
Hal yang ia rasakan pertama kali adalahsebuah guncangan yang di sebabkan oleh adik perempuannya,yang mencoba untuk membangunkannya.Lalu dia pun terbangun,dan melihat sosok adik perempuan kecilnya yang memiliki postur pendek dan memiliki rambut sebahu dan juga senyuman selamat pagi yang membuat seakan-akan seluruh kakak di dunia akan rela mati demi melindungi senyuman tersebut.
“Kakak ayo bangun,nanti bisa-bisa kita terlambat untuk ke hutan untuk menebang kayu”.
Ryoichi pun bangkit dan segera bergegas mencuci muka dan mengganti bajunya dan bersiap untuk pergi ke hutan bersama adik kecil nya untuk menebang kayu dan mengumpulkan buah-buahan untuk dijual ke pusat provinsi.Ryoichi tinggal di sebuah rumah sederhana yang terletak di desa pinggiran hutan di wilayah provinsi
Timur [Empire],dan hanya tinggal berdua dengan adiknya karena orang tuanya telah meninggal karena insiden 8 tahun yang lalu.Sejak saat itu yang ada di pikiran Ryoichi hanyalah bagaimana untuk membahagiakan adiknya dan bisa hidup bahagia tanpa masalah.
Teriknya sinar matahari menyelinap melalui celah-celah pepohonan di hutan , dimana
Ryoichi duduk beristirahat setelah menebang kayu.Dia terlihat melamun,memikirkan insiden 8 tahun yang lalu.
“Tidak, aku tidak akan pergi tanpa ibu dan ayah!”Teriak bocah berusia 7 tahun yang
disampingnya adalah adik perempuannya yang berusia 4 tahun.
“Kamu harus pergi sekarang,para monster-monster itu akan kesini sebentar lagi,jangan pikirkan ayah dan ibu disini!”.Teriak seorang pria paruh baya yang memegang pistol ditangannya.
“Itu benar nak,jangan pikirkan ibu dan ayah . Kamu harus bisa hidup mandiri dan melindungi adikmu ini.”Kata seorang wanita dengan kata halus namun menyimpan banyak kepedihan didalamnya.
“Kakak”
“Kakak!,jangan
melamun terus dong…Ayo kita pergi”
Ryoichi yang sedang termenung pun kaget dan lamunannya pun buyar.
“Ah,, maaf Asuka.Kakak tadi hanya melamun sebentar”.
Ryoichi pun bangkit dari duduknya dan membawa tumpukan kayu yang sudah dia tebang , dan ditemani adiknya dia pun berencana untuk meninggalkan hutan untuk pergi ke pusat provinsi untuk menjual kayu tersebut.Namun di perjalanan Ryoichi merasakan ada yang aneh , hari yang tadinya panas terik berubah menjadi hari yang gelap dan hembusan angin yang menerpa pun menjadi lebih kencang.Melihat kondisi seperti itu, Ryouichi pun membatalkan niatnya untuk pergi ke pusat provinsi dan bergegas kembali ke desa.Sesampainya di luar hutan, Ryoichi menyadari bahwa desa yang biasanya ramai dan ada penjaga gerbangnya ,menjadi kosong.Ketika dia memasuki desa , dia dikejutkan oleh bau darah yang begitu menyengat.
“Kakak,,, apa yang terjadi ??Mengapa tercium bau darah seperti ini ? Asuka tidak senang dengan bau ini”
“Asuka,kamu segera sembunyi sekarang.Perasaan Kakak tidak enak”Kata Ryoichi sembari mengelus kepala Asuka
“Baik kakak,kakak nnti jemput Asuka yah”
Dengan segera Asuka pergi bersembunyi , dan Ryoichi mulai perlahan berjalan kearah tengah desa.Dan dia pun kaget dengan dicampur perasaan jijik,dia melihat potongan kepala,tangan,dan juga organ-organ dalam berceceran dimana-mana.Dan dia tambah terkejut ketika melihat sesosok bayangan hitam sedang duduk dan terdengar suara
menguyah daging .
“Monster??!!...”Kata Ryouichi dalam hati.
“Tidak mungkin monster bisa menyusup kesini,bukankah daerah barat sudah dibersihkan oleh prajurit [The Saviour] ???”
Ryouichi pun mundur perlahan-lahan,namun dirinya tidak menyadari menginjak sebuah pecahan kaca , dan menghasilkan bunyi yang menarik perhatian demon tersebut
“Oh….rupanya ada makanan yang tertinggal disana”Sesosok bayangan tersebut pun berdiri dan Ryouichi dapat melihat sosok aslinya.Sosok monster dengan wajah mengerikan yang memakai armor emas yang dipenuhi percikan darah.Sesosok monster itupun menarik pedangnya dan berniat untuk menebas Ryouichi.Namun dengan sigap Ryouichi pun menghindari serangan itu .
“Heh….menarik ada seorang manusia yang bisa menghindari serangan ku selain para prajurit sialan itu”
__ADS_1
Satu-satunya senjata yang dipegang Ryouichi adalah belati yang biasanya dia bawa ketika
keluar ke hutan.
“Bagaimana bisa monster masuk ke daerah perlindungan [Empire] ini ??!!”
Teriak Ryouichi yang ketakutan setengah mati tidak bisa lagi berpikir jernih sambil mengacungkan belatinya.Namun apa daya sosok itu pun menghempaskan tubuh Ryouichi ke arah dinding rumah.Alhasil Ryouichi pun tergeletak tidak berdaya.
“Monster ??hahahahaha….bocah… bahkan kau tidak tau perbedaan monster dan demon ??Dengarlah aku ini seorang demon peringkat bumi.”Kata demon itu sambil tertawa
“Demon??apa itu berbeda dengan monster ??”
Ryouichipun hanya bisa pasrah menunggu kematian dirinya.Satu-satunya hal yang dia ingat adalah senyuman adiknya yang manis dan perilaku adiknya yang manja kepada dirinya.
“Maaf Asuka,kakak tidak dapat melindungimu lagi.”
Begitulah kata akhir Ryouichi yang menyadari hidupnya akan segera berakhir.Demon tersebut pun melayangkan pedangnya ke arah Ryouichi.
“Kakak!!!! awas”
Pandangan Ryouichi yang semula kabur pun perlahan kembali menjadi terang. Dan dia terkejut ketika melihat Asuka terluka parah karena tebasan pedang demon tersebut .
“Asuka !!!!.... tidak… tidak… ini tidak mungkin terjadi”
Kata Ryouichi dengan berlinang air mata.
“hehe…..kakak jangan menangis ,,, Asuka tidak suka melihat kakak menangis”Kata Asuka dengan mulut yang penuh darah.
“Tidak….Asuka ,,, kamu tidak akan mati… kita akan bersama,, kita akan makan sup yang kamu buat itu,kita akan berjalan bersama-sama dihutan lagi,kakak janji tidak akan bangun kesiangan lagi.Jadi tolong jangan pergi!”
“Kakak… tolong setelah Asuka mati ,,, kakak makan tepat waktu,istirahat yang cukup,dan jangan bangun kesiangan yah,perbanyak olahraga supaya kakak tetap sehat”
Asuka mengatakan hal itu dengan berlinang air mata.
“Maaf kakak,, Asuka tidak dapat melihat kakak dapat pacar dan menikah hehe”
Asuka pun tersenyum terakhir kalinya dan akhirnya meninggal di pelukan Ryouichi.
“Hoi,,,Asuka…tolong jangan bercanda dengan kakak,,kamu akan baik-baik saja bukan ??”
Langit pun menurunkan hujan sebagai pertanda bahwa langit pun bersedih melihat
kepergian Asuka…..
“TIDAK!!!!!!.......TUHAN!!!!...JANGAN BERCANDA DENGANKU !!!!!....KAU TELAH MERENGGUT SEGALANYA DALAM HIDUPKU … ORANG
TUA KU BAHKAN ADIKKU…..BAHKAN AKU TIDAK BISA MELINDUNGI SENYUMANNYA !!!”
Teriak Ryouichi dengan segala keputus asaan yang dia miliki.
“Jadi dia mati yah …. HAHAHAHAHA!!!!!!”
__ADS_1
Tertawaan demon itu pun terdengar cukup jelas dan nyaring.Ryouichi yang sadar dengan keberadaan demon tersebut langsung bangkit dan menyerang demon tersebut dengan nafsu membunuh yang besar
“DEMON ******* !!!!!!......bahkan jika aku mati hari ini … aku akan menyeretmu ke neraka !!!!!”
Teriak Ryouichi sembari mencoba menikam demon itu , namun sia-sia.Kekuatan dari seorang bocah yang mengamuk bukanlah tandingan dari kekuatan seorang Demon tingkat Bumi.Ryouichi pun dihempaskan kembali oleh demon tersebut dengan sangat mudah.
“Maaf nak…..ini bukanlah hari keberuntunganmu!!!!”
Ryouichi tergeletak bersimbah darah,,tangan dan kakinya patah,serta rusuk nya retak di
beberapa bagian.
“Asuka…maaf, bahkan kakak mu ini sangat lemah… bahkan tidak bisa membalaskan dendammu”
PandanganRyouichi pun semakin menghitam,dan ketika hampir kehilangan kesadaran.Terdengar
langkah lari dari arah lain.Ya , benar saja pasukan dari [The Saviour] datang.
“Cih,,, kalian prajurit sialan,,, bagaimana bisa kalian melacakku “
Seketika demon itu pun telah dikepung oleh satu kompi dari prajurit [The Saviour].Dan muncul sesosok prajurit yang tampak memiliki pangkat yang lebih tinggi dan melihat ke arah Ryouichi.
“Bawa Anak itu ke base sekarang”Kata prajurit tersebut.
“Prajurit sialan,beraninya mengganggu ku,, aku adalah demon tingkat bumi..Kalian pikir kalian dapat membunuhku HAH !!!!???”
Demon tersebut mencoba menebas prajurit tersebut
“[Byakkomaru]…….bangunlah dan bantu aku membunuh demon ini”
Seketika Prajurit tersebut menebas tangan dari demon yang hendak menyerangnya
“Tidak!!!!....bagaimana mana mungkin…[Cursed Weapon]……apakah kau dari Dark Moon ???”
Demon itu pun jatuh dan terlihat menjerit kesakitan
“Hoho…bahkan demon yang memiliki harga diri tinggi sepertimu bisa merengek kesakitan seperti
ini ??”
“Tolong ampuni aku,aku berjanji tidak akan kembali ke wilayah ini lagi”
“Merengeklah pada korban-korban yang telah kau bunuh !!!!”
Dan tebasan terakhir itu membuat demon tersebut berubah menjadi abu dan akhirnya
demon itu mati.
“Kolonel,,,semua yang ada di desa ini sudah mati , hanya tersisa anak tadi yang menggenggam tangan seorang perempuan”
“hmmm….bawa anak tadi serta mayat dari perempuan itu..mungkin itu adalah seseorang yang berharga untuknya , bahkan dia rela berjuang mati-matian untuk membalaskan dendamnya”
__ADS_1
“Baik Kolonel!!!”
Bersamaan dengan itu para prajurit tadi meninggalkan desa tersebut setelah menguburkan para penduduk desa yang telah meninggal dan membawa anak tersebut kembali ke markas [The Saviour] tingkat provinsi.