
di samping zaina yang sedang merasakan ke anehan pada dirinya,berbarengan dengan ibu mertuanya yang mulai sakit-sakitan. zaina menguatkan diri untuk tidak terbawa apa yang sedang ia rasakan di setiap menitnya. ia masih memasak untuk mertuanya itu. karena kalo bukan zaina siapa lagi yang bisa memasak untuk mertuanya itu,karena ipar-iparnya zaina tidak ada yang bisa memasak. mulailah drama itu ,pada keluarga zaina dan ipar-iparnya. zaina mulai merasa ada yang aneh dengan iparnya yang biasanya ramah tamah,suka bercanda bahkan sering ngobrol bareng,tapi kini zaina di diamkan oleh ipar-iparnya itu,zaina tidak mengerti mengapa iparnya mendiami zaina? sedangkan zaina di dalam hatinya berkata-kata apakah ada yang salah pada diriku? zaina pun merasa tidak ada yang salah pada dirinya karena zaina tidak berbuat salah apapun,bahkan apa yang terjadi pada zaina itu di ceritakan pada iparnya se jelas mungkin. zaina masih tidak memikirkan apa yang di lakukan ipar nya itu,yang dia pikirkan hanya kesembuhan ibu mertuanya itu yang sangat baik kepada zaina selama ini . sampai-sampai zaina dan Juan selalu memberi masukan kepada iparnya untuk membawa ibu mertuanya itu kemanapun saran dari orang-orang yang memberitahunya, sebagai bentuk ikhtiar untuk kesembuhan ibu mertuanya.
...*******...
hari semakin hari di rasa zaina semakin merasa asing melihat ipar-iparnya dimana mereka semua kompak mendiami zaina bahkan zaina berusaha untuk tidak memperkeruh suasana pun,iparnya tersebut tetap berprilaku aneh dan tidak seperti biasanya,setiap zaina datang menghampiri ipar-iparnya yang sedang berkumpul,mereka langsung menyudahi pembicaraan mereka SE olah-olah zaina sedang di bicarakan. dari situ zaina mulai mengeluh kepada Juan tentang iparnya itu, dan zaina selalu menahan nangis setiap habis pergi kerumah mertuanya .
pada waktu malam hari,sebelum zaina tidur zaina berkata pada Juan
__ADS_1
" sayang,nanti aku mau bicara kamu jangan tidur dulu ya" (ucap zaina pada Juan)
"iya sayang,ada apa kok tumben"(jawab Juan)
nanti juga kamu tau,setelah aku cerita,"sambil berderai air mata zaina tidak tahan menahan rasa sedihnya selama beberapa hari ini di diami oleh seluruh ipar-iparnya itu,bahkan zaina sendiri tidak tahu apa yang salah pada diri zaina sehingga mereka seperti itu pada zaina.
"ah masa si mereka mendiami kamu kenapa kan kita ga ada masalah apa apa? (jawab Juan)
__ADS_1
"jujur aku sedih sekali sayang mereka memperlakukan aku seperti itu,mereka selalu berkumpul di saat aku ingin ikut kumpul mereka menyudahi pembicaraan nya dan seketika semuanya terdiam, seolah-olah aku sedang di bicarakan oleh mereka,sakit sekali rasanya"
"ywdah sabar ya sayang , nanti akan aku telusuri mengapa mereka seperti itu"
setelah bercerita zaina merasa sedikit lega, walaupun ia masih kepikiran atas apa yang sudah di lakukan oleh iparnya itu terutama sipat dan sikap mereka kepada zaina beberapa hari ini. zaina pun tertidur dengan sedikit rasa lega di dadanya walaupun masih timbul beberapa pertanyaan di kepalanya.
keesokan harinya zaina berusaha untuk terus mendekatkan dirinya pada iparnya,walau bagaimanapun sikapnya terhadap zaina ,zaina akan terus berusaha untuk tidak menghindar.
__ADS_1