
pagi pagi sekali maya sudah bangun seperti biasa gadis itu melakukan aktivitasnya setiap hari beres beres rumah mengurus segala keperluan ibunya sebelum berangkat kerja.
entah kenapa pagi ini terasa berat buat Maya kepala pusing badan lemas mual.
apa gue hamil ya kok mual bangat bulan ini juga gue belum datang bulan ah sebaiknya pulang kerja gue beli tespek aja kali ya.
mayapun sudah menyelesaikan pekerjaan di rumah diapun bersiap siap berangkat kerja biarpun dia lemas dan pusing gadis itu tetap berangkat kerja seperti biasa.
sesampainya di tempat kerjanya mayapun bertemu dengan Desi dan lira diapun curhat tentang apa yang di rasakan ya.
merekapun menganjurkan Maya untuk membeli tespek.
setelah pulang kerja mayapun diantar Desi dan lira ke apotik yang dekat kosan Desi. gadis itupun membeli tespek dua biji dan merekapun langsung menuju kosan Desi.
setelah sampai mayapun segera mengeluarkan tespek tersebut dan dia pergi ke kamar mandi dan menggunakan alat tersebut, setelah beberapa saat akhirnya muncul garis dua yang artinya Maya positip hamil. saat itu juga Maya langsung lemas menangis.
desi dan lirapun panik may kenapa ayo keluar hasilnya apa kata mereka berdua.
tiba tiba mayapun membuka pintu kamar mandi sambil menangis.
desipun langsung menyambar tespek yang ada ditangan Maya dan melihatnya gadis itupun langsung membelalakkan matanya.
lirapun penasaran dan mengambil benda itu dari tangan Desi diapun sama kayak Desi kaget dan membisu.
setelah beberapa saat mereka saling membisu yang terdengar hanya isakan Maya akhirnya Desi bertanya may siapa bapak dari anak itu hah katanya.
mayapun tambah kencang nangisnya .
may ayo kasitau siapa laki laki itu biyar kita pinta pertanggung jawabannya ujar lira.
__ADS_1
may jangan bilang kalau orang yang hamilin lu pria yang jalan sama lu sebulan yang lalu yang kasi lu duit tiga ratus.
sambil menangis mayapun menjawab iya Des dia bapak dari anak ini.
may katakan siapa orangnya kata lira.
gimana ini Des Li kakak gue pasti marah besar kalau gue di usir dari rumah itu bagaimana dengan nyokap gue.
may ayo kasi tau dong biyar kita minta pertanggung jawaban pria itu ujar Desi.
sambil menangis mayapun menjawab Rudi ya mas Rudi yang sudah memberi gue uang dan menghamili gue dia adalah bapak dari anak ini.
apa.....
kata Desi dan lira bersamaan.
may lu bego bangat sih udah tau Rudi itu aki aki kegatalan pacar dari sahabat lu dari SMA yang lu juga udah tau mereka akan menikah saat itu ko bisa lu mau di hamili begini may ujar Desi marah.
gue mau mati ja Des Li ujar Maya.
hus lu ngomong apaan sih gak boleh ngomong gitu anak itu gak bersalah kata Desi.
may lu jangan putus asa begitu dong tenang ada gue sama Desi yang akan mendukung lu kami akan bantu lu sebisa kami.
sekarang kita tenang dulu mana hp lu mau ujar Desi.
mayapun mengeluarkan hpnya.
hubungi dia ujar Desi.
__ADS_1
mayapun menghubungi rudi, tersambung tapi gak di angkat. gadis itupun menghubungi rudi kembali dan rudipun mengangkat telfon Maya.
halo
halo mas ujar Maya
ada apa may nelfon
mas Maya hamil kamu tanggung jawab dong mas kata gadis itu.
ha ha ha apa may tanggung jawab enak aja kamu aja saya bayar ko.
tapi mas kata Maya. gadis itu belum menyelesaikan ucapannya telfon sudah di matikan rudi.
myapun tambah nangis merasa putus asa dia tidak tau lagi harus berbuat apa.
udah may gak usah nangis lagi sekarang lu harus kuat demi anak ini ujar lira.
lu harus bisa menghadapi ini semua ada gue yg akan selalu mendukung lu di samping lu may.
mayapun ngelap air matanya dan berucap benar kata lu Des gue harus kuat demi anak ini mungkin ini adalah hukuman karena kebodohan gue ujar gadis itu.
udah sore ni gue pulang dulu ucap lira, tar Tante gue ngoceh lagi.
tunggu Li gue juga mau pulang bareng aja kata Maya.
ya udah ayo kata lira.
Des kami pulang dulu kata lira.
__ADS_1
iya hati hati ya.