
Chapter 24
Kesadaran Lin Tian pun perlahan menghilang dan ucapan terakhirnya sebelum mati adalah "Dasar Iblis Sialan".
Lin Tian pun muncul di sebuah ruangan putih yang hampa dan tidak ada apa-apa.
Lin Tian pun bingung berada dimana dia sekarang ini, lalu dia pun mencoba memanggil seseorang.
"Hey! Apakah ada seseorang disana?" Ucap Lin Tian yang berteriak mencoba memanggil seseorang.
Lin Tian sudah mencobanya berkali-kali akan tetapi tidak ada respon sama sekali.
Dia pun pantang menyerah dan mencoba memanggil seseorang lagi, akan tetapi tiba-tiba saja ada suara misterius.
"Percuma saja kau memanggil seseorang, karena tidak akan ada seseorang pun disini kecuali kau dan aku." Ucap suara misterius itu.
"Si-siapa kau?!" Ucap Lin Tian yang kaget saat mendengar suara misterius itu, dan dia juga merasakan tekanan yang cukup berat saat suara itu berbicara.
"Aku? Kau tidak perlu tau siapa aku." Jawab suara misterius itu dengan santai.
"Aku disini hanya penasaran dengan mu "Lin Tian"." Ucap suara itu yang menyebutkan nama Lin Tian dengan jelas.
"Kau kenapa bisa tahu nama ku?! Siapa kau sebenarnya?!" Ucap Lin Tian yang kaget saat tahu kalau suara misterius itu mengetahui namanya.
"Mengetahui namamu itu adalah hal yang mudah Lin Tian." Ucap suara misterius itu.
"Beritahu aku siapa kau sebenarnya! Atau kau akan mati!" Ucap Lin Tian yang mencoba menggertak suara misterius itu.
"Kau ingin membunuhku? Jangan bercanda Lin Tian." Ucap suara misterius itu dengan santai dan menganggap bahwa ucapan Lin Tian hanya candaan belaka.
"Jika kau ingin membunuhku, kau setidaknya harus bisa menghancurkan alam semesta." Lanjut suara misterius itu.
"Tapi sepertinya menghancurkan sebuah Alam semesta saja tidak akan cukup untuk membunuhku." Lanjut lagi suara misterius itu dengan santai.
Lin Tian yang sedari tadi mendengarkan ucapan suara misterius itu pun kaget saat mendengar kata "Alam semesta".
__ADS_1
"A-apa?! Alam Semesta?!" Ucap Lin Tian yang kaget saat mendengar kata "Alam semesta".
"Ya, Alam Semesta. Apa kau tidak tahu apa itu Alam Semesta?" Ucap suara misterius itu.
"Ti-tidak! Bukankah di dunia kultivator hanya ada alam bawah, alam fana, alam immortal, alam dewa, dan alam surga saja?" Ucap Lin Tian yang bingung.
"Oh! Sepertinya kau sudah tahu apa itu Alam Semesta dari kehidupan mu sebelumnya ya?" Ucap suara itu yang lagi-lagi mengejutkan Lin Tian.
"Ka-kau bagaimana bisa-" ucap Lin Tian yang kaget karena suara itu bisa mengetahui kalau dia itu bereinkarnasi.
"Hahahaha!! Tidak usah terkejut begitu Lin Tian, bagiku mengetahui identitas dan asalmu itu sangat mudah." Ucap suara misterius itu.
"Aku hanya perlu berjalan untuk pergi ke masa lalu ataupun masa depan kau tau." Ucap suara misterius itu.
"Tapi kalau kau mencariku di masa lalu kau tidak akan bisa menemukanku, karena aku hanya ada di masa kini." Ucap suara misterius itu.
Lin Tian yang sedari tadi mendengarkan pun terkaget terus menerus karena pernyataan suara misterius itu.
Lin Tian pun terpikirkan sesuatu. 'Bagaimana ya kabar System?' Tanya Lin Tian dalam hati.
"Hey Lin Tian, kalau kau mencari sesuatu yang kau sebut System itu, dia sudah ku matikan untuk sementara." Ucap suara misterius itu.
Lin Tian pun lagi-lagi kaget saat tahu kalau suara misterius itu tahu kalau dia sedang mencari System.
"Baiklah... Kalau begitu apa mau mu wahai suara misterius?" Tanya Lin Tian kepada suara misterius itu.
"Keinginanku? Aku hanya ingin melihat perjalanan mu, walaupun aku sudah tahu bagaimana masa depan mu." Ucap suara misterius itu.
"Yah... Intinya aku hanya penasaran dengan dirimu dan perjalananmu." Ucap suara misterius itu.
"Tapi bukankah kau sudah tidak bisa menyaksikan perjalananku? Karena aku kan sudah mati." Ucap Lin Tian kepada suara misterius itu.
"Hahahaha! Itulah kau, mati karena kebodohanmu sendiri." Ucap suara itu sambil tertawa terbahak-bahak.
"Hehehe... Iya sih, karena aku terlalu meremehkan musuhku jadinya aku mati deh." Ucap Lin Tian yang agak malu saat menyadari kebodohan nya sendiri.
__ADS_1
"Hahaha! Sudahlah, kau memang mati, tapi aku akan menghidupkanmu kembali jadi kau tenang saja." Ucap suara itu dengan santai.
"Menghidupkanku kembali? Tapi bagaimana caranya?" Tanya Lin Tian yang bingung.
"Ya tenang saja, aku bisa memanipulasi kehidupan dan kematian, jadi sudah pasti aku bisa menghidupkan mu." Ucap suara itu.
"Baiklah kalau begitu, tetapi bukankah kalau kau menghidupkan ku kembali aku akan tetap mati karena dibunuh oleh para Iblis itu?" Tanya Lin Tian kepada suara misterius itu.
"Tenang saja, aku akan melepas hukum alam yang ada pada mu saat kau bangkit nanti, jadi kekuatanmu akan meningkat drastis." Ucap suara itu.
"Dan juga aku akan memberimu beberapa hadiah kecil yang pasti akan membantumu." Lanjut suara misterius itu.
"Baiklah kalau begitu." Ucap Lin Tian menyetujui pernyataan suara misterius itu.
"Oh ya, kalau kau ingin informasi tentang identitas ku dan dunia ini, kau bisa pergi ke sebuah goa yang ada di alam surga." Ucap suara misterius itu.
"Dan juga kalau kau ingin pergi ke goa itu, kusarankan kau harus berada di ranah Jendral Dewa puncak, atau ranah Raja Dewa." Ucap suara misterius itu.
"Oh! Dan juga kuyakin kau sudah tau ranah kultivasi yang paling puncak itu apa." Ucap suara misterius itu.
Lin Tian pun hanya bisa mengangguk dan menyetujui semua ucapan suara misterius itu, karena dia tidak dikasih kesempatan untuk berbicara oleh suara misterius itu.
"Dan satu lagi sebelum kau hidup kembali, jangan lupa akan diriku ya!" Ucap suara misterius itu.
"Ya! Tentu saja aku tidak akan lupa wahai suara misterius." Ucap Lin Tian, lalu perlahan Lin Tian menghilang dari tempat itu.
"Dan kuucapkan terimakasih, wahai suara misterius." Ucap Lin Tian kepada suara misterius itu, sebelum dirinya menghilang dari tempat itu.
.....
Lin Tian pun terbangun dari kematiannya dan terlihat tubuhnya yang sudah bolong-bolong karena di tusuk oleh tombak, pedang, dan semacamnya.
Lalu tiba-tiba saja Lin Tian mendapat notice dari System.
{Bersambung...}
__ADS_1