Dokter Jenius: Si Nona Perut Hitam

Dokter Jenius: Si Nona Perut Hitam
Serangan


__ADS_3

"Aku lapar." Prioritas utama Jun Wu Xie adalah sembuh dengan cepat - semakin lama ia membiarkan diri nya di rawat oleh para dokter gadungan itu … ia merinding hanya dengan memikirkan nya.


Jun Wu Yao meninggalkan diri nya dalam perawatan para pelayan dan menghilang tanpa suara.


Setelah pergi dengan amarah dari Istana Lin, wajah Bai Yun Xian penuh kegeraman. Tak peduli bagaimana Mo Xuan Fei berusaha untuk menghibur nya, ia hanya mengabaikan nya.


"Jika bukan karena kau yang meminta ku, apakah kau pikir aku akan menginjak kan kaki di tempat itu? Siapa dia pikir diri nya?" Bai Yun Xian tersinggung seraya menggigit bibir bawah nya. Sebagai murid Klan Qing Yun, deretan orang yang mencari nya sepanjang seekor naga, namun karena permintaan Mo Xuan Fei, walau pun ia enggan, ia masih berkunjung ke sana. Hasil nya? Ia diusir keluar! Ia tak pernah di permalukan seperti ini sebelum nya.


"Yun Xian, mengapa membuang energimu untuk orang buangan?" Mo Xuan Fei menghibur nya.


"Bagaimana pun, kau adalah pangeran sebuah kerajaan! Dengan menunduk kan kepala mu di depan orang lain … kau …," seru Bai Yun Xian.


Wajah Mo Xuan Fei me merah karena malu.

__ADS_1


"Jangan marah, aku pasti akan membalas kan dendammu." Menyanjung wanita itu adalah kunci nya.


Tentu saja, setelah mendengar perkataan nya, ekspresi Bai Yun Xian sedikit lebih baik.


"Jangan melupakan janji mu ini." Ia melirik Mo Xuan Fei.


"Tentu saja, aku tak akan mengingkari janji." Mo Xuan Fei mengembuskan napas lega.


Untuk menghibur nya, Mo Xuan Fei tidak langsung kembali ke istana. Melainkan, mereka ber jalan-jalan dengan kereta kuda dengan para penjaga dan pergi ke luar kota untuk menikmati pemandangan. Hanya ketika Yun Xian akhir nya mem perlihat kan senyuman setelah melihat matahari terbenam di 'Lautan Bunga' yang terkenal, baru mereka kembali ke kota.


Kereta itu berhenti dengan sentakan. Kereta itu berjalan dengan kecepatan tinggi dan ketika tiba-tiba berhenti, mereka hampir jatuh keluar dari kereta.


"Mengapa kau berhenti!" teriak Mo Xuan Fei.

__ADS_1


Namun tak seorang pun menjawab nya.


Ketika ia keluar untuk menegur mereka, ia hanya dapat melihat bayangan seseorang yang ber diri diam di depan rombongan kereta di mana kegelapan malam menyelimuti nya. Cahaya dari api obor tak dapat menerangi wajah nya.


"Siapa di situ?" Mo Xuan Fei bertanya dengan ekspresi waspada. Saat ini, Bai Yun Xian juga keluar dari kereta.


Penjaga di depan mem perhati kan orang asing itu dengan waspada ketika mereka melihat lelaki itu meng angkat telapak tangan nya yang sedikit terbuka dan tiba-tiba mem bentuk kepalan.


Sekejap saja tubuh para penjaga me ledak di saat yang sama, darah terpercik di mana-mana.


"Aaahhhhhhhhh!" Bai Yun Xian berteriak nyaring ketika cipratan darah mengenai rok nya yang indah.


Semua obor api jatuh ke tanah, mengubah sekeliling mereka menjadi dinding api. Di tengah-tengahnya dua sosok yang ketakutan saling ber pelukan.

__ADS_1


Melihat lingkaran api, sebuah sosok melangkah mundur. "Sayang nya, aku tidak memiliki sifat yang bagus." Ia berbisik di bawah cahaya bulan.


__ADS_2