
jingga hanya memutar bola matanya jengah ketika mendengar Fikri berkata terserah...
"terus aku harus pake baju apa dong tuan?"tanya jingga kepada Fikri...
"ya pake baju ini aja apa susah nya sih"jawab Fikri sambil menunjuk lingerie yang ada di tangan jingga...
"apaaa aku harus pake baju gak ada akhlak ini,ihh aku gak mau tuan,nanti kalau aku pake baju gak ada akhlak ini,bisa bisa tuan tergoda lagi,karna aku memakai baju gak ada akhlak ini,nanti bisa bisa tuan itu,kalau melihat aku pake baju gak ada akhlak ini,badan tuan bisa langsung hareudang,kejang kejang lagi"ucap jingga dengan tersenyum meledek Fikri...
Fikri pun yang mendengar jingga berkata seperti itu menunjukan ekspresi wajahnya yang ingin muntah...
"apa saya akan tergoda kalau kamu memakai lingerie ini?"tanya Fikri kepada jingga...
"iya lah bisa bisa nanti tuan gak akan bisa mengontrol diri tuan lagi saat melihat saya memakai baju gak ada akhlak ini"ucap jingga dengan bangga....
"dih kamu pikir saya akan tergoda apa,heuhh saya gak akan pernah tergoda sama sekali meskipun kamu memakainya malam ini juga di hadapan saya,sampai kapan pun saya tidak akan tergoda dengan tubuh kamu yang tidak menarik itu"jawab Fikri dengan panjang lebar sambil tersenyum devil...
"bukan enggak akan tergoda tuan tapi belum tergoda,nanti juga suatu saat nanti kalau saya memakai baju tidak akhlak ini,badan tuan pasti akan panas dingin melihatnya"ucap jingga dengan tersenyum meledek sambil melenggang pergi kedalam ruangan walk in closet....
Fikri pun langsung memelototkan matanya ketika mendengar perkataan nya jingga...
"cihh dia pikir aku akan tergoda apa,sampai kapan pun aku tidak akan pernah tergoda sama gadis itu,tidak akan"ucap Fikri dengan berdecih kesal sambil melihat jingga yang melangkah pergi ke dalam walk in closet...
__ADS_1
"huhh aku bisa gila kalau terus berdebat dengan gadis ngeselin itu"ucap Fikri dengan mengusap wajahnya kasar...
"cihhh bisa bisanya si tuan nyebelin itu bilang kalau tidak akan pernah tergoda,kalau aku memakai baju tidak akhlak ini heuhh"ucap jingga yang sudah berada di dalam walk in closet...
"dia tidak lihat apa bahwa badanku seperti body gitar spanyol ini heuhh,akan aku pastikan kamu tuan nyebelin kalau suatu saat nanti aku memakai baju tidak akhlak ini di hadapan kamu,pasti kamu akan sampai meneteskan air liurnya karna melihat badanku yang seperti bodi gitar spanyol ini"ucap jingga panjang lebar dengan sangat kesal...
tak lama kemudian jingga pun keluar dari dalam walk in closet dengan muka yang di tekuk...
saat jingga mau melangkah dan akan menuju ranjangnya Fikri untuk tidur,tiba tiba Fikri menghentikan...
"ehh ehhh kamu mau ngapain?"tanya Fikri kepada jingga...
Fikri hanya memutar bola matanya jengah...
"gak kamu gak boleh tidur di kasur ini"ucap Fikri tiba tiba melarang jingga untuk tidur di kasurnya...
jingga pun yang mendengar perkataan nya Fikri langsung mengerutkan keningnya...
"loh emangnya kenapa sih tuan,kok gak boleh tidur di sini,tuan nyebelin kan udah sah menjadi suami,dan aku juga udah sah menjadi istri,terus kalau aku gak boleh tidur di sini, aku harus tidur di mana?"tanya jingga kepada Fikri...
"inget ya saya menikahi kamu bukan karna saya cinta sama kamu,tapi karna mamah yang menyuruh saya untuk menikahi kamu,heuhh dan kamu juga sama seperti wanita wanita di luaran sana kan yang hanya menginginkan harta,sosialita dan kekayaan saja,dan kamu malam ini dan seterusnya tidur di lantai"ucap Fikri panjang lebar kepada jingga,sambil membalikan badannya memunggungi jingga yang sedang berdiri mematung...
__ADS_1
DUUUAARRR....jingga pun yang mendengar perkataannya Fikri seperti ada petir yang menyambar dirinya...
tak terasa air matanya pun jatuh menetes ke pipinya jingga yang mulus sambil terus berdiri mematung...
Fikri tidak menyadari kalau perkataan nya barusan sangat menyakiti hatinya jingga,bahwa dirinya di samakan dengan wanita wanita lain yang ingin menginginkan hartanya saja...
*apa aku di samakan sama wanita wanita di luaran sana,kalau aku menikah dengan dia cuman ingin hartanya saja,dia pikir aku wanita apaan,aku juga gak mau nikah sama kamu tuan nyebelin,kalau bukan karna ibu Dewi dan bibiku yang menyuruh ku,aku juga gak Sudi menikah dengan kulkas berjalan kayak kamu*ucap jingga menggerutu dalam hati dengan sangat kesal kepada Fikri,dengan air mata yang terus saja mengalir di pipinya...
jingga pun yang mendengar perkataan nya Fikri bahwa dia harus tidur di lantai merasa sangat kaget...
*dan apa tadi kata dia aku harus tidur di lantai?,aku gak boleh tidur di atas kasurnya,tega banget sihh dia sama aku,ya Allah kuatkan aku dalam menjalani pernikahan yang tidak aku inginkan ini,semoga aku kuat menjalani pernikahan sama si tuan nyebelin ini*ucap jingga panjang lebar sambil berdoa dalam hati dan jingga pun mengusap air matanya...
*aku gak boleh lemah,dan gak boleh cengeng hanya karna, perkataannya si tuan nyebelin itu,aku gak mau melihat bibi,ibu Dewi dan tuan hermawana sedih,melihatku*ucap jingga tersenyum sambil nyemangatin dirinya sendiri...
sedangkan Fikri yang belum tidur dan merasa kalau perkataannya barusan takut menyakiti hatinya jingga...
*kenapa gadis itu diam saja ya,apakah perkataan ku barusan menyakiti hatinya ya?*tanya Fikri dalam hati yang merasa tidak enak kepada jingga...
*ehh kenapa aku malah khawatirin dia sih,bodo amat lah*ucap Fikri dengan tidak perduli kepada jingga...
"ehh tuan nyebelin,aku juga gak mau kali nikah sama tuan nyebelin kayak tuan,kalau bukan karena bibi dan ibu Dewi yang nyuruh aku menikah dengan tuan nyebelin,aku juga gak Sudi kali,dan ingat ya tuan,tuan jangan pernah sekali kali menyamakan saya dengan wanita wanita di luaran sana karna saya tidak seperti wanita wanita di luaran sana,dan tidak seperti yang ada di pikiran tuan,saya menikah dengan tuan bukan karna harta atau sosialita,tapi saya menikah dengan tuan karna menuruti ibu Dewi dan bibi saya,lebih baik saya jualan kue keliling lagi,kalau harus menikah Dengan tuan nyebelin,tapi ibu Dewi melarang saya untuk jualan kue keliling lagi,betapa baiknya ibu Dewi kepada saya di bandingkan tuan nyebelin,dasar tuan nyebelin gak berperasaan"ucap jingga menjelaskan panjang lebar kepada Fikri dengan mengambil bantal dan selimut untuk tidur di lantai...
__ADS_1