
Sesampai di wilayah akademi sihir iblis, Ask berbicara kepada penjaga gerbang, bahwasannya dia ingin mendaftar di akademi sihir tersebut. Lalu penjaga gerbang pun melapor kepada kepala sekolah akademi, bahwasannya ada anak pemuda datang untuk mendaftar. Setelah beberapa waktu berlalu, tak lama kemudian gerbang pun dibuka, di balik gerbang terdapat beberapa pengajar yang menyambut ask dengan ramah, namun ada salah seorang guru yang melihatnya dengan tatapan sinis.
Ask pun masuk, dan memperkenalkan diri kepada para pengajar, serta tersenyum melihat orang yang memandangi nya dengan sinis tadi. Para pengajar menjelaskan kepada Ask tentang aturan dan tradisi yang sudah sangat lama dipatuhi oleh para siswa akademi dan para pengajar lainnya.
Para pengajar menjelaskan, bahwasannya pendaftaran sekolah sudah ditutup dua hari yang lalu, namun karena kepala sekolah ingin melihat bakat dari seseorang pengembara yang datang dan meminta untuk ikut belajar di akademi sihir, kepala sekolah pun mengizinkan Ask untuk masuk akademi dengan syarat ujian tes, baik sihir maupun ilmu pengetahuan tentang sihir.
Tanpa pikir panjang Ask mengucapkan rasa Terima kasihnya, dan mengikuti arahan dari pengajar. Para pengajar menjelaskan kepada Ask, untuk tes sihir Ask harus menghancurkan objek yang sudah di letakkan di wilayah latihan, objek tersebut berupa batu mana, yang tidak mudah untuk dihancurkan hanya dengan serangan biasa.
Dan untuk tes sihir yang kedua, Ask hanya perlu meletakkan tangannya di atas batu mana besar yang sudah dipersiapkan untuk mengukur kekuatan sihir yang dimiliki Ask, serta untuk meletakkan Ask berada pada kelas berapa.
Ask pun mengikuti tes pertama tanpa adanya rasa gugup, para pengajar pun memuji atas ketenangan yang Ask miliki, namun pengajar mengatakan kepada Ask bahwasannya Ask harus serius untuk mengikuti tes agar bisa lulus seleksi penerimaan. Sesampainya di tempat pelatihan, pengajar pun memberi intruksi kepada Ask.
Setelah mendengar intruksi yang dijelaskan, Ask berpikir bahwasannya ujian tes sihir ini terlalu mudah bahkan untuk kelas pemula, tanpa pikir panjang pun Ask mengeluarkan salah satu sihir ciptaannya yang dinamakan dengan divine micille, melihat sihir yang Ask keluarkan, para pengajar hanya bisa terdiam dan kaget dengan kemampuan yang Ask miliki, bahkan sihir tersebut belum pernah dilihat oleh para pengajar.
Ask pun melepaskan sihir nya, lalu menargetkannya ke batu mana yang sudah dipersiapkan, dan seketika..... BOOOOMMMM, terjadi ledakan besar. Kejadian tersebut membuat seisi akademi panik, bahkan kepala sekolah sampai turun tangan untuk melihat kejadian tersebut.
Para pengajar yang tadinya kaget, terkagum dengan kehebatan sihir Ask, dan tak lama kemudian kepala sekolah pun muncul di tempat pelatihan, lalu bertanya kepada pengajar tentang kejadian yang baru saja terjadi.
Setelah para pengajar menjelaskan kepada kepala sekolah, kepala sekolah pun berbicara kepada Ask, dan menyampaikan bahwa Ask tidak perlu mengikuti ujian pengetahuan, tapi Ask tetap harus ikut dalam tes pengukuran pada batu mana besar.
Ask pun tersenyum dan tertawa, Ask berkata kepada kepala sekolah, "hahaha......ternyata seperti ini juga lumayan menyenangkan ya. ".
Sesampai di tempat pengukuran, kepala sekolah berkata kepada Ask agar mengeluarkan semua energi sihirnya untuk di masukkan ke dalam batu mana besar, agar hasilnya bisa diperoleh dengan tepat.
__ADS_1
Ask mengikuti saran yang disampaikan kepala sekolah, tanpa pikir panjang, Ask pun melangkah ke arah batu mana besar, baru melangkahkan kaki kanannya, mendadak batu mana retak karena tak sanggup menahan energi sihir yang dipancarkan oleh Ask, kepala sekolah dan pengajar bingung, kenapa batu mana tersebut mendadak retak, apakah batu mana nya rusak? bukankah sebelumnya masih baik- baik saja? jika batu mana tersebut retak dikarenakan sihir yang dimiliki Ask, kenapa para pengajar dan kepala sekolah tidak merasakan auranya.
Sebenarnya aura yang dikeluarkan oleh Ask, bisa diarahkan sesuai keinginannya, bahkan bisa menutupinya dari orang yang tidak dia kehendaki, makanya para pengajar dan kepala sekolah tersebut tidak merasakan adanya aura sihir yang dikeluarkan oleh Ask.
Setelah Ask melalui semua tes, akhirnya kepala sekolah beserta para pengajar sepakat untuk meletakkan Ask di kelas S, yaitu kelas yang diduduki oleh para ranked A+ ke atas, bahkan banyak pengajar yang meminta Ask agar mengikuti pembelajaran mereka.
Ask pun mendatangi kamar asramanya, serta berkeliling melihat kemewahan akademi dan murid berbakat lainnya. Di tengah perjalanan, Ask bertemu dengan salah satu bawahannya, yang ternyata sudah lebih duluan masuk ke akademi, namun Ask bersikap seolah tidak saling mengenal, dikarenakan Ask ingin menjalani akademi sesuai dengan kemauannya.
Keesokan harinya, pelajaran pertama Ask dimulai, Ask mengikuti pembelajaran kultivasi aura. Ask penasaran dengan kemampuan pedang para murid akademi, jadi Ask berencana untuk melakukan latih tanding nantinya. Banyak murid akademi yang berbakat dimata pengajar, bahkan sudah ada yang mencapai tingkatan sword master 6 pada usia yang muda.
Ask terkagum dan kecewa dengan apa yang dilihatnya, dia berharap dapat bertemu seseorang yang pantas untuk menjadi lawannya, oleh karena itu dia menantang pengajar kultivasi aura yang dikenal dengan kekejamannya terhadap murid, dan salah satu dari sepuluh pilar pendekar pedang.
Karena sikap Ask tersebut, banyak murid yang tidak Terima dan merasa jengkel dengan Ask, bahkan sempat ada murid yang menantang Ask agar latih tanding pedang tanpa adanya aturan, yang berarti latih tanding tanpa terikat tanggung jawab atau bisa dibilang memiliki kebebasan dalam pertandingan untuk memenuhi kehendaknya dan tidak perlu bertanggung jawab apabila lawan mengalami cedera, namun Ask menolaknya dengan alasan itu hanya membuang-buang waktu.
Melihat keberanian Ask, pengajar pun menerima tantangan Ask dan berkata agar Ask tidak menyesal karena sudah berani menantang pengajar bahkan seseorang yang dikenal dengan salah satu dari sepuluh pilar pendekar pedang. Ask tertawa dan berkata kepada pengajar tersebut, bahkan jika semua guru yang ada disini melawan ku, aku tetap akan menang dengan telak.
Tentu saja murid yang memperingatkan nya adalah salah satu bawahan Ask, yang bernama Yukai. Setelah mendengar peringatan itu, pengajar tersebut pun berkata, agar tidak terlalu sombong dan menyadari posisi masing-masing.
Persiapan pun selesai, Ask dan pengajar memasuki arena. Saat pertandingan dimulai, belum sempat berkedip, tiba-tiba pengajar tadi sudah tepar di tengah arena, dan para murid kebingungan dengan apa yang terjadi, karena mereka tidak menyaksikan apapun, kecuali seorang guru yang tepar dan pingsan, serta Ask yang hanya diam ditempat.
"tchh, kukira ini bakal menjadi pertarungan yang menyenangkan, ternyata ekspektasi ku terlalu berlebihan. "
"ya sudahlah, setidaknya aku tidak membuang waktuku dengan kegiatan yang sia-sia. " ucap Ask sambil menunjukkan rasa kecewa
__ADS_1
setelah latih tanding usai, Ask kembali berkeliling untuk mencari lawan yang menarik, karena dia tidak bertujuan untuk benar-benar belajar di akademi ini.
...***...
setelah berkeliling begitu lama, Ask pun akhirnya menemukan sebuah pembelajaran dengan murid-murid berbakat. Ask tertarik dengan sihir mereka yang meluap hingga keluar wilayah pelatihan sihir.
Ask pun masuk, lalu mengikuti pembelajaran sihir. Di akhir pembelajaran, pengajar sihir mengizinkan murid-murid untuk menunjukkan sihir yang sudah mereka pelajari di pembelajaran tadi.
Satu per satu murid mulai menunjukkan sihir yang sudah mereka pelajari tadi, yaitu lighting tune. Lighting tune terbentuk sesuai dengan tingkatan circle sihir dari masing-masing murid, semakin tinggi circle nya, semakin efektif kekuatan yang dihasilkan lighting tune.
Melihat semua itu, Ask pun memutuskan untuk menunjukkan sihir lighting tune buatan nya, dengan tingkat circle tertinggi, Ask membuat para murid serta pengajar mengarahkan pandangannya ke Ask.
"hey nak, bagaimana kau bisa membuat lighting tune yang sangat berbeda dari semua buku sihir pembelajaran yang sudah ku baca. Aku tidak pernah melihat lighting tune dengan jenis seperti yang kau punya"
"bolehkah ku tau, kau ini merupakan pengguna sihir dengan berapa circle? " tanya sang pengajar kepada Ask, dengan wajah penasaran
Ask tertawa serta memandang rendah para murid sihir.
"kalian sebut diri kalian penyihir? bahkan kalian tidak bisa menciptakan sihir yang kalian buat dengan transformasi kalian sendiri!"
"bagi siapapun yang bisa membuatku terkagum, bahkan bisa mengalahkan ku dalam duel, aku akan memberitahukannya kepada semua orang serta mengajarkan cara membuat sihir transformasi sendiri! " ucap Ask dengan lantang
Pengajar serta murid yang mendengar perkataan Ask pun merasa kesal, dan bercermin dengan dirinya. Namun pengajar tidak tinggal diam hanya karena mereka tidak bisa menciptakan sihir transformasi, bukan berarti mereka tidak layak disebut penyihir
__ADS_1
Pengajar pun berkata kepada Ask, agar mempersiapkan dirinya. Pengajar menantang Ask untuk duel sihir, dengan syarat janji di atas rune. Pengajar melakukan itu, agar Ask tidak mengingkari ucapan yang sudah dia lantangkan kepada semua orang yang ada di ruangan.
"baiklah wahai pengajar sihir yang terhormat, jangan sampai engkau menahan diri karena aku hanyalah seorang pemuda yang baru saja menginjak umur 15 th. Kerahkan semua kemampuan dan pengalaman yang sudah kau jalani sampai saat ini, jangan membuatku bosa ya.. " ucap Ask dengan santai