
Saat sampai di parkiran tiba tiba ada yang panggil gara.
"anggara"
Karna merasa di panggil gara dan tiara berbalik.melihat seorang wanita menggunakan jas doktenya berlari ke arah mereka.waktu si wanita sampai di sana gara seketika berdiri kaku dan tiara menoleh ke arah gara setelah itu dia mengambil alih haera ke gendongan dia dan memilih tunggu di mobil.
"maaf tadi dompetnya jatuh."
Wanita itu memberikan dompet anggara yg jatuh tapi bukan nya mengambil dompet itu gara hanya berdiri dan menatap ke arahnya wanita itu semakin heran saat melihat tiba tiba ada air mata yg keluar dari mata gara.
"maaf kamu baik baik aja ini dompet nya saya gk ambil sepersen pun kok isinya kamu jangan khawatir"
Tapi gara tidak menjawab,entah dorongan dari mana si wanita mendekat ke arah anggara dan menghapus air mata gara.saat merasakan kehangatan dari tangan itu di pipinya gara menutup mata nya.
"PAPA"
"maaf ini dompet nya"
Setelah menghapus air mata gara wanita ini memberi paksa dompet itu ke tangan gara dan berlari menjauh.setelah beberapa menit gara masih tetap di tempatnya walau pun si wanita sudah tidak ada di depan dia lagi.
"gar lo gk papa"tiara
Suara tiara membawa gara kembali ke dunia setelah itu dia menghapus air matanya dan berjalan masuk ke mobil.
"gar lo gk papa" tanya tiara lagi
anggara mengangguk dan bemberi senyuman kecil
"Iya gue gk papa,ayo gue anteri lo pulang"
"Papa nangis??"
"Enggak sayang tadi mata papa ke masukan debu makanya mata papa berair."
Setelah itu gara mengantar tiara pulang dan kembali ke rumahnya
"gara kamu udah pulang."
"gara"
"anggara"
Tapi anggara tidak menjawab pertanyaan mamanya dia langsung ke kamar mengunci pintu dan mulai melempar barang barang yang ada di dalam .
AGKH
"Kenapa sih lo semua bohongin gue
Dia masih hidup"
Agkh
Tok tok tok
"gara kamu kenapa nak"
"gara jawab mama"
Meski udah di panggil berkali kali gara tetap gk jawab mamaara jadi khawatir
Karna di mendengar suara pecahan barang dan teriakan anggara dari dalam.
Udah dua hari gara gk keluar kamar.
"Aduh harus telfon siapa ini."
"al apa raka ya"
__ADS_1
"Aduh raka aja lah dia kan dokter"
raka prov
Tok tok tok
"Iya masuk"
Sekarang gue lagi di kantor gue di rumah sakit.
Tapi tiba tiba ada yang ngetok ruangan gue.waktu orang itu buka pintu gue tau siapa dia.
"Oh dokter ana ,kita ketemu lagi."
"Ada yang bisa di bantu"
"Iya dokter,jadi dokter raka saya ke sini mau minta data pasien kecelakaan minggu lalu ."
"Oh ya tunggu sebentar saya carikan."
Sambil mencari map data pasien yang dicari aku ingin menggali informasi tentang ana
"Dokter ana"
"Ya"
"Bleh saya bertanya"
"Ya silahkan"
"Berapa tahun anda di london"
"Sebaik nya kita bicara nonformal aja"
"Gue cuma nganguk aja mengiyakan kata dia tadi."
"Loh kok kayaknya."
Gue nanyak sambil kasih map pasien ke ana.
"Iya soalnya--"
Tring tring
"Maaf dokter ana saya jawab telfon dulu"
Gue buka hp dan liat ternyata mama arayang telfon, tapi kok tumben ya apa ada masalah Alah angkat aja dulu ah
"hallo ma"
"raka,raka "
suara Mama ara tampak panik dan menangis
"Mama kenapa"
"anggara raka anggara , di mengamuk di rumah dia gk mau buka pintu kamarnya mama takut dia knapa kenapa"
"Mama tenang dulu oke raka ke sana sekarang ."
"Iya hati hati ka"
"Ya ma"
Bib
aku menghela nafas apa lagi yang di lakuin anak itu masalah apa lagi kali ini
__ADS_1
"Ada masalah dokter "
"Ya Gue rasa gitu"
"Maaf ana gue harus pergi, bleh gue minta no lo
Siapa tau kita bisa temenan"
"Oh tentu"
Setelah tukaran no sama ana gue langsung ke rumah gara, sampek di sana gue langsung di sambut sama tangisan mama ara.
"raka "
"Gimana ini gara gk mau buka pintu"
"Mama tenang aja biar raka yang bicara sama dia."
"Mama punya kunci cadangan gk?"
"Oh ada tunggu mama ambilin dulu"
Setelah mama ara kasih kunci kamar anggara sama gue, gue langsung masuk ke kamar dia yang gue liat pertama kali masuk setelah tutup pintu adalah gelap gue hidupin lampu kamar gara dan kamar dia berantakan banyak kaca kaca di lantai dan bahkan seprai dan selimut ranjang dia udah di lantai.
Gue liat dia duduk di lantai di bawah tempat tidur.gue deketin dia pelan pelan
"gar,gara lo kenapa??"
Dia gk jawab tapi gue tau dia lagi nangis karna gue liat bahu dia yang bergetar,gue duduk di depan dia.
"gar Lo kenapa kasih tau gue"
"Lo semua bohong sama gue"
Jawab dia dengan suara yang serak dan lirih mungkin karna dia terlalu keras berteriak,tapi dia gk angkat kepala dia sedikit pun.
"Bohong?, maksud lo gimana"
"LO SEMUA BOHONG SAMA GUE DIA MASIH HIDUP RAKA GUE TAU DIA MASIH HIDUP"
Gue gk tau maksud gara apa,siapa yang masih hidup apa yang gara maksud ana orang yg mirip sekali dengan fira.
"siapa maksud lo yang masih hidup"
"NATHA RAKA GUE KETEMU DIA DI MALL"
benar ternyata gar ketemu dokter ana.
"Oh lo ketemu dia"
"KENAPA LO GK KASIH TAU GUE RAKA,kenapa"
Sebenernya gue gk tega denger suara dia yang teriak dengan penuh depresi apa lagi saat suara dia melirih.
"gar dengeri gue dulu dia bukan fira dia ana"
gara mengangkat kepala dia dan liat ke arah gue penuh tanda tanya
"Maksud lo"
"Dia dokter ana dia dokter spesialis bedah di rumah sakit gue,dia dokter baru pindahan dari london."
"Gue juga baru ketemu dia kemarin lo inget kan yang gue bilang gk sengaja nabrak orang nah dia orang yg gue tabrak."
"Sekarang lo mandi dulu sana habis itu kita makan, trus lo istirahat bsok lo ke rumah sakit ikut gue kita ketemu sama docter ana."
"Oke"
__ADS_1
Tbc