Di Atas Normal

Di Atas Normal
Ch 02


__ADS_3

Pangeran Ling Zhan masih menggendong Huang Xian sambil terbang,ilmu beladiri pangeran Ling Zhan pasti sudah sangat lah tinggi,terbukti dia tidak merasakan membawa beban meskipun harus terbang sambil menggendong Huang Xian.


Huang Xian tertidur dalam gendongan pangeran Ling Zhan mungkin terlalu lelah atau mungkin mabuk udara.


(author nya bingung,apalagi yang baca, muehehe).


Pangeran Ling Zhan terbang dengan menggunakan pedangnya,semua ini tentu tidak masuk akal untuk orang modern seperti Huang Xian.


Tapi dengan hobby membaca novel action nya,kurang lebih dia mengetahui kalau semua benda bisa menjadi kendaraan pada jaman dahulu kala (jamannya para pendekar).


Ada yang menggunakan tombak, pedang, samurai atau bahkan sepotong bambu bisa di jadikan sarana untuk terbang.


"Pangeran Xian,eeh bangun... sebentar lagi ada kedai di bawah sana,dari tadi perutmu bersuara mengganggu pendengaran ku !", kata pangeran Ling Zhan berusaha membangunkan Huang Xian.


Pelan-pelan Huang Xian membuka matanya,dan mengangguk pelan tanpa bersuara.


Memang benar dia sangat kelaparan,karena belum makan apa-apa dari kemaren sejak pulang sekolah hingga terjadi nya kecelakaan itu.


Pangeran Ling Zhan mendarat dengan indah dan menurun kan Huang Xian di depan kedai makanan tersebut.


Beriringan mereka memasuki kedai makanan dan sukses menjadi pusat perhatian,terutama penampilan Huang Xian dan seragam sekolahnya,jangan lupakan celana pendek nya sehingga menampilkan kaki jenjangnya dan sebagian luka-luka yang belum kering,namun wajah tampan Huang Xian tetap tidak dapat di sembunyikan meskipun ada sedikit luka di wajah nya.


Seorang pelayan menghampiri kedua tuan muda yang menarik perhatian seisi kedai karena paras rupawan nya itu, meskipun yang satu agak aneh dengan baju sekolah yang sudah pasti tidak ada dua nya di jaman itu.


(author ngakak membayangkan nya).


Yang satu lagi wajah datar berwibawa,lebih dewasa dan tidak kalah tampan nya.


"Tuan muda ingin memesan apa?",tanya pelayan itu dengan ramah.


"Sajikan makanan yang paling enak di sini,dan tolong belikan satu set baju untuk adek saya ini!",jawab pangeran Ling Zhan sambil memberikan koin emas pada pelayan tersebut.


"Apa itu cukup?",tanya pangeran Ling Zhan kembali.


"Cukup Tuan, tunggu sebentar,saya akan menyiapkan pesanan Tuan",jawab pelayan itu ramah sambil berjalan meninggalkannya meja mereka.


Huang Xian hanya menundukkan kepalanya,karena dia tau puluhan pasang mata sedang mengawasinya.


"Aiih menyebalkan sekali,aku jadi tontonan!"Huang Xian merutuk dalam hati.


Pangeran Ling Zhan yang faham dengan situasinya langsung menggebrak meja.


Braaaaak !!


Semua orang menoleh pada pangeran Ling Zhan.


"Lihat apa kalian,.. apa kalian mau mata kalian terlepas dari kepala kalian hah?!", teriaknya kesal sambil menggenggam pedang nya dengan erat.


Tampak wajah kesalnya karena menyaksikan ketidak nyamanan Huang Xian yang di tatap oleh mereka,dan Huang Xian sudah dia anggap sebagai adik nya sendiri sebagaimana pangeran Xian Xian.


Akhirnya orang-orang memilih untuk menghindari tatapan mematikan dari pangeran Ling Zhan.


Hanya dengan tatapan matanya saja,pangeran Ling Zhan mampu membuat seekor harimau lari tunggang langgang.


Ada aura membunuh pada setiap tatapan mata pangeran Ling Zhan.

__ADS_1


Namun tatapan matanya akan berubah menjadi lembut untuk orang-orang yang dia kasihi.


Pangeran Ling Zhan sangat menyayangi sepupu nya, yaitu pangeran Xian Xian.


Ayah pangeran Xian Xian adalah raja di kerajaan Qin,raja Xian Rong yang menikah dengan putri Zhao Lu.


Pangeran Ling Zhan adalah putra dari kakak perempuan raja Qin,putri Xian Yu yang menikah dengan jendral perang kerajaan Qin, Jendral Besar Ling Shen.


Semasa hidupnya, pangeran Xian Xian selalu bersama dengan pangeran Ling Zhan,kemanapun mereka pergi akan selalu bersama.


Pangeran Xian Xian bukan pangeran yang lemah,ilmu beladiri nya hampir selevel dengan pangeran Ling Zhan.


Mereka berdua berguru pada pendekar yang sama,hanya karena faktor usia saja yang membuat kedua orang tua pangeran Xian Xian mempercayakan pengawasan putranya pada saudara sepupunya tersebut.


Pangeran Xian Xian cenderung sembrono,sebagai seorang putra mahkota,dia sering seenaknya pergi berburu ke hutan-hutan yang terkadang letaknya lebih jauh dari kerajaan Qin.


Namun biasanya mereka akan pergi bersama,dan juga membawa pengawal prajurit-prajurit pilihan.


Na'as pada hari itu,pangeran Xian Xian pergi tanpa pangeran Ling Zhan karena pangeran Ling Zhan sedang ada tugas penting dari raja yang tidak dapat dia tolak.


Ibundanya, permaisuri Zhao Lu sudah melarang putranya untuk pergi berburu tanpa pangeran Ling Zhan,akan tetapi pangeran Xian Xian pergi tanpa menghiraukan larangan ibundanya, sehingga hilangnya pangeran Xian Xian dan seluruh pengawal nya,dan baru di temukan jasad para pengawalnya setelah beberapa hari kemudian.


Namun jasad pangeran Xian Xian tidak pernah di temukan.


Permaisuri jatuh sakit karena terlalu memikirkan putra mahkotanya yang tidak kunjung di temukan.


Sampai akhirnya pangeran Ling Zhan kembali dari tugas nya dan mendapatkan adik sepupunya sudah menghilang.


Permaisuri menaruh harapan besar pada pangeran Ling Zhan untuk bisa membawa putra mahkota kembali, meskipun itu hanya jasadnya.


Sampai akhirnya pangeran Ling Zhan menemukan Huang Xian yang mukanya sama persis dengan adik sepupunya itu.


Hati kecilnya menyakini bahwa Huang Xian itu reinkarnasi dari jiwa pangeran Xian Xian atau pangeran Xian Yuan.


Pelan-pelan pangeran Ling Zhan memberi tahukan tentang semua hal yang berkaitan dengan pangeran Xian Xian,berharap Huang Xian akan mengingat dirinya sebagai pangeran Xian Xian.


Sambil menunggu pesanan mereka datang,pangeran Ling Zhan mengajukan beberapa pertanyaan pada Huang Xian.


"Mulai sekarang, panggil aku dengan sebutan kakak atau Gege Zhan, dan aku akan memanggil mu dengan sebutan adik atau didi Xian,apa kamu mengerti?", tanya pangeran Ling Zhan dan hanya dijawab dengan anggukan kepala oleh Huang Xian.


"Apa kamu bisa ilmu beladiri?",kembali pangeran Ling Zhan mengajukan pertanyaan dan kembali hanya di jawab dengan anggukan kepala.


"Apa yang kamu bisa?", tanya pangeran Ling Zhan.


"Tawuran!",jawab Huang Xian cepat.


(jawaban spontan karena kerjaan Huang Xian dan kawan-kawannya adalah tawuran antar pelajar,jangan salah gaess,di cina juga ada tawuran pelajar).


"Apa itu, tolong jelaskan!", perintah pangeran Ling Zhan meminta penjelasan lebih detail.


"Emmm itu...ituuuu ... kita berantem gaya bebas membawa alat seadanya dan dilakukan secara massal!", jawab Huang Xian.


"Siapa yang kamu lawan?", tanya nya lagi.


"Murid sekolah lain", jawab Huang Xian singkat.

__ADS_1


"Kalian berdua banyak kemiripan,selain wajah yang sama persis dan kelakuan liar kalian itu.... sangat sama persis!",pangeran Ling Zhan menjentikkan ibu jari dan jari tengah nya.


"Beladiri apa yang kamu bisa?", tanya pangeran Ling Zhan lebih lanjut.


"Wu shu ,taek wondo,karate!", jawab Huang Xian.


"Baiklah, ingat setatusmu disini adalah seorang putra mahkota, tolong jaga sikap mu, sepertinya pesanan kita sudah tiba!",kata pangeran Ling Zhan sambil menunjuk beberapa orang pelayan yang menuju ke arah mereka membawa beberapa hidangan dan juga satu set baju untuk Huang Xian.


"Permisi,apa kami bisa meminjam kamar ganti?", tanya pangeran Ling Zhan pada pelayan yang membawakan baju baru untuk Huang Xian.


Pelayan itu mengangguk sambil menunjuk ke suatu ruangan.


Akhirnya Huang Xian mengganti seragam sekolahnya dengan pakaian baru.


Satu set baju hanfu (baju khas cina) yang di pesan pangeran Ling Zhan sangat pas di pakai oleh Huang Xian, sehingga saat ini penampilan antara pangeran Xian Xian dan Huang Xian sudah tidak dapat di bedakan lagi, kecuali rambut pangeran Xian Xian yang lebih panjang dan selalu di buat ekor kuda,namun itu tidak masalah karena pangeran Ling Zhan bisa menceritakan kepada bibi nya jika rambut pangeran Xian Xian terpaksa di potong karena nyangkut di pohon berduri sewaktu berlari di hutan karena di kejar hewan buas.


"Sempurna!",kata pangeran Ling Zhan yang nampak puas dengan penampilan Huang Xian.


"Hmm",Huang Xi'an hanya bergumam.


Setelah itu mereka menikmati hidangan yang sudah tersedia di atas meja.


Huang Xian makan dengan cepat karena sudah sangat kelaparan.


Pangeran Ling Zhan hanya geleng-geleng kepala menyaksikan " sepupunya" makan seperti orang kesurupan.


"A Xian pelan-pelan,di istana nanti jangan pernah makan seperti ini,bisa mati berdiri permaisuri melihatmu makan seperti ini!",kata pangeran Ling Zhan mengingatkan.


Huang Xian mengangguk tanda mengerti.


"Kalau sudah selesai, mari kita lanjutkan perjalanan!',kata pangeran Ling Zhan yang kembali hanya di jawab dengan anggukan kepala oleh Huang Xian.


Tiga puluh menit kemudian, Huang Xian sudah merasa puas dan kenyang.


Akhirnya dia mengajukan permohonan pada "sepupunya" itu.


"Tuan... eeh maksud saya,kak Zhan , bolehkah kita ke istananya jangan naik pedang lagi,karena aku belum terbiasa dengan semua itu,aku ingin naik kereta kuda, bolehkah?",pinta Huang Xian dengan muka melasnya.


(terlalu gengsi untuk mengakui kalo dia mabuk udara dan phobia ketinggian).


Pangeran Ling Zhan mengangguk tanda menyetujui permintaannya.


Padahal jarak tempuhnya akan semakin lama jika menggunakan kereta kuda.


Tapi Pangeran Ling Zhan tidak ingin membuat "sepupunya" merasa tidak nyaman,lagipula dia punya banyak koin emas untuk membeli sebuah kereta kuda.


Akhirnya pangeran Ling Zhan membeli kereta kuda dan membawa Huang Xian menuju istana kerajaan Qin.


#############################


Maafkan saya,ini tulisan masih tidak rapi.


Saya hanya menyalurkan hobby menulis saya,maaf jika typo bertebaran.


Selamat membaca, jangan lupa like dan komennya.🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻

__ADS_1


__ADS_2