
***matahari perlahan bangun dari tidurnya
menyinari bumi,dan membangunkan anak manusia untuk segera beraktivitas setiap harinya***
di dalam kamarnya jingga..
jingga perlahan mengerjap ngerjapkan matanya,karena akibat matahari yang menyeruak masuk melalui gorden yang sedikit terbuka...
"hooaaammm🥱"perlahan jingga menguap mulai bangun dari tidurnya,lalu mengucek ngucek matanya...
"ini jam berapa?"tanya jingga sambil merenggangkan kedua tangannya..
seketika jingga tersadar bahwa dirinya ketiduran habis solat subuh..
"ya ampun aku ternyada ketiduran,abis solat subuh tadi ya ampun,ini udah jam tujuh,aku harus segera jualan"ucap jingga berdiri dari tidurnya sambil membuka mukenanya...
"kenapa bibi gak bangunin aku yak?"tanya jingga bertanya tanya,sambil mengambil handuk lalu masuk ke dalam kamar mandi, dan jingga mulai membersihkan badan..
_______
di mansion keluarga detaningrat...
Dewi dan hermawana sedang sarapan bersama, kecuali Fikri yang masih ada di kamarnya....
"ehh pah, kemaren mamah bertemu sama seorang gadis cantik penjual kue keliling loh namanya jingga,dia gadis yang sangat baik,sopan,dan rajin lagihh, kemarin aja mamah sampai ngeborong semua kue dagangan nya,karna kue nya enak banget"ucap Dewi tiba tiba sambil mengoleskan roti nya dan memakannya...
"oh iya,emang mamah ketemu di mana sama gadis itu?tanya hermawana penasaran..
"kemaren kan mamah lagi nyantai di taman,dan gak sengaja ada yang berteriak teriak jualan kue,mamah langsung aja keluar dan ternyata yang jualan kue itu jingga,gadis yang cantik dan sangat baik itu pah"jawab Dewi menjelaskan panjang lebar...
" ohh,papa jadi penasaran sama gadis cantik yang bernama jingga itu mah,papa juga mau liat,dan papa juga mau coba memakan kuenya seenak apa sihh?"ucap hermawana yang penasaran...
"iya pah nanti mama kenalin deh sama papa,kalau jingga nya lagi lewat ke depan rumah kita berjualan nya,jingga selalu berjualan keliling lewat rumah kita loh pah,hari ini jingga pasti akan berjualan lewat depan rumah kita,kita tungguin aja pah,dan hari ini papah GK usah ke kantor dulu,kan mau liat jingga"jawab Dewi menjelaskan dan memberi tahu,sambil tersenyum dan bercerita panjang lebar...
"iya mah,hari ini papah gak akan ke kantor,hari ini papah mau berdua aja di rumah sama mamah,sambil nungguin gadis yang bernama jingga itu"ucap hermawana tersenyum sambil merangkul bahu Dewi...
"iya pah,oh iya pah terus jingga itu anak yatim piatu loh,orang tuanya udah GK ada sejak jingga masih bayi,dan sekarang jingga tinggal sama bibinya"ucap Dewi memberi tahu...
"oh iya,emangnya mama tahu dari mana kalau orang tuanya GK ada?"tanya hermawana pengen tahu.....
"kemaren kan mamah sempat nanya orang tuanya,dan jingga bilang udah GK ada"jawab Dewi memberi tahu....
hermawana hanya manggut-manggut saja,menanggapi...
__ADS_1
"oh iya pah bagaimana kalau kita ajak jingga ke sini dan bibinya untuk makan malam nanti,gimana pah?tanya Dewi penuh harap...sambil melihat hermawana...
"boleh boleh aja mah, terserah mamah aja,papah juga semakin penasaran"jawab hermawana sambil tersenyum...
"oh iya pah, bagaimana kalau kita jodohkan aja jingga sama Fikri bagaimana?tanya Dewi dengan mata berbinar penuh harap...
Dewi juga entah dari mana punya pemikiran kalau mau ngejodohin jingga sama Fikri...
"maksud mamah?,Fikri dan gadis yang bernama jingga itu,kita nikahkan gitu?"tanya Balik hermawana dengan tersenyum...
"iya pah,mamah rasa jingga itu gadis yang baik,sangat tulus,dan penurut,dan udah saatnya juga Fikri harus menikah meskipun harus kita jodohkan,melihat Fikri yang selalu dingin terhadap wanita,mamah jadi takut pah"ucap Dewi panjang lebar, menjelaskan,sambil mukanya berubah menjadi sedih...
"hmmm,jangan sedih dong mahh,papah juga sama khawatir, kenapa Fikri itu sangat dingin terhadap wanita"jawab hermawana sambil menggenggam tangan Dewi...
"tapi masalah nya,Fikri pasti akan menolak mah,apalagi dengan kita menjodohkan nya dengan wanita yang dia gak kenal sama sekali"ucap hermawana dengan perasaan khawatir....
"iya pah mamah juga tahu,Fikri pasti akan menolak,tapi mamah juga GK mau Fikri terus menerus dingin terhadap wanita,mau sampai kapan dia sendiri terus pahh"jawab Dewi dengan sangat serius,dan sangat khawatir...
hermawana pun yang melihat kekhawatiran istrinya itu,sangat mengerti bagaimana perasaan nya saat ini...
"iya mahh papah juga mengerti,dan papah juga sama khawatir nya seperti mamah,tapi kalau gadis yang bernama jingga itu gak mau gimana mah?"tanya hermawana memastikan...
"mamah juga gak yakin sih pah,kalau jingga mau atau enggak,kita jodohkan dengan Fikri,tapi meskipun nanti pernikahan mereka awalnya terpaksa, mamah yakin pah rasa cinta di antara mereka pasti akan tumbuh seiring berjalannya waktu"ucap Dewi dengan sangat yakin...
"ya udah GK papah mah papah ikut mamah aja,kalau itu bisa buat mamah senang papah juga senang, asalkan nanti bisa bikin Fikri jauh lebih baik...jawab hermawana sambil tersenyum...
"mamah yakin pah bahwa jingga nantinya bisa bikin Fikri berubah"ucap Dewi dengan yakin...
tiba tiba saja Fikri datang dari atas tangga...
Dewi dan hermawana pun lantas menoleh..
"sarapan dulu Fik,dan tumben kamu baru turun?"tanya Dewi sambil menatap Fikri yang sedang buru buru...
"nanti aja mah sarapan nya di kantor,Fikri soalnya ada meeting penting,jam delapan sekarang"jawab Fikri tanfa menatap ke arah Dewi dan hermawana..
langsung saja Fikri melenggang pergi ke luar ...
Dewi dan hermawana hanya bisa menggelengkan kepalanya,sambil menghembuskan nafas nya dengan kasar,karna udah biasa melihat sikap Fikri yang kayak gitu....
sampainya di luar Fikri langsung saja masuk ke dalam mobil...di ikuti oleh Ciko yang sudah menunggu dari tadi...
"cepat jalan cik,bukankah hari ini ada meeting penting,jam delapan sekarang,nanti kita telat"ucap Fikri dengan melihat jam tangan mahalnya yang menunjukkan pukul setengah delapan...
__ADS_1
"i__iiya tuan"jawab Ciko langsung saja menancap gas,dan mobil pun melaju dengan cepat...
saat ini jingga yang sedang berjualan kue,di tepi jalan menuju mansion nya keluarga detaningrat....
"kue kue,kuenya sangat enak syekali"teriak jingga sambil mengayuh sepedanya...
di saat yang bersamaan karena ada tikungan,dan dari depan tiba tiba munculah mobil Fikri dengan sangat cepat sehingga jingga hampir saja ke serepet..
jingga malah hilang keseimbangan dan alhasil sepeda jingga oleng hingga membuat jingga tersungkur jatuh...
untung saja kue nya gak hancur dan jatuh ke bawah,hanya sedikit berantakan aja di dalam keranjang nya yang di ikat dan di tutup dengan kuat...
"aduhhhh kenapa akhir akhir ini aku sangat sial sekali"ucap jingga mengaduh...
"untung saja aku gak terluka hanya badanku sedikit sakit aja ,dan kue dagangan ku gak hancur berantakan,kalau kuenya hancur bisa rugi aku"kata jingga sambil bangun dari jatuhnya dan merapikan kembali dagangan nya...
di saat yang bersamaan mobilnya fikri pun berhenti karna,gak sengaja hampir aja menyerepet jingga,dan Ciko yang melihat jingga jatuh pun kaget...
sementara Fikri pun sama kagetnya yang mendengar jingga mengaduh seperti kesakitan...
"apa kamu menyerepet gadis itu cik?"tanya Fikri sambil melirik Ciko...
"euu sepertinya iya tuan"jawab Ciko gelagapan...
"cepat kamu keluar dan periksa"titah Fikri menyuruh Ciko keluar untuk melihat jingga...
"ba__bbaikk tuan"jawab Ciko sambil membuka pintu mobilnya lalu menghampiri jingga yang sedang merapikan kue dagangan nya...
"nona, nona gak apa apa,apa nona terluka atau dagangan nona ada yang rusak?"tanya dan cecar Ciko kepada jingga...
jingga pun lantas menoleh ke belakang melihat sumber suara...yang memanggil nya...
"euhh saya gak papa kok tuan,hanya badan saya sedikit sakit,dan dagangan saya sedikit berantakan tapi GK PP kok tuan"jawab jingga sambil tersenyum dan menoleh ke arah Ciko....
*ya ampun nona ini sangat cantik sekali,apalagi dia tersenyum begitu dan memperlihatkan gingsulnya*ucap Ciko memuji dalam hati..
"eumm,syukur lah kalau nona tidak terluka saya senang mendengar nya,dan saya minta maaf ya nona udah membuat nona terjatuh dan membuat dagangan nona sedikit berantakan,sekali lagi saya minta maaf"ucap Ciko meminta maaf sambil membukukan setengah badannya...
"iya tuan gak apa apa kok"jawab jingga sambil tersenyum manis...
Fikri pun yang mendengar ucapan jingga,seperti pernah mendengar suaranya...
Fikri pun merasa penasaran,lantas Fikri pun membuka kaca mobilnya,dan melihat siapa yang berbicara dengan Ciko....
__ADS_1