Demi Duit Tiga Ratus Ribu Aku Hamil

Demi Duit Tiga Ratus Ribu Aku Hamil
bab 8 pernikahan dara dan rudi


__ADS_3

pagi pagi sekali Maya sudah bangun mengurusi segala keperluan ibunya karena hari ini adalah hari pernikahan dara rencananya Maya, Desi dan lira akan menghadirinya.


hu... Maya menghela napas gimana ya nanti setelah malam itu baru ini mau ketemu sama mas Rudi lagi kenapa jadi gugup ya, gak gue gak boleh gugup tapi ko ahkir ahkir ini badanku terasa lemas dan sering pusing ya, ah mungkin hanya kecapean kali.


setelah selesai mengerjakan pekerjaan rumah dan mengurus ibunya mayapun bergegas mandi. setelah selesai mandi mayapun memakai baju dan merias wajahnya tipis ya Maya memang anak yang cantik biarpun dandan alakadarnya dia sudah terlihat cantik.


setelah selesai mayapun bergegas pergi menemui Desi dan lira dikosan. seperti biasa Maya pergi tanpa pamit dan kakaknya juga diam aja gak perduli.


setelah sampai di kosan Desi merekapun langsung berangkat ke rumah dara.


sampai di rumah dara merekapun di sambut kedua orangtua dara dan menyuruh mereka menemui gadis itu di dalam kamar sedang di rias karena sebentar lagi akat nikah akan berlangsung.


hai dara lu cantik bangat ujar Maya.


masa sih jawab dara sambil tersipu malu.


iya cantik bangat kata Desi dan lira.


kalian udah lama sampai.


belum baru juga sampai kami langsung masuk kamar ujar lira


sumpah gue seneng bangat kalian datang.


kami juga senang menjadi saksi pernikahan lu Ra ucap Maya.

__ADS_1


begitulah mereka mengobrol sambil bercanda menunggu mempelai pri datang.


setelah beberapa saat ibunya darapun masuk menyuruh dara keluar karena Rudi sudah sampai dan ijab akan segera di langsungkan.


sedangkan Rudi lagi grogi takut salah dalam mengucap ijab nanti, biarpun ini bukan yang pertama buat Rudi mengingat dara adalah istri keduanya yang akan dinikahi secara sirih namun tetep saja rudi dek- dekan.


darapun keluar bersama ketiga sahabatnya.


Rudi melirik Maya sekilas dan beralih menatap dara. dalam hati Rudi berucap wah dara cantik bangat gak sia sia saya menunggu harus menikah dulu baru bisa menyentuhnya gak kayak Maya di kasi duit dikit udah telentang dah gak perawan lagi, mas yakin kamu masih perawan dara huh jadi gak sabar belah duren.


sah sah kata saksi dan kerabat dara yang ada di ruangan itu. dan sekarang dara sudah sah nenjadi istri kedua Rudi yang tentu saja istri pertama Rudi tidak tahu kalau suaminya menikah lagi.


selamat ya ujar Maya sabil cipika cipiki sama dara dan diapun salaman sama Rudi tiba tiba Maya mau muntah pas dekat Rudi.


kenapa may kata lira juga.


dah gak ada apa gue baik baik aja kayaknya cuma masuk angin aja.


may, Des, lira kalin makan aja dulu gih, lu may masuk angin belum sarapan kali tadi.


he he udah ko.


para kerabat dan juga tetangga dara akhirnya di persilahkan untuk menyantap hidangan yang telah di sediakan dan gak ketinggalan Maya, Desi dan juga lira.


sedangkan Rudi gak henti hentinya tersenyum dan merangkul pinggang dara sambil berbisik mas gak sabar lagi menunggu malam mau belah duren.

__ADS_1


mendengar itu darapun tersipu malu sambil mencubit pinggang Rudi dan berbisik malu mas kalau di dengar orang.


biarin toh kamu kan istri mas.


iya tau sabar napa.


ya iyalah mas gak sabar lagi mendengar kamu uh ah uh nanti di kamar.


mas udah lagi malu kalau sampai ada yang denger kata dara, saat itu juga kalau ada yang merhatiin muka dara udah kayak kepiting rebus.


saat makan Maya gak selera kepalanya pusing lemas kayak mau muntah, dan akhirnya diapun selesai.


Des Li gue ketoilet dulu ya.


iya kata Desi dan lira, mayapun pergi ketoilet yang ada di bagian belakang rumah dara suasana sudah mulai sepi para tetangga sudah pada pulang tinggal kerabat dekat dara aja yang masih itupun didepan semua.


sampai di depan toilet Maya kaget tiba tiba pintu terbuka dan keluarlah Rudi yang juga kaget melihat Maya.


mulanya mereka saling diam dan rudipun memulai berkata may awas ya jangan sampai dara tau kejadian malam itu.


entah kenapa pas papasan sama Rudi Maya tiba tiba mual dan lari ketoilet dan memuntahkan isi perutnya.


Rudi yang melihat itu merasa heran dan berucap bodo ah, sambil jalan Rudi memikirkan Maya barusan apa jangan jangan dia hamil tapi Rudi tepis lagi ahh dia kan saya bayar bisa juga dia hamil anak orang lain dalam hati rudi.


setelah sore Maya Desi dan juga lirapun pamit sama dara dan juga kedua orangtuanya.

__ADS_1


__ADS_2