Di Balik Baiknya Sang Ipar

Di Balik Baiknya Sang Ipar
Tibalah waktunya zaina pindah kerumah baru


__ADS_3

akhirnya hari itu tiba juga,zaina mulai pergi berpamitan dan pindah kerumah barunya itu dimana rumah itu letaknya tidak jauh dari rumah mertuanya. zaina pun sampai di rumah tersebut satu persatu ia susun barang-barang yang menurutnya bisa di simpan di tempat yang menurutnya pantas.


adik-adik zaina pun ikut serta dalam pindahan zaina kerumah barunya,mereka membantu kakaknya untuk membereskan semua barang-barang nya sampai selesai.


...*****...


Hari pertama zaina tinggal di rumah baru, rasanya campur aduk,zaina merasa senang karena sudah jauh dan tidak berdekatan lagi dengan ibu sambungnya itu,tapi disisi lain zaina bersedih karena ia harus meninggalkan rumah peninggalan ibu kandungnya itu,dan ia harus jauh dari ayahnya. namun walau begitu zaina tetap bersyukur karena masih di kelilingi orang-orang yang baik seperti suami dan mertuanya itu.


lagi-lagi zaina kepikiran akan sikap iparnya itu ketika salah satu dari iparnya itu menyalahkan Juan karena ayah dari Juan itu sakit,dan menyalahkan Juan. tapi lagi-lagi zaina selalu positif thinking dan berkata "ah tidak mungkin ipar ku kan semuanya baik" setelah itu ia tidak memikirkan hal-hal yang negatif lagi terhadap ipar-iparnya itu.

__ADS_1


...*****...


pada suatu ketika zaina merasa ada yang aneh pada dirinya,mengapa dia merasa selalu ingin pulang kerumah ayahnya,padahal ia tidak pernah merasakan hal seperti itu sebelumnya,ia merasa biasa saja,tetapi kali ini rasa ingin pulang kerumah ayahnya itu tidak bisa di tahan lagi bahkan rasanya ingin sekali menangis tanpa sebab, Juan pun mulai merasa ada keanehan pada zaina yang setiap saat selalu merengek ingin pulang ke rumah ayahnya,dan berkata ingin tinggal di sana lagi tidak mau tinggal di rumahnya yang baru saja ia tempati. sampai-sampai zaina selalu kesurupan dan pingsan setiap waktu, merasa tubuhnya ada yang mengendalikan, bahkan dia tidak pernah sadar apa yang terjadi pada dirinya, akhirnya Juan membawa zaina ke orang pintar dimana orang pintar .


sebut saja Mbah


(tanya Juan)


" zaina ini seperti sedang di lakukan sesuatu oleh ayahnya/ibu sambungnya agar zaina kembali ke rumah ayahnya dan pergi meninggalkan mu Juan"(jawab si Mbah)

__ADS_1


"ah masa si Mbah aku ga percaya,ayah zaina orang yang baik,tidak mungkin melakukan hal seperti itu"


"iya betul,kita juga jangan suudzon ya,"


...****************...


setiba nya di rumah Juan kepikiran, kata-kata si Mbah tadi yang berkata kalo ayah/ibu sambungnya telah melakukan sesuatu agar zaina kembali kerumahnya yang dulu dan pergi meninggalkan Juan,tapi Juan tetap tidak ambil pusing dan dia terus beribadah memasrahkan semuanya kepada sang maha pencipta. Juan pun tidak tenang sampai di situ karena istrinya zaina semakin hari semakin menjadi-jadi selalu marah dan berkata aku ingin pulang kerumah ayah aku tidak mau disini,aku ingin pulang selalu itu yang keluar dari mulut zaina. Juan tidak pernah menyerah untuk selalu melakukan sesuatu agar zaina sembuh dari ke anehan nya itu.


hari-hari pun berlalu,semua ipar-iparnya zaina pun mengetahui apa yang terjadi pada zaina bahkan zaina sendiri yang bercerita kepada iparnya apa yang terjadi pada dirinya. zaina bercerita pada iparnya itu berharap menemukan solusi terbaiknya ternyata salah,dan bahkan salah besar zaina bercerita pada ipar-iparnya itu.

__ADS_1


__ADS_2