
akhirnya BI Eka pun mencoba untuk bicara..
"euu maaf sebelumnya nyonya kami pun sangat kaget pertama kali mendengarnya,saya selaku bibinya jingga dan sekaligus orang tuanya jingga,karna jingga udah tidak mempunyai ayah dan ibu sejak jingga masih bayi,saya pun sangat senang sekali nyonya mau menjodohkan jingga dengan putra nyonya dan tuan,tapi apakah nyonya tidak malu ingin menjodohkan dan menikahkan jingga dengan putra nyonya?"
"karna saya dan jingga bukan dari keluarga yang mempunyai segalanya dan kami pun orang yang sangat sederhana, apalagi jingga seorang gadis yang hanya menjual kue keliling,apa nanti kata orang orang di luaran sana kalau putra nyonya dan tuan,menikahi gadis seperti jingga"ucap BI Eka menjelaskan panjang lebar..
jingga pun hanya bisa menunduk dan diam mendengarkan apa yang sedang bibinya bicarakan...
Dewi dan hermawana pun sangat paham akan ketakutan dan kekhawatiran bi Eka...
"BI Eka saya sangat paham sekali maksud BI Eka,dan saya pun tidak pernah memandang dari apa yang bi Eka dan jingga miliki,kami tidak pernah membedakan siapa pun,dan kami pun tidak pernah melihat dari segi materi,dan kasta bagi saya semua itu sama aja,justru saya sangat senang sekali yang melihat kepribadian jingga yang rajin,dan sederhana"...
"jarang sekali di jaman yang sekarang ini masih ada gadis yang seperti nak jingga yang sangat baik, apalagi jingga tidak pernah merasa malu untuk berjualan kue keliling,biasanya cewek cewek jaman sekarang itu sangat lah besar gengsinya,tidak seperti nak jingga"...
*saya yakin bahwa jingga dan Fikri anak saya adalah jodoh yang,gak sengaja di pertemukan,meskipun nanti jingga dan Fikri menikah tanfa rasa cinta, kedepannya mungkin rasa cinta perlahan akan tumbuh seiring berjalannya waktu,mereka berdua hanya perlu waktu untuk saling mengenal"ucap Dewi menjelaskan panjang lebar...
dan bi Eka pun yang mendengar kan Dewi bicara seperti itu sangatlah senang ternyata keluarga detaningrat tidak pernah memandang apa yang mereka berdua punya dan mereka berdua jalani saat ini...
jingga pun yang mendengar nya,sangat senang sekali di puji oleh Bu Dewi,ternyata masih ada orang baik di dunia ini yang tidak pernah memandang dari kemiskinan mereka berdua,kelihatan nya Bu Dewi sangat baik,dan sangat tulus,dan menginginkan sekali kalau anak nya harus menikah dengan dirinya...
"iya nyonya terima kasih banyak karna nyonya yang sangat murah hati,dan baik,nyonya tidak pernah memandang orang sebelah mata,dan tidak pernah memandang orang dari materi,saya senang sekali mendengarnya,tapi walaupun begitu saya harus tanya jingga dulu karna nanti yang akan menjalankan rumah tangga nya pun bukan saya tapi jingga"ucap BI Eka sambil melirik jingga...
"sayang,bibi akui bahwa kamu itu udah dewasa,dan udah saatnya kamu menikah dan bahagia,sebelum bibi pergi dari dunia ini,dan sebelum bibi di panggil sama Allah,bibi ingin sekali melihat kamu bahagia nak,bibi yang selama ini,belum bisa buat kamu bahagia,dan belum bisa mengabulkan keinginan kamu"ucap BI Eka menggenggam tangannya jingga dengan mata yang menganak sungai,dan seakan-akan ingin segera keluar meneteskan air mata...
Dewi dan hermawana pun yang mendengar kan itu semua juga merasakan sedih...dan tahu apa yang di rasakan oleh BI Eka saat ini...karna Dewi pun juga seorang ibu tentu tahu...
sementara Fikri hanya diam dengan muka datar yang sangat sulit di artikan...
apalagi Ciko yang seaakan terbawa suasana ingin sekali rasanya Ciko menangis karna sangat sedih mendengar yang di bicarakan oleh BI Eka....
sontak saja perkataan BI Eka membuat jingga sedih dan langsung menggenggam tangannya BI Eka . .
"bibi jangan bicara seperti itu,jingga bahagia kok BI bersama bibi,justru jingga yang belum bisa buat bibi bahagia,dan jingga selalu saja merepotkan bibi,bibi selama ini udah merawat jingga dengan sangat baik dan penuh dengan perhatian,cinta serta kasih sayang,bibi jangan sedih ya jingga gak mau lihat bibi sampai sedih karna jingga"ucap jingga panjang lebar sambil meneteskan air matanya yang udah tidak dapat di bendung lagi...
"enggak sayang,kamu sama sekali gak pernah ngerepotkan bibi kok nak,justru bibi sangat bersyukur karena memiliki anak yang begitu baik seperti kamu sayang"jawab BI Eka dengan tersenyum manis...
"nak kamu udah saatnya menikah nak dan bibi mau ada yang menjaga kamu selamanya nak sebelum bibi gak ada,dengan begitu kalau kamu udah menikah dan ada yang menjaga kamu dari sekarang bibi gak akan khawatir lagi,dan gak pernah cemas lagi"...
"kamu mau kan nak menikah dengan nak Fikri? supaya ada yang menjaga kamu,nak bibi tahu kalau sekarang mungkin kamu belum merasakan cinta,tapi bibi yakin suatu saat nanti kamu pasti akan merasakan nya sayang,kamu hanya perlu mengenalnya lebih dalam lagi"ucap BI Eka menjelaskan sambil menggenggam tangan jingga...
sejenak jingga berpikir,mungkin ini udah saatnya dirinya untuk menikah,dan membahagiakan bibinya nanti,melihat bibinya yang sangat ingin jingga ada yang menjaganya dari sekarang,jingga juga sangat ingin membahagiakan bibinya,dan mungkin dengan menikahi tuan nyebelin, itu bisa membuat bibinya merasa lega dan bahagai...
jingga juga yang melihat dan gak tega melihat Dewi sangat ingin dirinya menjadi istrinya tuan nyebelin itu,dan menikah dengan nya...
mungkin benar kata bibinya,mungkin saat ini cinta memang belum tumbuh di hati jingga tapi mungkin kedepannya dan seiring berjalannya waktu,lama kelamaan rasa cinta itu akan mulai muncul di hatinya...
dan mungkin inilah takdir yang Allah gariskan kepada dirinya bahwa harus menikah meskipun belum ada rasa cinta yang tumbuh di hatinya...
__ADS_1
*ya Allah jika ini memang yang terbaik untuku,dan mungkin ini adalah takdir yang engaku gariskan kepadakau aku ikhlas ya Allah walaupun kedepannya nanti aku tidak tahu,apa yang akan terjadi kepadaku,aku percaya dan aku yakin engkau pasti tidak akan salah memilihnya, untuk ku*ucap jingga berdoa dalam hati..
setelah memantapkan hati jingga akhirnya mau menikah dengan tuan nyebelin itu...
"gimana nak kamu mau?"tanya BI Eka yang melihat jingga diam saja...
jingga pun yang mendengar kan BI Eka langsung saja mengangkat wajahnya,yang sedari tadi menunduk..
dan akhirnya jingga pun mengagukan kepalanya tanda setuju...
Dewi dan hermawana pun yang melihat jingga menggagukan kepalanya tanda setuju,dan mau menikah dengan Fikri sangat senang sekali..
dan sontak saja Fikri pun yang melihatnya kaget ternyata gadis itu tidak menolaknya,dan malah mau untuk menikah dengan nya....
"nak jingga sayang berarti kamu mau nak, menikah dengan Fikri anak ibu?tanya Dewi yang sangat senang akhirnya jingga mau juga menikah dengan Fikri...
BI Eka pun yang melihatnya pun tersenyum,dan sangat senang sekali akhirnya mulai dari sekarang jingga akan ada yang menjaganya...
"ii__iiya Bu jingga mau menikah dengan tuan nyebelin itu"kata jingga..
sontak saja membuat Fikri memelototkan matanya,yang mendengar jingga menyebut dirinya dengan sebutan tuan nyebelin...
dan Ciko yang mendengar nya pun ingin sekali tertawa karna di sebut tuan nyebelin oleh jingga..
Fikri yang tahu bahwa Ciko sedang menahan tawanya karna ingin menertawakan dirinya..
"mungkin ini yang terbaik untuk jingga,dan mungkin ini takdir yang telah Allah tetapkan untuk jingga"ucap jingga...
"Alhamdulillah akhirnya anak kita akan menikah juga dengan jingga gadis yang sangat baik,dan juga cantik"ucap Dewi tersenyum lebar sambil melihat ke arah suaminya...
"iya mah Alhamdulillah,nak jingga akhirnya mau untuk menikah dengan Fikri"ucap hermawana dengan tersenyum...
"nak jingga sayang terima kasih banyak nak,karna kamu akhirnya mau menikah dengan Fikri"ucap Dewi tersenyum ke arah jingga...
"BI Eka saya sangat berterima kasih banyak kepada BI Eka dan jingga yang mau menerima,dan jingga yang mau meniakh dengan Fikri anak saya"ucap Dewi kepada BI Eka...
"iya nyonya sama sama saya juga sangat senang sekali, akhirnya mulai dari sekarang jingga udah ada yang menjaganya"jawab BI Eka sambil tersenyum...
"iya Bi Eka mulai dari sekarang Fikri akan menjaga menantu kami ya kan pah?"tanya Dewi kepada Hermawana...
"iya mah mamah benar,dan bi Eka jangan khawatir mulai sekarang nak jingga akan ada yang menjaganya"ucap hermawana ..
jingga pun yang mendengar nya hanya bisa tersenyum manis,sambil berucap dalam hati..
*terima kasih ya Allah engkau telah mempertemukan ku dengan Bu Dewi dan tuan hermawana yang begitu baik,meskipun harus menikahi anaknya nyebelin banget*ucap jingga dalam hati...
*pasti juga gadis itu sama kayak wanita wanita lain yang cuman pengen hartanya doang,dan tidak akan pernah tulus,kalau bukan karna mamah aku GK mau menikah dengan gadis itu*ucap Fikri dalam hati yang mengira kalau jingga hanya ingin memiliki hartanya saja...
__ADS_1
"Fikri mulai dari sekarang kamu harus menjaga,dan melindungi jingga ya,sebentar lagi kan dia akan jadi istri kamu"ucap Dewi yang menoleh kepada Fikri...
"iya mah"jawab Fikri singkat dengan muak datar...
"ya udah karna nak jingga udah mau menerimanya,sekarang tinggal kita tentukan tanggal pernikahan nya dan kapan,bagaimana kalau satu Minggu lagi?"ucap Dewi tiba tiba...
sontak saja Fikri yang mendengarnya memelototkan matanya kaget...
"satu Minggu?bukankah itu terlalu cepat mah"tanya Fikri tiba tiba...
"lebih cepat kan lebih baik Fikri,kamu gimana sih"jawab Dewi yang menoleh ke arah Fikri..
"bagaimana BI Eka?tanya Dewi kepada BI Eka...
"kalau saya dan jingga sih terserah nyonya saja,iya kan sayang?menurut kamu gimana?"tanya BI Eka kepada jingga..
"euu ii__iiya BI terserah ibu Dewi aja"jawab jingga dengan tersenyum..
"ya udah kalau begitu pernikahan nya berarti satu Minggu lagi ya"ucap Dewi sambil tersenyum...
"iya nyonya,ehh iya nyonya,ini udah hampir malam,gak PP kan kalau saya dan jingga pamit mau pulang?"tanya BI Eka karna waktu pun sudah hampir larut malam..
"oh iya,saya sampai lupa kalau ini udah hampir larut malam,maaf ya BI Eka jingga saya sampai lupa,dan terima kasih banyak ya karna kalian udah mau menerima kalau jingga mau menikah dengan Fikri"ucap Dewi..
"iya nyonya sama sama saya juga berterima kasih banyak karna nyonya mau memilih jingga sebagai menantu nyonya"jawab BI Eka sambil tersenyum...
"iya Bi Eka sama sama justru saya sangat senang sekali,jingga akhirnya jadi menantu saya"ucap dewi dengan sangat senang..
"iya nyonya kalau begitu saya dan jingga mau pulang duluu"ucap BI Eka sambil berdiri dari duduk nya..dan di ikuti oleh Dewi juag hermawana...
"oh iya kalau begitu,lain kali jingga main ya sayang ke sini,biar kamu makin Deket dengan Fikri ya,dan juga biar ibu ada yang mau nemenin ngobrol"ucap Dewi dengan tersenyum..
"iya ibu Dewi insyaallah,jingga akan selalu datang ke sini kok untuk main"jawab jingga tersenyum manis...
"ya sudah kalau begitu kami berdua permisi dulu nyonya,tuan"ucap BI Eka...
"ehh mau di antar gak sama Fikri?"tanya Dewi..
"gak usah nyonya lain kali saja,saya dan jingga naik tax aja kebetulan saya udah memesannya"jawab BI Eka..
"oh ya udah kalau begitu,kalian berdua hati hati ya di jalan"ucap Dewi...
"iya nyonya, asalamualaikum"ucap Dewi sambil beranjak pergi dan menuju untuk keluar kebetulan taxi nya udah ada di depan gerbang...
akhirnya jingga dan bi Eka keluar dan masuk ke dalam mobil setelah berpamitan...
dan taxi pun mulai melaju meninggalkan mansion nya keluarga detaningrat...
__ADS_1