Divine Gate

Divine Gate
Volume 1 : Chapter 4


__ADS_3

Didepan gerbang markas Provinsi Timur , terlihat 3 orang prajurit yang terlihat berbeda dibanding prajurit pada umumnya.Pakaian mereka sama dengan pakaian yang dipakai oleh Kolonel Ryouta.Yang membedakan hanyalah sebuah symbol di lengan kanan mereka tepat dibawah lambang pangkat mereka.Mereka memang sedang menunggu kedatangan Kolonel Ryota dan yang lain.


        “Yo,Kolonel Ryota.Lama kita tidak bertemu sejak rapat komando terakhir.Semakin lama kau semakin tampan dan gagah saja.”Ucap seorang pria berumur 30 tahun dengan symbol naga di lengan kanan bajunya dengan wajah yang menawan dan dengan kharismnya yang tinggi.


        “Cukup dengan ocehan gay mu itu Kolonel Ray,dan ada apa kalian bertiga datang ke Markas ku tanpa memberitahu ku sebelumnya ?”Ucap Kolonel Ryota dengan nada kesal.


Ryouichi pun terlihat kebingungan karena tidak mengenali 3 prajurit ini  pun bertanya kepada Kapten Saito.


        “Kapten Saito, apa anda mengenali orang-orang itu ?”Ucap Ryouichi


        “Ah,,,,kau tidak mengenali nya karena kau masih baru disini,mereka adalah para [Guardian] yang lain.Mereka memiliki kekuatan yang sama satu dengan yang lain,dan biasanya mengkomando pasukan dari tiap provinsi yang mereka pimpin.Sama halnya dengan Kolonel Ryota yang juga menyandang gelar [Guardian].”Ucap Kapten Saito dengan penuh semangat.


        “Lalu ,jadi apakah mereka kuat?”Tanya Ryouichi dengan penasaran.


        “Tentu saja begitu Ryou-kun.Kekuatan dari setiap [Guardian] setara dengan seluruh kekuatan pasukan dari setiap Provinsi.Dan mereka menyandang gelar [Guardian] juga bukan tanpa sebab.Setiap individu dari [Guardian] dapat menyapu bersih 500 pasukan demon dan monster Tingkat Bumi sendirian.” Ucap Kapten Saito dengan penuh semangat lagi.


        “Heeee…..lalu apakah gadis kecil itu juga [Guardian] ?”Tanya Ryuichi seakan tidak percaya.


Lalu salah satu dari 3 prajurit itu mengalihkan perhatian kepada Ryouichi.Sesosok gadis kecil dengan tinggi sekitar 158 cm dengan rambut twintail dan berwarna pirang (Blonde) dengan wajah seperti ras Eropa yang terkesan cantik dan manis dan memiliki symbol burung api di lengan kanan nya, berbicara kepada Ryouichi.


        “Hei,kau bocah disana,apa kau barusan memanggilku dengan sebutan gadis kecil ??” Ucap Gadis itu.


        “Maaf Kolonel Rose,dia tidak bermaksud menyinggung anda sama sekali.Dia masih baru di akademi ini.Jadi wajar dia belum tau bagaimana cara sopan ke atasan.”Ucap Kapten Saito dengan gugup.


        “Heeee….cukup berani juga berkata seperti itu meskipun tau bahwa aku ini seorang [Guardian].Kolonel Ryota sepertinya anak buahmu yang ini perlu di beri pelajaran bagaimana cara menghormati atasan yang benar.”Ucap Kolonel Rose dengan nada seperti anak kecil seakan menantang Ryouichi untuk berduel.


        “Cukup…hentikan itu Kolonel Rose.Jangan bertingkah seperti anak kecil didepan [Guardian] yang lain.”Ucap seorang pria berumur sekitar 40 tahun dengan postur tubuh besar,tinggi dan kekar dibanding [Guardian] yang lain dan memiliki symbol kura-kura dan ular di lengan kanannya.


        “Cih….kalau bukan karena Kolonel Erik yang menghentikan ku , kau sudah pasti babak belur sekarang,dasar bocah.”Ucap Kolonel Rose


        “Bocah teriak bocah…dasar tidak tau diri”Gumam Ryouichi.


        “Apa tadi kau bilang !!!!??”Teriak Kolonel Rose


        “Hahahahaha…….anak yang menarik.Siapa namamu ?” Ucap Kolonel Ray


        “Namaku Ryouichi,senang bertemu dengan anda Kolonel Ray”Ucap Ryouichi dengan nada penuh hormat.


        “Hei,,,kenapa saat kau menyapa dia dan aku , nada bicaramu berbeda ??”Omel Kolonel Rose.


        “Jadi ada keperluan apa kalian bertiga prajurit terkuat datang ke sini ? sudah pasti bukan untuk membuat markas ku kacau kan ??” tanya Kolonel Ryota.


        “Kami bertiga datang kesini untuk membicarakan tentang pergerakan dari salah satu [Trinity Leader] yang semakin mencurigakan.”Ucap Kolonel Erik dengan serius.


        “Hmmm…..mari kita bicarakan hal ini di ruang rapat.Ryouichi ,mulai dari sekarang kau akan mendapat pelatihan khusus dari Kapten Saito dan Mayor Megumi.Jadi mulai besok kau akan masuk langsung ke divisi Warrior.”Ucap Kolonel Ryota kepada Ryouichi.


        “Tung---tunggu sebentar Kolonel , apa kau benar-benar memasukkan Ryou-kun ke divisi Warrior ? Bukankah


itu terlalu cepat untuk pangkat seperti dia ?Aku takut itu akan menyebabkan masalah ke depannya”.Ucap Kapten Saito dengan ragu.


        “hehehe…mari kita lihat siapa yang berani menentang keputusanku sebagai [Guardian].Aku tidak akan segan-segan menggantung mereka di depan gerbang markas.”Ucap Kolonel Ryota


dengan nada santai.


        “hmmm…baiklah Kolonel” jawab Kapten Saito dengan nada menurut.


        “Heeee……Jarang sekali Kolonel Ryota yang terkenal sangat ketat,sampai rela memasukkan bocah


seperti itu.Hmmm…????Senjata itu ??!!”Ucap Kolonel Ray


        “Hmmm….menarik apa senjata itu Senjata Roh [God] tingkat tinggi ? aku belum pernah melihat


aura sebesar ini selain dari senjata dari para [Guardian],dan bagaimana bocah sepertimu bisa mendapatkannya.”Ucap Kolonel Rose


        “Celaka….aku lupa memberitahu Ryouichi untuk menyembunyikan senjata roh itu”Kata Kolonel


Ryota dalam hati


        “Sudah cukup bermain-mainnya,mari kita pergi keruang rapat.”Ucap Kolonel Erik.


Setelah itu Ryouichi merasa bahwa Kolonel Erik untuk sesaat menatap tajam ke arahnya


dan mengeluarkan aura yang mengintimidasi.Dan membuat Ryouichi sempat ketakutan


        “Aura apa itu barusan ? sangat kuat sekali.Apakah itu kekuatan dari [Guardian] ?”Ucap


Ryouichi ketakutan.


        “Baiklah Ryou-kun, mari kita kembali ke barak dan beristirahat.Besok akan menjadi hari yang berat untukmu,oh ya dan jangan lupa jangan pernah memberitahu tentang senjata roh mu itu  kepada siapapun,bahkan kepada [Guardian] lainnya sekalipun,karena kau tidak akan pernah tau kapan ada musuh dalam selimut.”Ucap Kapten Saito.


        “baik kapten,sampai jumpa besok”Ucap Ryouichi


Sesampainya Kolonel Ryota,Kolonel Rose,Kolonel Erik,dan Kolonel Ray di ruang rapat,mereka pun mulai mendiskusikan beberapa hal.


        “Baik ,mari kita mulai rapat hari ini,ada berita penting apa yang kalian punya hari


ini?”Tanya Kolonel Ryota kepada seluruh [Guardian]


        “Trinity Leader mulai bergerak dengan agresif,aku takutnya bahwa tidak lama lagi kita akan mengalami perang besar dengan para petinggi ras Demon.”Ucap Kolonel Ray dengan serius


        “Bukankah salah satu dari kita saja sudah lebih dari cukup untuk melawan salah satu dari


petinggi ras Demon?” Ucap Kolonel Rose sambil memainkan rambutnya.


        “Kalau yang kita lawan hanya satu Petinggi ras Demon saja itu bukan masalah,aku dan pasukan ku pun dapat mengatasi nya dengan sangat mudah.Tapi lain cerita kalau yang kita lawan ada 2 atau 3 petinggi ras Demon ditambah dengan pasukan yang mereka miliki.Itu sama saja dengan bunuh diri jika melawan lebih dari 1 petinggi


ras Demon seorang diri.Bahkan diriku saja dapat terbunuh.”Ucap Kolonel Ray


        “Itu benar apa yang dikatakan Kolonel Ray,kita tidak boleh ceroboh dan gegabah dalam mengambil keputusan.Bahkan yang terkuat diantara kita seperti Kolonel Ryota akan kesusahan dalam mengatasi mereka.”Ucap Kolonel Erik.


        “Lalu bagaimana dengan respon dari para petinggi atas di Central ?”Tanya Kolonel Ryota.


        “Para petinggi atas pun kulihat tidak perduli dengan hal itu,bukankah kalian tau para petinggi atas saling berebut kekuasaan satu sama lain ? Jika tidak ada Jendral,aku takut para petinggi atas sudah saling bunuh untuk merebut kekuasaan.”Jawab Kolonel Ray.


        “Kolonel Erik,bagaimana dengan Divisi Scout yang anda kirimkan untuk memata-matai pasukan demon ?”Tanya Kolonel Ryota


        “Informasi nya mungkin sampai sekitar 2 atau tiga hari lagi,lalu baru kita bisa membuat keputusan.Kita tidak bisa berharap pada para petinggi atas ******** itu.Hanya Jendral yang bisa kita percayai untuk sekarang ini.Untuk Informasi nya akan aku


laporkan secara langsung kepada Jendral.”Ucap Kolonel Erik


        “Baiklah,rapat ini akan kita tunda sampai kita mendapat informasi lebih lanjut dari divisi Kolonel Erik.”Ucap Kolonel Ryota


        “Tunggu sebentar Kolonel Ryota,aku ingin bertanya tentang anak itu.Siapa dia dan kenapa dia memiliki senjata roh [God]tingkat tinggi,dan lagi itu bukan senjata roh biasa.Aku bisa merasakan aura yang besar dari senjata itu.Itu setidaknya sekuat senjata roh dari para [Guardian] lain.”Ucap Kolonel Rose dengan penasaran


        “Untuk pertanyaan itu , aku tidak bisa mengatakan info lebih lanjut seputar bawahanku kepada Kolonel lainnya.Aku harap kau paham alasannya.”Ucap Kolonel Ryota dengan tegas

__ADS_1


        “Hmm…apakah itu berhubungan dengan insiden [Red Day] yang menimpa Letnan Dua Ayumi ??Ucap


Kolonel Ray kepada Kolonel Ryota


Tiba-tiba saja seluruh bangunan utama dari markas Provinsi Timur bergetar dengan hebat.Seluruh pasukan dari markas Provinsi yang tidak kuat dengan aura ini pun pingsan.Kolonel Ryota yang awalnya tenang mengeluarkan aura membunuh yang kuat dan menatap Kolonel Ray dengan tatapan dingin penuh amarah dan rasa haus darah.


        “Aku tantang sekali lagi kau untuk berkata seperti itu.Aku tidak peduli kau [Guardian] sekalipun.Sekali lagi kau menyebutkan tentang insiden itu lagi.Bisa aku pastikan mulai dari hari ini jumlah dari [Guardian] akan berkurang menjadi 3 orang.Rapat dibubarkan”Ucap Kolonel Ryota dengan Aura membunuh yang sangat


besar.


Kolonel Ryota pun meninggalkan ruang rapat menyisakan [Guardian] lain yang masih diam terpaku dengan aura yang dikeluarkan oleh Kolonel Ryota.


        “Oi…oi…aura yang kuat sekali dari Kolonel Ryota itu.Kalau dia marah mengerikan sekali.Apakah


dia akan benar-benar membunuhku tadi itu.”Ucap Kolonel Ray


        “Sudah pasti kalau kau terus melanjutkan percakapan itu , bahkan jika aku dan Kolonel Erik membantumu ,kau pasti akan mati hari ini.Dan lagipula aku tidak ingin membantumu.Itu salahmu sendiri, menyebutkan hal yang tabu untuk Kolonel Ryota.Bahkan jendral dan petinggi atas pun akan berpikir dua kali untuk menyebut insiden itu di depan Kolonel Ryota.”Ucap Kolonel Rose sambil menunjuk Kolonel Ray.


        “Itu benar Kolonel Ray,jika kau mati hari ini tidak akan ada yang protes.Bagi Kolonel Ryota insiden itu merupakan pedang bermata dua . Di satu sisi membuat dia kehilangan sesuatu yang sangat berharga , dan di satu sisi membuat dia menjadi [Guardian].”Ucap Kolonel Erik membenarkan perkataan Kolonel Rose.


Rapat hari itu pun di akhiri dengan kurang baik.Para [Guardian] yang lain pun menginap di markas Provinsi Timur untuk beberapa hari sembari menunggu informasi dari divisi Scout milik Kolonel Erik.


Hari pun berganti.Ryouichi pun bersemangat untuk memulai latihan pertamanya sebagai anggota divisi Warrior.Ryouichi pun melangkahkan kakinya ke ruangan milik Kolonel Ryota.


        “Pagi Kolonel.Mengapa kau tampak murung sekali hari ini ? apa kau kurang pemandangan cewek seksi ?” Ucap Ryouichi


        “Hmmm….yah seperti itulah.Aku kurang asupan cewek cantik selama aku menjabat menjadi Kolonel.”Jawab Kolonel Ryota dengan tawa kecil


        “Hmmm…bukankah Mayor Megumi cantik dan memiliki tubuh yang seksi.Dan jika kulihat bukankah


sepertinya dia suka dengan mu Kolonel ?”Ucap Ryouichi


        “Yah aku tidak tertarik dengan perempuan lagi”Ucap Kolonel Ryota


        “Ja-ja-jangan jangan,Kolonel.Aku masih normal dan suka dengan wanita.Jangan dekat-dekat.”Ucap


Ryouichi sambil menjauhi Kolonel Ryota


        “Dasar tidak sopan,maksudku aku tidak tertarik dengan perempuan selain dia…..”Ucapan Kolonel Ryota pun terhenti.


        “Kolonel ??Kau baik-baik saja ?mengapa tiba-tiba ucapanmu berhenti”Ucap Ryouichi


        “Yah,jangan khawatir soal hal itu,dimana pedangmu ?”Tanya Kolonel Ryota


        “Bukankah kau menyuruhku untuk tidak membawanya dengan alasan takut akan ketahuan yang


lain”ucap Ryouichi


        “Memang benar , tapi hari ini kau mulai resmi masuk divisi warrior dan ikut pelatihan bersama mereka.Jangan buat malu diriku dan dirimu sendiri.Apa kata mereka jika aku membiarkan prajurit yang terlihat lesu dan tidak membawa senjata roh apapun masuk ke divisi mereka..Prinsipku adalah jika kau kuat, jangan ragu untuk


menunjukkan bahwa dirimu kuat.Jika tidak maka kau akan di injak-injak,tapi harus mengetahui batasan kapan harus seperti itu dan kapan harus merendah. Lagipula aku bisa menjamin bahwa seluruh anggota divisi warrior adalah orang yang bisa kupercaya”Ucap Kolonel Ryota


        “Baiklah aku akan kembali mengambil pedangku dan langsung ke lapangan”ucap Ryouichi


        “Kau masih belum tau bagaimana cara memanggil pedangmu ??”Tanya Kolonel Ryota.


        “Apa maksudmu Kolonel ??” Tanya Ryouichi


        “Haishhh……tidak usah kau pikirkan.Kapten Saito dan Mayor Megumi akan mengajari mu bagaimana


caranya.”ucap Kolonel Ryota


Ryota sendirian.


           “Jika kau masih ada di sampingku saat ini,apakah semua nya akan berrbeda ??”Ucap


Kolonel Ryota sambil memegang sebuah foto seorang prajurit wanita yang dibawahnya terdapat nama Letnan Dua Ayumi.


Ryouichi yang sudah mengambil pedangnya pun segera menuju lapangan untuk pelatihan harian dari divisi Warrior.Dan disana ada Kapten Saito dan Mayor Megumi serta sekitar 50 orang anggota dari divisi Warrior.


        “Selamat pagi seluruh pasukan, mulai hari ini akan ada prajurit baru yang akan bergabung dengan divisi warrior.Silahkan perkenalkan namamu.”Ucap Mayor Megumi


        “Nama saya Ryouichi, dan pangkat saya adalah private ,senang berkenalan dengan kalian semua.”Ucap Ryouichi dengan lantang dan keras.


        “Mayor Megumi, apa tidak salah seseorang dengan pangkat private masuk ke divisi utama di markas Provinsi Timur ??.Yang kulihat dia sangat lemah dan bahkan tidak pantas masuk divisi ini.”Ucap salah satu prajurit dengan nada meremehkan


        “Hmmm…..Private Ryouichi adalah orang yang dipilih oleh Kolonel Ryota,jika kalian keberatan dengan itu silahkan datangi Kolonel langsung untuk complain.Yah walaupun aku yakin complain kalian tidak akan diterima.”Jawab Mayor Megumi


        “Cih….”Gumam salah satu prajurit itu.


Disisi lain lapangan ,Kolonel Ryota melihat hal itu dan tiba-tiba Kolonel Erik dan


Kolonel Rose mendatangi Kolonel Ryota.


        “Hmmmm…hari yang cerah sekali yah Kolonel”Ucap Kolonel Erik


        “Ada apa kalian kesini ? biasanya kalian tidak suka melihat pelatihan seperti ini?”Ucap Kolonel Ryota


        “Yah sebenarnya kami kesini untuk melihat anak itu, tapi seperti nya anak itu


diremehkan di sana . Apa itu baik-baik saja Kolonel ?? Ucap Kolonel Rose


        “Lalu apa kau mau membantu dia ??”Ucap Kolonel Ryota


        “Bukankah kemaren kau bilang untuk jangan ikut campur dengan urusan bawahan anda ?”Ucap


Kolonel Erik


        “Jangan salah sangka,kalau itu untuk perkembangan bawahanku tentu dengan senang hati


akan kuterima bantuan kalian.Berbeda dengan ******** itu,yang hanya peduli


dengan harga diri nya sendiri.”Ucap Kolonel Ryota


        “Kalau begitu, apakah aku bisa Sparing dengan anak itu Kolonel ?”Ucap Kolonel Rose


        “Apakah kau tidak takut dibilang pembully newbie ??”Ucap Kolonel Ryota


        “Tentu saja aku tidak peduli dengan semu itu,lagipula aku tertarik dengan pedang itu.Jadi aku ingin mencoba sparing dengannya”Ucap Kolonel Rose


        “Silahkan kalau kau mau,tapi jangan sampai melakukan hal yang tidak perlu disana “Ucap


Kolonel Ryota


        “Yessss,,,,akhirnya aku bisa berolahraga sebentar”Ucap Kolonel Rose dengan bahagia sambil lari ke

__ADS_1


tengah lapangan


        “Kolonel Ryota,anak itu tidak pernah di ajari bagaimana cara menggunakan senjata roh bukan ??Bagaimana bisa kau mengizinkannya untuk sparing dengan Kolonel Rose ?”Ucap Kolonel Erik


        “Sebenarnya aku juga ingin melihat apakah Ryouichi itu sesuai dengan ekspektasi ku atau tidak.”Ucap Kolonel Ryota


        “Jangan-jangan ,apakah kau ingin ….?”Ucap Kolonel Ryota


        “Yah,,,aku harus cepat karena aku pun sudah kehabisan waktu”Ucap Kolonel Ryota dengan


tersenyum.


Kolonel Rose pun sampai di tengah lapangan dan mengambil alih komando pelatihan.


        “Ehem…selamat pagi semua.Saya adalah Kolonel Rose dari Provinsi Barat.Hari ini saya akan


mencoba sparing dengan salah satu dari kalian yang saya pilih.”Ucap Kolonel Rose dengan bangga


        “Wah….salah satu dari empat [Guardian] mengajak kita sparing,apa kita bisa mengalahkannya


yah ??”Ucap salah satu prajurit ke temannya


        “Kepalamu botak,,,kalau kau bisa mengalahkannya ,akan aku traktir makan seumur hidup”Ucap salah satu prajurit kepada temannya tadi


        “Yang disana , yang memakai pedang hitam . Kau kuajak untuk sparing hari ini.”Ucap Kolonel Rose dengan keras


        “Pasti babak belur itu anak baru nya, yang dia lawan salah satu dari empat [Guardian].”Ucap salah satu prajurit sambil tertawa


Ryouichi pun maju dan berhadapan dengan Kolonel Rose


        “Kalau aku bisa mengalahkanmu , kau harus berjanji sesuatu padaku Kolonel Rose”Ucap


Ryouichi menantang


        “Heee…..sepertinya kau cukup percaya diri bisa mengalahkan ku hari ini bocah.Baiklah jika kau sanggup menghindari seranganku selama 5 menit dan tidak mati , aku berjanji akan melakukan apa yang kau mau”Ucap Kolonel Rose


Keduanya pun mengambil ancang-ancang untuk bersiap bertarung.Ryouichi pun menarik pedangnya dari sarungnya.Terlihat sebuah bilah pedang lurus yang memiliki corak gelombang berwarna emas disisi kanan dan sisi kiri nya,di ikuti oleh aura hitam tipis di sekeliling pedang itu.


        “Hmmm….sudah kuduga bahwa itu bukan senjata roh biasa.Sudah pasti itu senjata [God] tingkat tinggi.Yah tapi sayang sekali dia akan kalah hari ini”Ucap Kolonel Rose dalamhati sambil tersenyum.


        “Seranglah aku sesukamu Kolonel !!!” Teriak Ryouichi dengan lantang


        “Cobalah untuk menghindari seranganku ini bocah !!!”Teriak Kolonel Rose


Kolonel Rose pun memanggil senjata roh [God] nya yang berupa Busur panah dengan aura


api , dan mulai membidik Ryouichi.


        “Coba kita lihat sehebat apa kau sampai bisa sesombong ini bocah !!” Teriak Kolone Rose dan melepaskan anak panah yang terbuat dari aura api.


        “Sial,,panah api itu sangat cepat,apakah ini karena senjata roh itu.Dia jadi [Guardian] bukan tanpa alasan.Aku harus menghindari serangan itu,jika tidak aku akan jadi abu.”Gumam Ryouichi sambil berlari menghindari anak panah Kolonel Rose


        “Ada apa bocah??? Apakah semua perkataanmu tadi hanya bualan omong kosong semata ??,kau mengecewakan ku”Teriak Kolonel Rose


Ryouichi pun selalu berlari untuk menghindari serangan dari Kolonel Rose,namun tentu saja Ryouichi kalah cepat dengan panah api milik senjata Roh Kolonel Rose.Ryouichi pun terkena serangan itu dan terhempas jauh,dan tergeletak ditanah.


        “Hmmm…..Cuma itu saja kah ??sungguh mengecewakan.Aku tidak tau apa yang diharapkan Kolonel


Ryota darimu,tapi kau sungguh lemah”Ucap Kolonel Rose


Ryouichi pun menggerakkan jemari nya dan berusaha bangun


        “Kau pikir hal seperti ini akan dengan mudah membunuhku ? aku tidak akan punya muka untuk


bertemu adik ku di surga jika aku mati seperti ini.Hal ini bukanlah apa-apa bagiku”Teriak Ryouichi sembari berdiri


        “Hahahaha…..Menarik sekali bocah!!,aku semakin tertarik denganmu !” Teriak Kolonel Rose dengan


tertawa keras dan mencoba melepaskan anak panah lagi ke arah Ryouichi


Di sisi lain Ryouichi berpikir keras bagaimana cara untuk menang dari Gadis kecil arogan di hadapannya,sampai suatu ketika ada suara pria tua terngiang di kepala Ryouichi.


        “Hei nak,apa kau ingin menang ??”Suara itu terdengar lirih di kepala Ryouichi


        “Siapa kau , kenapa bisa ada suara mu di kepala ku ?”Gumam Ryouichi


        “Hahaha…aku adalah roh didalam pedangmu.Bukankah kakek tua di [Forbidden Forest] sudah menjelaskan padamu ? Aku adalah Khronos !,sang dewa waktu dan penciptaan”Suara itu terdengar jelas di pikiran Ryouichi.


        “Aku tidak peduli siapa dirimu , yang aku inginkan adalah mengalahkan gadis kecil sombong itu sekarang juga “ Gumam Ryouichi.


        “Hmmm….aku bisa membantumu mengalahkan nya sekarang.Tapi itu akan memiliki resiko karena tubuhmu yang sekarang belum terbiasa menggunakan teknik ini”Ucap Roh itu.


        “Heh….kau pikir aku akan membatalkan niatku untuk mengalahkan gadis kecil itu setelah mendengar kata-katamu ? Cepat bantu aku sekarang !” Ucap Ryouichi di dalam pikirannya


        “Hmm…baiklah.Ikuti kata-kataku.Konsentrasi dan bayangkan waktu di sekitarmu terhenti dan teriakkan ‘TIME FREEZE’.”ucap Roh itu.


        “Terima panah ini bocah !”Teriak Kolonel Rose


        “TIME FREEZE !!!!!!!!”Teriak Ryouichi dengan keras dan lantang


Tiba-tiba saja semua orang dan waktu menjadi terhenti,dan disitulah Ryouichi mengambil kesempatan untuk menghindari panah api yang persis berhenti didepan wajahnya , dan berlari kearah Kolonel Rose.Dan seketika waktu yang awalnya terhenti menjadi normal kembali.Dan membuat semua prajurit serta Kolonel Ryota dan


Kolonel Erik terkejut dengan kejadian tersebut.Mereka melihat Ryouichi yang awalnya terdesak mampu untuk mengacungkan pedang ke leher Kolonel Rose.


        “Semua sudah berakhir Kolonel Rose.Akulah pemenangnya.”Ucap Ryouichi


        “Bagaimana bisa ??! apa kau punya skill teleportasi ?”Ucap Kolonel Rose terkejut


        “Kau tidak perlu tahu tentang hal itu, sekarang saatnya kau menepati janjimu”Ucap Ryouichi sambil memasukkan pedangnya kembali ke sarungnya


        “Apa yang kau inginkan dariku ?”Ucap Kolonel  Rose


        “Yang aku inginkan adalah…….”Suara Ryouichi mengecil dan pandangannya menjadi kabur serta disertai muntah darah.


Ryouichi pun roboh di hadapan Kolonel Rose dan semua prajurit di lapangan.Dan membuat Kolonel Ryota berlari dengan cepat ke arah lapangan.


        “Oiii…bocah bangunlah !!!...seseorang cepat kemari .” Teriak Kolonel Rose cemas sambil mengangkat kepala Ryouichi


        “Ryouichi !!!”Teriak Kolonel Ryota berlari ke arah Ryouichi


        “Jantungnya berhenti berdetak dan nafasnya menipis !!!” Teriak Kolonel Rose


        “Panggil Kolonel Ray secepatnya !!!! Dia memiliki skill medis tingkat tinggi!”Teriak


Kolonel Erik Ke prajurit yang ada dilapangan.

__ADS_1


Nafas Ryouichi pun berhenti dan membuat panik seluruh orang terutama Kolone Ryota cemas dan panik.


        “Ryouichi,Tolong jangan tinggalkan aku seperti dia.Aku tidak ingin kejadian itu terulang kembali !!.”Gumam Kolonel Ryota dengan air mata yang menetes.


__ADS_2