
hari demi hari di lalui zaina,dengan penuh rasa sedih,karena ia masih belum tau mengapa ipar-iparnya berprilaku seperti itu, dan di sisi lain zaina juga bersedih karena ibu mertuanya masih dalam keadaan sakit. zaina sudah merasa lelah, pura-pura bahagia di depan adik-adik kandungnya padahal ia sedang merasakan sedih yang amat sangat menusuk hatinya,akibat perbuatan ipar-iparnya itu. zaina selalu menunjukan raut wajah yang bahagia ketika di depan adik-adik nya,tidak sedikitpun ia bercerita pada adiknya ataupun saudaranya tentang ipar-iparnya yang sedang bermasalah dengan dirinya.
...****************...
zaina merasakan kembali hal aneh yang di rasakan pada dirinya,tanpa di sadari zaina pingsan ketika ia sedang di rumah mertuanya.
akhirnya semua panik,kecuali ipar-iparnya, seperti acuh tak acuh pada zaina. Juan segera membawa zaina pulang kerumahnya dan kembali memanggil orang pintar yang beberapa hari ini mengobati zaina.
__ADS_1
ketiak proses penyembuhan Juan berkata pada orang yang akan menyembuhkan zaina itu dari Allah melalui orang itu . "Mbah jika ia berbicara lagi tentang ingin pulang ke rumah ayahnya tolong tanyakan ya Mbah agar apa zaina harus pulang kerumah ayahnya. saya sudah tidak ingin ada masalah apapun lagi dengan siapapun jadi selesaikan hari ini ya Mbah" (ucap Juan)
"insyaallah atas izin Allah ,kita bisa selesaikan ini sama-sama ya bantu doa semoga Allah kasih kemudahan" (jawab Mbah tersebut)
akhirnya,selang beberapa menit zaina terbangun dan sadar dari pingsan nya, lalu zaina terheran-heran karena di rumahnya ramai dan juga adik-adik dari zaina ada di rumah zaina. setelah selesai si Mbah pun pamit pulang dan berkata :
"amiiin ya Allah makasih ya Mbah"
__ADS_1
(jawab Juan)
setelah selesai,semua pulang meninggalkan rumah zaina dan Juan, lagi-lagi zaina kepikiran apa yang sudah ia lihat barusan,semua datang kerumahnya untuk melihat kondisi zaina,tetapi hanya ipar-iparnya yang tidak ada di rumah zaina, benar-benar menunjukan ada sesuatu pada iparnya zaina.
zaina sudah merasa enakan badan nya,dan rasa aneh pada badan nya pun perlahan-lahan mulai menghilang,bahkan yang biasanya zaina selalu ingin pergi kerumah ayahnya dengan perasaan yang tidak bisa di tahan,hari itu zaina tidak merasakan hal itu sama sekali,bahkan zaina merasa lebih tenang dan lebih enakan.
karena zaina sudah merasa enak di tubuhnya, zaina kembali pergi kerumah mertuanya untuk melihat keadaan dan kondisi ibu mertuanya,ibu mertuanya belum sembuh betul namun sudah lebih membaik dari sebelumnya,zaina membawa sup kesukaan ibu mertuanya,zaina ambilkan makan lalu zaina menyuapi ibu mertuanya itu dengan rasa sayang yang tidak bisa zaina gambarkan, karena zaina merasa semenjak zaina mempunyai ibu mertua seperti ibunda Juan, zaina seperti memiliki ibu kandung kembali. zaina tetap bersyukur walaupun keadaan zaina dan iparnya sedang tidak baik-baik saja.
__ADS_1
setelah zaina memberi makan ibu mertuanya zaina bertanya pada ibu mertuanya,ibu mau apa biar zaina ambilkan ,ibu mau makan apa lagi bilang saja sama zaina ya Bu, ibu mertua zaina hanya tersenyum dan berkata pada zaina ,ibu tidak mau apa apa kamu kesini saja ibu sudah senang makasih ya zaina selalu ada disaat ibu butuh sesuatu kamu selalu mengerti.