
Claire: (sambil menatap Menara Eiffel di kejauhan) Paris akan selalu punya tempat spesial di hati kita.
__ADS_1
Maya: (sambil mengangguk setuju) Betul, Claire. Pengalaman ini nggak akan pernah kita lupakan.