
Saat bel pertanda istirahat telah tiba, semua murid yang ada dikelas langsung pergi meninggalkan kelas setelah guru yang mengajar saat itu telah lebih dulu keluar kelas.
Saat itu juga, aku sedang memasukkan buku pelajaranku kedalam ransel sekolahku.Disamping mejaku, kulihat Go Yuk Min yang sedang berdiri disana dan dia mengajakku untuk pergi kekantin bersama dengan dia dan Kim Seo Hyun.
Diperjalanan menuju kantin sekolah, kami mendengar perbincangan tiga sisiwi."Kau tahu, sebentar lagi Kim Seo Hyun akan mendapat satu orang pria yang akan dia jadikan budak karna kelicikannya itu"ucap salah satu siswi itu.
Mendengar itu, Kim Seo Hyun langsung menghampiri mereka dan berkata"Apakah kau cemburu melihat orang lain dekat denganku?.Katakanlah kau tak perlu menyembunyikannya dari ku"ucap Kim Seo Hyun dengan dingin.
"Apa yang kau katakan kenapa aku harus iri terhadap mu" ucap siswi itu.
"Bukan kah kau sama seperti Ayahmu yang selalu ikut campur urusan orang lain.Kenapa kau harus ikut campur tentang diriku.Kenapa kau mengatakan kepada kepala sekolah bahwa aku pergi ke klab malam" ucap siswi itu dengan nada keras.
"Kenapa kau membawa bawa Ayahku dalam urusan ini?". ucap Kim Seo Hyun dengan nada marah.
" Ayah ku hanya melakukan tugasnya.Dan kenapa kau menganggap bahwa Ayahmu tidak bersalah"ucap Kim Seo Hyun dengan marah.
"Apa katamu tugas.......seharusnya kau tahu bahwa tugas Ayahmu bukan ikut campur dalam masalah itu" ucap siswi itu.
Go Yuk Min langsung menghentikan pertengkaran mereka, sembari mengatakan"Kau tidak perlu mendengarkan ucapannya, tidak ada gunanya bertengkar dengan orang yang tak mengetahui tugas seseorang dalam menjalankan profesinya".
Dan kami pun pergi meninggalkan mereka dan pergi menuju kantin sekolah.
Saat ini kami sedang berada di kanti sekolah, sedang duduk dikursi meja kantin untuk menikmati makan siang kami.
Aku dan Go Yuk Min memakan makanan yang telah disediakan oleh kantin sekolah dengan senang.Berbeda dengan Kim Seo Hyun yang han
ya memainkan makanannya dengan sumpit yang ada ditangan kanannya.
"Kenapa kau tidak memakannya?"tanyaku yang melihat tindakannya itu.
Kim Seo Hyun melihat kearahku dan menjawab"Aku sedang tidak lapar"dengan nada lesuh.
"Apakah kau masih memikirkan perkataan Park Soo Ji?" tanya Go Yuk Min.
"Tidak, , , jangan berpikir untuk mencari tahu tentang apa yang sedang ku pikirkan" jawab Kim Seo Hyun dengan dingin.
Aku dan Go Yuk Min pun terdiam.Kubuat suasan yang hening itu menjadi topik pembicaraan yang lain.
"Ku dengar kau sangat pandai dalam bidang pelajaran sains dan matematika.Apakah itu benar"tanyaku kepada Kim Seo Hyun.
Kim Seo Hyun hanya melihatku dengan sekejap tanpa menjawab pertanyaanku tadi dan kembali memainkan makanannya.
"Aku sangat suka denganmu dalam memperlakukan orang yang telah menjelek jelekkanmu dan Ayahmu" ucap ku lagi.
"Kau menyukainya?" tanya Go Yuk Min dengan ekspresi terkejut.
__ADS_1
"Dia hanya menyukai perilaku.Jangan berpikir macam macam" ucap Kim Seo Hyun sedikit kesal.
"Hey kenapa kau menganggap itu serius.Aku hanya bercanda" ucap Go Yuk Min.
Setelah kami selesai memakan makan siang kami, kami langsung bergegas pergi menuju kelas.
Disaat jam pelajaran yang belum dimulai, Kim Seo Hyun pergi keluar kelas.
Dan saat itu aku bertanya kepada Go Yuk Min mengenai Kim Seo Hyun.
"Sebelumnya Ibu Lee memberi tahu ku bahwa Kim Seo Hyun adalah gadis yang dingin apakah itu benar?".
"Ya itu benar.Tapi dia juga akan terlihat baik jika kau memperlakukannya dengan baik kepadanya.Tapi jika kah meperlakukannya dengan hal hal yang tak disukai olehnya maka dia akan membalasnya jauh lebih buruk dari apa yang kau lakukan terhadapnya dan akan bersikap dingin" jawab Go Yuk Min.
Tak berapa lama bel pertanda pelajaran akan dimulai kembali sudah berbunyi dan sekarang Ibu Lee datang kekelas untuk memulai pelajaran.
Disaat jam belajar mengajar telah selesai, Aku yang sedang berjalan menuju luar sekolah untuk pulang kerumah melihat sebuah buku yang tergeletak ditanah.Aku pun tertarik untuk melihatnya dan ku ambil buku itu.
Saat aku belum sempat membuka isi buku itu, aku melihat Kim Seo Hyun yang melintas di hadapanku dan dengan cepat ku masukkan buku itu kedalam ranselku.
Aku berpikir untuk mengajak nya pulang besama ku dan ku panggil dia"Kim Seo Hyun".Dan dia menoleh kebelakang.Aku pun menghampirinya.
"Ada apa kenapa kau memanggilku aku tidak punya waktu untuk berbicara denganmu cepatlah, aku harus pergi" ucapnya dengan dingin
Aku yang tadinya berpikir untuk mengajaknya pulang denganku langsung membatalkannya.Dan sekarang aku terpuruk dalam ketidak tahuan.Apa yang harus ku katakan kepadanya sekarang, aku tidak tahu.
"Apa yang ingin kau katakan apa kah kau tuli?"tanya Kim Seo Hyun.
Aku hanya terdiam sembari mengaruk garu kepalaku dan memandang kebawah.
Tiba tiba pandanganku teralih kesepatunya.Yang mana salah satu tali sepatuny tidak terikat.
Ku buat badanku yang tadinya berdiri langsung menjongkok untuk menyimpul tali sepatunya.
Setelah selesai aku pun berdiri kembali sembari berkata"Kau akan tersandung karan tali sepatu mu yang tak tersimpul".
Tanpa mengatakan apa pun Kim Seo Hyun langsung pergi meninggalkan ku.
"Setidaknya aku selamat kali ini" ucapku kepada diri ku sendiri.
Aku pun bergegas pergi pulang kerumah karna hari sudah sangat larut.
Sampai lah aku diluar pagar dan segera aku masuk kedalam rumah. Didalam rumah, diruang tamu Paman, bibi, dan Ibu ku sedang duduk di sofa menonton berita malam hari.Ku beri salam kepada mereka dan setelah itu pergi menuju kamarku.
__ADS_1
Di depan pintu kamarku, aku mendengar suara beberapa orang yang sedang tertawa dari dalam kamar Lee Eun Bi yang berada di seberang kamarku.Lebih tepatnya di depan kamarku.
Ku buka pintu kamar Lee Eun Bi dan didalam karmarnya kulihat Go Yuk Min dan Kim Seo Hyun dengan heran.Lee Eun Bi yang melihatku berada di ambang pintu menyuruhku untuk masuk dan bergabung dengan mereka.
Namun, aku belum melangkah masuk.Aku masih berada di ambang pintu.
"Ini adalah sahabatku yang seringa aku ceritakan kepadamu" ucap Lee Eun Bi.
"Aku sudah tahu dan kami sudah saling mengenal" ucapku dengan datar dan pergi meninggalkan mereka begitu saja tanpa berpamitan.
Didalam kamar, kuletakkan ransel sekolahku di atas meja belajarku dan ku jatuhkan badanku ke tempat tidur sembari mengelah nafas.
Aku sangat lelah hari ini.Setelah beberapa menit, aku pun mengganti pakaianku dan setelah itu turun menuju ruang tamu.
Diruang tamu kulihat Lee Eun Bi yang sedang sendirian duduk disofa ruang tamu memainkan ponselnya dan tetap menyalahkan televisi.Aku pun menghampirinya dan duduk disampingnya.
"Apa yang kau ketik " tanyaku kepadanya.
"Bukan apa apa hanya membalas pesan dari orang" jawabnya.
"Kenapa kau disini?, , , , , bukankah kau sakit?" ucapku heran.
"Tidak lagi, , , sekarang aku sudah membaik" jawabnya.
"Kau tak tahu bahwa Kim Seo Hyun dan Go Yuk Min adalah sahabatku?" tanyanya.
"Tidak" jawabku sembari memegang remot Televisi untuk mengganti siaran.
"Hooh, , , mereka juga mengatakan hal yang sama" ucapnya.
"Bagaimana bukan kah aku mengatakan hal yang benar tentang Kim Seo Hyun?" tanyanya lagi.
"Ya kau memang benar, , , dia memang orang yang dingin" jawabku.
"Jika kau mengatakan hal yang baik kepadanya dia tidak akan bersikap dingin kepadanya.Terkadang persaannya juga tidak baik, karna itu dia bersikap dingin" Ucap Lee Eun Bi.
"Kau mengenal Park Soo Ji?" tanyaku kepadanya.
"Ya, , , , dia adalah orang yang tak menyukai Kim Seo Hyun dan begitu juga dengan Kim Seo Hyun" jawabnya.
"Mengapa?" tanyaku.
"Ayahnya dulu menembak Ayah Kim Seo Hyun tanpa sebab.Tapi dari info yang ku dapat, itu karna dulu saat kami masih duduk dibangku SMP ayah Park Soo Ji mencurangi perusahaan dan saat dia itu Ayahnya Kim Seo Hyun berusaha membantu rekan kerja Ayah Park Soo Ji yang akan dituduh bersalah atas hal itu yang sebenarnya tidak dilakukannya.Ayah Kim Seo Hyun berusa menolong rekan itu dan Ayah Soo Ji menjadi tersangka dalam mencurangngi perusahaan.Sejak saat itu Park Soo Ji dan Kim Seo Hyun bertengkar dan bahkan Keluarga Park Soo Ji tidak menyukai keluarga Kim Seo Hyun" ucap Lee Eun Bi.
"Apa pekerjaan Ayah Kim Seo Hyun?" tanyaku.
"Ayahnya seorang tentara dan Ibunya Seorang Dokter di Rumah Sakit terbesar dikota ini" jawab Lee Eun Bi.
__ADS_1
"Sudalah jangan bertanya lagi aku harus tidur besok aku akan masuk sekolah" ucapnya dan beranjak pergi meninggalkanku sendiri.
Saat kulihat waktu di jam tanganku sudah pukul 12:40, aku pun bergegas kekamar untuk tidur.