Di Atas Normal

Di Atas Normal
ch 4


__ADS_3

#Wong Han POV


(Weeeeh ......Wong Han bangun dengan kondisi linglung di sebuah kamar dengan aroma herbal yang menyengat),ini aku di mana ya....semua yang ada disini terasa asing dan baju ini, yang aku pakai kenapa begini sih.


Bukannya tadi aku boncengan motor sama A Xian ya,kenapa aku bisa disini,trus ini baju siapa yang aku pakai, kenapa seperti lagi cosplay jadi pendeta tong sam chong begini ya. (garuk-garuk kepala meskipun gak gatal melainkan efek bingung).


Kamar ini benar-benar asing,aroma herbal ini mengingatkan aku pada rumah obat di tempat kakek.


Apa aku sakit?tapi kenapa?


seketika blank ,...wekweeeew.... (sepintas ingat kecelakaannya bersama Huang Xian),aiiish kemana bocah sinting itu,apa ini di surga?masak surga bau rempah-rempah?


#Wong Han POV end


Ceklek


Bunyi pintu kamar di buka seseorang,Wong Han melongo melihat seseorang yang baru saja masuk ke dalam kamarnya.


Seorang laki-laki setengah baya, mungkin seumuran ayahnya, memakai baju cina seperti seorang tabib jaman kerajaan dulu.


Terkejut karena mendapati pasien istimewanya sedang duduk di tepi ranjang sambil garuk-garuk kepala.


"Pa..pap... pangeran ketiga...Anda sudah siuman, syukurlah!!!! katanya sambil bersujud di depan Wong Han.


Belum hilang rasa terkejut Wong Han karena penampilan aneh lelaki di depannya, sekarang tambah terkejut lagi karena dipanggil pangeran ketiga oleh nya.


"Siapa Bapak,dan siapa pangeran ketiga yang Bapak maksud?Wong Han menghampiri lelaki yang sedang bersujud di tepi ranjang tersebut dengan wajah bingung, bermaksud membangunkan nya supaya tidak bersujud lagi.


Apa pangeran ketiga nya sudah lupa ingatan,kenapa tidak mengenali tabib istana yang sudah sering merawatnya ketika dirinya sakit.


"Ampunilah hamba pangeran,hamba tabib istana kerajaan Khan,Anda adalah pangeran ketiga putra dari Raja Khan Ruan,Anda adalah Pangeran Khan Han!",jawab tabib istana.

__ADS_1


"Eeeeh... tu..tu..tunggu dulu,saya??pangeran??? jangan bercanda Anda!",jawab Wong Han menunjuk hidungnya sendiri. Hilang bahasa gaul nya gua elu ketika berhadapan dengan orang yang lebih tua seperti saat ini, bermacam-macam rasa campur aduk dalam hatinya antara panik, kaget ,bingung dan khawatir tentunya.


"Benar...Anda pangeran ketiga kerajaan kami", tabib itu semakin menundukkan kepalanya.


"Pak tua, tolonglah jangan seperti ini,bangun dan duduklah di sini!", Wong Han mengajak tabib istana untuk duduk bersamanya.


Merasa ada yang aneh tabib istana itu perlahan memberanikan diri mengangkat kepala dan memandang pangeran Khan Han (menurut tabib,dia tetap lah pangeran Khan Han meskipun kenyataannya yang ada dalam tubuh pangeran nya adalah jiwa Wong Han dari dunia lain).


Ada yang berbeda sedikit dengan tatapan pangeran ketiga Khan Han, biasanya tatapan matanya kosong tetapi tatapan mata ini tatapan mata seseorang yang seperti nya sedang dalam keadaaan kebingungan.


Tabib istana berfikir bahwa telah terjadi sesuatu sebelum pangeran ketiga pingsan dan koma selama sebulan.


Selama ini pangeran ketiga selalu duduk termenung dengan tatapan kosong semenjak Ayahanda nya meninggal disusul ibunda nya tidak lama kemudian beberapa waktu yang lalu, usianya masih 15 tahun dan seorang pangeran yang sangat di manja oleh kedua orang tuanya maupun saudara nya,dan dia masih ada dua saudara lagi, yang pertama kakak sulungnya sang putra mahkota Pangeran Khan Lung yang sekarang menggantikan posisi ayahandanya menjadi raja di kerajaan Khan.Putra mahkota naik tahta di usianya yang ke 20 tahun.


Kakak keduanya adalah seorang putri bernama Putri Khan Ying,berusia 17 tahun.


Pangeran ketiga adalah pangeran kesayangan bagi raja Khan, sehingga sangat terpukul ketika kedua orang tuanya meninggal dalam waktu yang berdekatan, seperti kehilangan sebagian hidupnya,sejak saat itu pangeran ketiga selalu melamun dan tidak pernah keluar istana.


Hingga suatu sore pangeran ketiga ditemukan tergeletak diruang bacanya dalam kondisi yang sangat lemah.


Biasanya sang Putri sebagai kakak keduanya juga setia menemani adiknya karena mengkhawatirkan kondisi adik bungsunya tersebut, beruntung kakak-kakaknya menyayangi si bungsu pangeran ketiga.


Tabib istana hampir putus asa selama sebulan tubuh sang pangeran ketiga tidak pernah menunjukkan kemajuan apapun meskipun segala cara tehnik pengobatan sudah di terapkan.


Meskipun begitu sang tabib selalu berusaha untuk membuat pangeran ketiga bisa siuman lagi entah kapan dan bagaimana caranya,dia seperti menunggu keajaiban untuk hal tersebut.


Setiap hari yang di lakukan tabib istana adalah mengobati dan merawat sang pangeran dengan tanpa lelah walaupun tidak ada kepastian kapan pangeran akan kembali bangun dan tersenyum seperti selama kedua orang tua nya masih ada.


Setiap kakak-kakaknya berkunjung,sang tabib akan menyampaikan berita bahwa sang pangeran masih betah dalam tidur panjangnya, namun semua akan baik-baik saja,hal ini dia lakukan untuk menenangkan sang raja dan Putri sebagai kakak yang sangat menyayangi adiknya.


Wong Han akhirnya faham... gocha... dia terlempar ke masa lalu di jaman kerajaan Khan,lalu di mana Huang Xian ???apa A Xian juga terlempar di sini,lalu jd siapa dia saat ini??(bermacam-macam pertanyaan berputar dalam kepalanya).

__ADS_1


Jelas kalau Wong Han sangat mengkhawatirkan sahabat nya Huang Xian.


Tabib istana menceritakan segala hal yang ingin diketahui oleh sang pangeran, untuk menghindari banyaknya pertanyaan yang tidak diinginkan maka Wong Han berpura-pura lupa ingatan,dan kondisi ini dimaklumi oleh sang tabib karena ada sebagian orang dimana karena kondisi tertentu seperti kesedihan yang terlampau dalam menyebabkan seseorang mengunci memorinya sendiri.


Tabib istana menyangka pangeran nya benar-benar lupa ingatan untuk melupakan kesedihannya karena di tinggalkan kedua orang tuanya dalam waktu yang berdekatan.


Dengan sabar sang tabib menjelaskan siapa pangeran ketiga aka pangeran Khan Han.


Disisi lain Wong Han yang telah menyatu dengan raga pangeran ketiga berusaha untuk menerima kondisinya saat ini,dan berusaha untuk menemukan sahabatnya yang dia yakini masih hidup dan kondisinya tidak jauh berbeda dengan dirinya, yaitu terlempar di jaman kuno.


Wong Han dan Huang Xian adalah dua anak sekolah yang sangat menyukai pelajaran sejarah dan hobby membaca komik serta novel yang bercerita tentang kerajaan ataupun kekaisaran...baik itu cerita fiksi maupun non fiksi.


Wong Han yakin suatu hari dia akan di pertemukan lagi dengan sahabat nya itu.


Untuk saat ini biarlah Wong Han hidup dengan identitas pangeran ketiga Khan Han.


Dengan informasi yang didapatkan dari sang tabib, Wong Han mengetahui banyak hal... terutama yang berkaitan dengan kerajaan dan kakak-kakaknya di sini.


Wong Han bersyukur karena setidaknya dia terlempar di jaman ini dan mendapatkan raga dari seorang pangeran, betapa mengenaskan nya kalo tiba-tiba dirinya terlempar ke jaman batu dan masuk dalam raga manusia purba.... 😅


Berita sadarnya pangeran ketiga sampai juga ke telinga sang kakak Raja Khan Lung , kemudian bersama Putri Khan Ying mereka berdua menuju ruang perawatan pangeran ketiga selama ini.


Betapa bahagianya Raja Khan Lung melihat wajah adik nya yang sudah kembali seperti dulu,cerah dan menawan, penuh dengan senyuman,karena wajah tersebut sempat menghilang semenjak orang tua mereka berdua tiada.Raja Khan Lung tidak menyadari bahwasanya yang di hadapan nya saat ini bukan lagi jiwa sang adik tercinta, melainkan jiwa seseorang yang memiliki wajah sama persis seperti adiknya dan juga kepribadian yang hampir sama dengan adiknya, Wong Han di dunia nya tidak jauh berbeda dengan Khan Han di dunianya sendiri.


Ini yang membedakan Huang Xian dan Wong Han, ketika mereka sama-sama terlempar ke dimensi lain, Wong Han terlempar hanya jiwa nya saja sehingga dia masuk ke dalam raga Khan Han, sehingga secara fisik tidak ada yang membedakan mereka berdua selain ingatannya.


Sedangkan Huang Xian terlempar sebadan-badannya ke dimensi lain kemudian dimasuki oleh jiwa Xian Yuan yang kebetulan raganya hilang di tengah hutan.Jadi secara fisik ada perbedaan, karena penampilan Huang Xian modern di awal yang masih mengenakan seragam sekolah lengkapnya dan rambutnya yang rapi khas anak sekolah di jaman modern,hal ini yang menyebabkan Huang Xian harus jujur kepada sepupunya...(baca ch 1 & 2)


########################


TBC

__ADS_1


Maaf masih belajar mohon di maklumi kalau alurnya amburadul,di sengaja menggunakan bahasa yang tidak baku supaya mudah di fahami.


see you next ch 5.


__ADS_2