
Sekarang sudah pukul 01:25, kami menghentikan tugas kami dan akan melanjutkannya besok.Aku pun mulai memasukkan semua buku ku kedalam ranselku.Saat aku ingin mengambil beberapa buku yang ada dimeja, Buku aneh yang ku temui di sekolah saat pertama kali masuk sekolah, terjatuh dari atas meja.Aku pun mengambil buku itu.Saat aku mengambil buku itu, aku terdiam, heran. Halaman pertama buku itu terbuka dan terdapat tulisan"Berikan Keadilan Untukku".Aku pun menunjukkannya kepada Go Yuk Min dan Kim Seo Hyun.Go Yuk Min sangat heran dengan buku itu dan dia mengatakan"Bukankah buku ini tidak ada tulisannya".
"Aku juga tidak tahu" jawabku.
"Lihat itu.....disana ada nama pengirimnya" ucap Kim Seo Hyun.
Aku pun melihat nama pengirim itu dan ternyata dia adalah Park Hoo Jin.Dibawah tulisan tersebut terdapat nama pelakunya yaitu Paman dan Bibi Park Hoo Jin.
Kami semua terkejut dengan tulisan yang ada dibuku itu.Kami sangat penasaran dengan buku yang kutemui ini.
"Apakah Park Hoo Jin menyuruh kita untuk membantu dia membalaskan perbuatan Paman dan Bibinya?" tanya Go Yuk Min.
"Aku rasa juga begitu" ucapku.
"Baiklah kita harus melakukannya" ucap Kim Seo Hyun dengan tegas.
Aku langsung melihat Kim Seo Hyun dan begitu juga dengan Go Yuk Min dia juga melihata kearah Kim Seo Hyun.
"Tapi bagaimana kita bisa membawa Paman dan Bibi itu kedalam penjara?" tanya Go Yuk Min sedikit khawatir.
"Kita buat rencana pasti akan berhasil.Jika kita bersama semuanya akan berjalan lancar" jawab Kim Seo Hyun.
"Baiklah kita akan melakukannya" ucapku.
"Yah...aku akan ikut bergabung" ucap Go Yuk Min.
Tiba tiba terdengar suara pria yang bertanya dengan tegas"Rencana apa?.....apa yang akan kalian lakukan?"tanya pria itu.
Saa aku melihatnya aku berpikir bahwa pria yang memakai seragam tentara itu adalah Ayah Kim Seo Hyun.
"Hem.....rencana melakukan tugas kelompok.Kami diberi tugas oleh Ibu Lee" jawab Kim Seo Hyun dengan gugup.
"Ooh begitu...lanjutkan lah Ayah akan pergi" ucap Ayah Kim Seo Hyun.
Ayah Kim Seo Hyun pun pergi.Kami yang tadinya merasa sangat ketakutan karna kami pikir bahwa Ayah Kim Seo Hyun mendengar pembicaraan kami langsung terdiam.Dan kami berencana akan melakukannya sepulang sekolah besok.
Karna sudah larut malam, Aku berpamitan untuk pulang kerumah.Bersama denganku, Go Yuk Min juga berpamitan pulang.
Sampailah aku dirumah.Ibuku sudah menunggu kedatanganku diruang tamu bersama dengan Bibiku.Kuberi salam kepada mereka berdua lalu pergi kekamar.
__ADS_1
Dikamar, aku langsung menjatuhkan tubuhku kekasurku yang empuk.Kuhelah nafas panjang dan tersenyum sembari mengatakan"hari yang sangat melelahkan".Selanjutnya aku pergi kekamar kecil untuk mandi dan bersiap siap untuk tidur.
Pagi hari, disekolah.Aku yang sedang duduk di kursiku tengah membaca buku langsung berhenti karna Pak Choi seorang guru Bahasa Korea sudah datang untuk memulai pelajaran.
"Apa kah kalian sudah membawa buku yang kusuru sebelumnya" ucap pak Choi kepada murid murid kelas 1-2.
Mendengar itu, aku merasa khawatir karna buku yang dimaksud oleh pak Choi, aku meninggalkannya dirumah.Saat ku lihat yang lainnya, ternyata Go Yuk Min juga meninggalkannya.Dan bahkan Siswi yang rajin pun meninggalkannya.Kami dihukum oleh pak Choi.Pak Choi menyuruh kami untuk membersihkan kelas 1-3 yang saat ini ruangannya dalam keadaan kosong.Karna semua murid 1-3 akan belajar sehari penuh diruangan Seni.
Kami pun membersihkan kelas 1-3 sebagai hukuman.
"Kenapa dengan pak Choi, dia menyuruh kita untuk membersihkan kelas muridnya" ucap Go Yuk Min kesal.
"Itu semua salahmu.....seandainya kau membawa buku itu pasti kau tidak akan dihukum" ucap Kim Seo Hyun dengan datar.
Kami pun mulai membersihakan ruangan kelas itu.Saat Kim Seo Hyun tengah membersihkan loker kelas, satu loker milik murid 1-3 terbuka dan baranga barang yang ada didalamnya berjatuhan.
Dengan bantuan Go Yuk Min, Kim Seo Hyun meletakkan barang barang itu kembali ketempatnya.
"Park Hoo Jin....." ucap Kim Seo Hyun.
Mendengar itu, aku pun melihat kearah mereka dan menghampiri mereka.
"Apakah loker ini milik Park Hoo Jin?..." tanya Kim Seo Hyun sembari memegang sebuah buku.
Aku pun melihat nama yang ada didalam loker itu.Dan ternyata loker itu memang milik Park Hoo Jin.
"Apakah itu milik Park Hoo Jin?" tanyaku.
Kim Seo Hyun memberikan buku itu kepadaku.Kulihat dihalam pertama terdapat tulisan"Jangan lakukan itu lagi kepadaku.Aku sudah tidak tahan".
Selanjutnya kubuka, terdapat tulisan"Aku sangat membenci paman dan bibi yang memperlakukan ku seperti binatang".Kubuka lagi halaman selanjutnya terdapat tulisan"Sekarang aku tidak akan diam lagi.Aku harus berani melakukannya.Bantu aku Ayah, Ibu.Bantu lah anak mu ini".Tulisan yang satu ini ditulis saat hari kematiaannya.Terdapat tulisan diatas lembar buku itu tanggal 03.
Setahu kami, Park Hoo Jin tewas pada tanggal 04 pagi harinya.Tapi pada pagi hari itu, Park Hoo Jin sudah terlihat tak berdaya diapartemennya.
"Apa mungkin sebelum pulang kerumah, Park Hoo Jin menulis tulisan dibuku ini terlebih dahulu.Dan melerakkannya di dalam Lokernya?" ucap Kim Seo Hyun.
"Mungkin saja... " ucapku.
"Sekarang semuanya sudah terpecahkan bahwa Paman dan Bibinya lah yang mebunuhnya" ucap Go Yuk Min.
"Tidak....ini belum selesai.Kita harus membuat mereka mengaku atas perbuatan mereka terhadap Park Hoo Jin" ucapku.
"Ya...yang dikatakan Lee Jin Hyun benar.Bukti ini tidak terlalu kuat.Ini hanya bukti bahwa selama ini Park Hoo Jin selalu di sakiti oleh Saudaranya.Buku ini tidak menyatakan bahwa mereka dalah pembunuhnya" ucap Kim Seo Hyun serius.
__ADS_1
"Baikla kita harus memulai rencana kita" ucap Go Yuk Min.
Kami pun mulai membersihkan kelas.Karna sebentar lagi jam pelajaran Pak Choi akan berakhir.
Akhirnya siap lah kami menjalankan hukuman dari pak Choi.Kami langsung pergi menuju kelas dan duduk dikursi masing masing.Kuhelah nafasku karna bersyukur telah selesai menjalankan hukuman.
"Apakah Kalian baik baik saja?" tanya Lee Eun Bi.
"Apakah kau tidak melihat bahwa kami sangat kelelahan" ucap Aku, Kim Seo Hyun dan Go Yuk Min dengan kompak.
"Wah...kalian sangat kompak" ucap Lee Eun Bi.
Aku dan Go Yuk Min saling melihat kemudian meletakkan kepala kami dimeja dengan arah menyamping saling berlawanan.
Jam istirahat telah tiba.Saat itu, kami cepat cepat pergi kekantin karna rasanya sangat melelahkan setelah menerima hukuman dari Pak Choi.
Kami pun menikmati makan siang kami sudah disediakan oleh penjaga kantin sekolah.Saat sedang menikmati makanan, Seorang siswi bersama dengan tiga orang lainnya datang menghampiri meja kami yang dipenuhi dengan lelucon dan tawa yang dilakukan oleh Go Yuk Min kepada Kim Seo Hyun.Mereka adalah orang yang perna menghina Kim Seo Hyun saat pertama kali masuk sekolah.
"Lihatlah gadis dingin ini.....dia sekarang sudah mulai tertawa semenjak kedatangan Lee Ji Hyun.Aku sangat takut jika dia akan menjadi orang seperti Lee Eun Bi.Orang yang pendiam dan sangat mudah terpengaruh" ucap Siswi yang bernama Park Soo Ji itu.
"Hey apa yang kau katakan.Pergilah dari sini.Kenapa kau selalu ikut campur dengan kehidupan Kim Seo Hyun" ucap Go Yuk Min marah.
Park Soo Ji dan tiga temannya pun pergi meninggalkan kami.Kim Seo Hyun hanya terdiam melihat kearah makanannya.
"Sudalah Kim Seo Hyun" ucap Lee Eun Bi memegang pundak Kim Seo Hyun.
"Hemm...." Ucap Kim Seo Hyun tersenyun kearah Lee Eun Bi lalu melanjutkan makanannya.
Setelah selesai, Kami langsung pergi untuk berjalan jalan melihat lihat lingkungan sekolah.Saat ini, kami sedang ada di dekat lapangan bola basket.
"Hey Lee Ji Hyun apakah kau pandai bermain bola basker?" tanya Go Yuk Min kepadaku.
"Mari bertanding" ajak Go Yuk Min
"Baiklah" jawabku.
"Kim Seo Hyun jadilah pendukungku.Dan kau Lee Eun Bi jadilah pendukung sepupumu Lee Ji Hyun" ucao Go Yuk Min.
Kami pun mulai bermain.Tanpa kuketahui, ternyata Go Yuk Min sangat ahli dalam bermain bola basket.Dan akhirnya dialah yang memenagkan permainan ini.Kim Seo Hyun dan Lee eun Bi berlari menghampiri kami yang masih ada dilapangan.Saat itu, Go Yuk Min merasa sangat senag dan dia memeluk erat Kim Seo Hyun dengan senyuman yang lebar.
"Apa yang kau lakukan?" tanya Kim Seo Hyun melepas pelukan Go Yuk Min.
"Ma...maaf.Aku sangat senag" jawab Go Yuk Mi dengan gugup.
__ADS_1
Saat itu juga, aku teringat kembali disaat aku juga memeluk Kim Sei Hyun tanpa pikir panjang diruangan klub kedokteran.Saat mengingat kembalu kejadian itu, aku pun tersenyum senyum sendiri sampai sampai mereka heran dengan ku dan menayakan apa yang terjadi denganku.Aku pun menjawab"Buka apa apa"dengan tersenyum.
Kami pun kembali kekelas karna pelajaran sebentar lagi akan dimulai.