
~lelaki macam apa yang tidak mengakui kesalahannya dan malah lari dari kesalahannya~
Dinda bertanya pada Alesha apa yang menimpa dirinya "kamu kenapa hei!" Cemas Dinda, "aku barusan terkena cipratan genangan air karena pria brengsek itu,dan dia malah memberikan ku uang, memangnya semua yang di dunia ini bisa dibeli dengan uang?"sambil menunjuk mobil pria yang mengotori gamis kesukaannya.
Dinda hanya bisa tertawa melihat tingkah Alesha yang seperti anak kecil yang sedang mengadu pada ibunya, Alesha yang melihat Dinda tertawa dengan puas langsung merengek padanya dan semakin merasa kesal karena Dinda malah tertawa setelah mendengar Alesha mengadu padanya. Dinda hanya tersenyum sambil berkata "aku mendengarkan rengekan mu Alesha..., Mari kita pergi ke butik untuk membeli gamis lagi" Alesha pun mengangguk yang mengiyakan ajakan Dinda untuk membeli gamis lagi.
Setelah ia selesai membeli gamis ia pun mengajak Dinda untuk membeli es krim bersamanya, Dinda hanya geleng-geleng melihat tingkah nya yang tak berubah sepersen pun padahal mereka telah bersama selama 2 tahun lebih, setelah mereka puas bermain di pantai, supir Alesha yaitu Rizky pun bertanya pada Alesha "mau kemana lagi non?" Tanya Rizky, "saya dan Dinda ingin ke Prambanan dulu ky jika tidak keberatan" karena Alesha tau bahwa membutuhkan waktu yang cukup lama untuk ke Prambanan.
Rizky pun menelfon umi Alesha untuk bertanya apakah boleh Alesha pergi ke Prambanan, dan umi Alesha pun membolehkan mereka pergi asal sebelum ashar sudah harus pulang ucap sang umi.
Rizky pun membawa mereka ke Prambanan dan tidak bertanya apa alasan Alesha sangat ingin kesana padahal bulan lalu saat ia diajak Abi ke Prambanan ia menolak mentah-mentah ajakan abinya, hal itu yang membuat Rizky bingung dan dia juga tidak mau bertanya kepada anak majikannya itu karena ia takut Alesha akan merasa kesal dengan pertanyaan Rizky itu.
Saat mereka telah sampai ke Prambanan ia pun langsung menyeret Dinda untuk segera ikut masuk bersamanya
Skip ~~~ saat mereka telah masuk.
Saat mereka asik berfoto-foto di Prambanan berbeda dengan Rizky yang memilih untuk mencari makanan lezat, meski Rizky terlihat kurus dan memiliki tubuh atletis ternyata ia sangat suka makan namun anehnya ia tak pernah bertambah gendut, Alesha dan Dinda mengelilingi semua tempat disana mulai dari masuk ke museumnya dan membaca beberapa teks yang ada di setiap patung dewa dan gambar-gambar disana.
__ADS_1
Selain ke museum ia juga melihat bagian dalam pasar yang tak jauh dari letak museum berada mereka melihat berbagai baju dan gelang yang memanjakan matanya karena alesha sangat suka gelang sedangkan Dinda memilih untuk mencari makanan yg enak sama seperti Rizky.
Mereka sangat menikmati setiap detiknya karena setiap detik bagi mereka adalah satu momen yang istimewa yang tak bisa terlupakan.
Mereka tidak sadar jika sudah hampir masuk waktu ashar maka mereka segera bergegas pulang untuk beristirahat karena malam mereka akan bertugas di rumah sakit.
Saat Alesha mengatakan Dinda pulang ia mendengar panggilan adzan ashar, Dinda yang tahu bahwa Alesha tak suka menunda waktu sholat langsung mengajak Alesha dan supirnya untuk sholat dulu sebelum pulang.
Alesha pun masuk ke rumah Dinda yang tak kalah bagus dengan rumahnya "assalamualaikum" ucap Alesha,Dinda dan supir Alesha.
Salam mereka dijawab oleh pembantu dan ibu Dinda.
"Saya bi inem non,non pasti sahabatnya non Dinda kan?" Bi inem memperkenalkan diri sambil bertanya kepada Alesha, "iya bi betul" jawab Alesha.
Setelah Alesha selesai sholat ashar ia langsung dibawa pulang oleh supirnya karena takut umi Alesha akan mengomel jika Alesha pulang telat, apalagi Alesha telah menyetujui jika akan pulang sebelum ashar.
Setibanya ia di rumah, Rizky langsung memarkirkan mobil mewah yang dinaiki oleh Alesha dan juga dirinya, Rizky membukakan pintu mobil sambil mempersilahkan Alesha untuk keluar.
__ADS_1
Alesha tersenyum ramah dan berbisik pada Rizky "jika umi memarahimu maka aku akan membelamu, karena ini semua bukan sepenuhnya salahmu"bisik Alesha kepada Rizky.
setelah ia masuk kedalam rumah ia mengucapkan salam "assalamualaikum umi" ia mengucapkan salam hanya pada umi, ia tidak sadar bahwa abinya ada di ruang tamu sambil membaca koran, abi yang mendengar Alesha hanya menyebut istrinya saja pun cemburu "abinya gak juga nih? Heum?" Ledek Abi membuat Alesha malu karena tidak menyebut abinya,ia mengira Abi belum pulang dari pondok.
Umi Alesha yang mendengar suara putrinya pun turun dan menjawab salah Alesha "waalaikumussalam nduk, kamu kamana aja?, kenapa gak pulang awal?,kenapa telefon umi juga gak dijawab nduk?" Tanya umi Alesha yang seolah-olah sedang mengintrogasi seorang penjahat, Alesha yang mendengar banyak pertanyaan uminya pun berkata "maaf Alesha pulang telat soalnya tadi harus sholat di rumah Dinda dulu, dan HP Alesha lobet mi" jawab Alesha.
Abinya pun meninggalkan ruang tamu dan dicegah oleh Alesha"mau kemana bi?" Tanya Alesha pada abinya. "Au ah ngambek Abi sama kamu nduk" Alesha dan Fatimah yang mendengar perkataan Abi pun tertawa terbahak-bahak karena sikap kekanak-kanakan Alesha menular ke abinya, "ya udah maaf bi, assalamualaikum Abi Alesha yang tampan dan baik hati" ucap Alesha sambil membujuk abiny agar tak merasa kesal lagi padanya ia juga mencium tangan abinya, "waalaikumussalam nduk"jawab abinya.
Setelah Alesha selesai mandi ia melihat handphone yang sedang cas di dekat kasurnya, ia melihat notifikasi yang banyak "beberapa Jam saja sudah segini apalagi kalau se hari penuh bisa meledak ini handphone ku" ucap Alesha.
Waktu menunjukkan sudah waktunya sholat Maghrib ia pun pergi untuk sholat Maghrib secara sendiri karena abinya sholat di masjid dan Uminya selalu sholat sendiri jika tak ada Abi yang mengajak ia untuk sholat berjamaah.
Setelah selesai sholat mereka makan malam bersama, sang Abi dan umi bertatapan seolah ingin berkata sesuatu kepada sang putri namun mereka mengurungkan niatnya untuk berkata sesuatu.
Alesha yang melihat orang tuanya pun tau apa yang terjadi, "umi..." Panggil Alesha kepada sang umi, "kenapa Al sayang..? Heum? Mau bilang sesuatu?" Tanya umi kepada sang buah hati, "mau pinjem HP umi boleh?" Sang umi tak tahu kenapa sang buah hati kesayangannya tiba-tiba meminjam ponsel nya, "boleh kok sayang" sambil memberikan ponselnya kepada Alesha.
ia berniat untung membuka aplikasi chat orang tuanya untuk mencari informasi dari pandangan orang tua nya yang mencurigakan tak sengaja ia melihat kontak yang sering sang umi hubungi, ia melihat nama kontak tersebut dan uminya menyimpan kontak tersebut dengan nama "calon besan" Alesha pun kaget saat melihat kontak itu namun Alesha masih penasaran apa yang mereka bincangkan lewat aplikasi chat nya dan ternyata...................
__ADS_1
~kira-kira apa yang membuat Alesha mematung seperti orang yang membeku di puncak gunung Everest?~