Dokter Jenius: Si Nona Perut Hitam

Dokter Jenius: Si Nona Perut Hitam
Cinta (1)


__ADS_3

Mo Qian Yuan benar-benar efisien. Tepat setelah pestanya, keesokan pagi nya menggunakan kalimat 'Wu Xie dan aku benar-benar cocok' sebagai alasan, ia mengundang Jun Wu Xie ke istana.


Reaksi terbesar datang dari Jun Xian dan Jun Qing. Mereka tak mengerti mengapa Mo Qian Yuan tiba-tiba mengundang Jun Wu Xie, yang lebih mengejutkan lagi adalah Jun Wu Xie telah menyatakan minat nya untuk menerima undangan itu. Mereka hanya dapat membiarkan nya pergi sesuai keinginan nya.


Ketika itu tengah hari Jun Wu Xie duduk di ruang kerja Mo Qian Yuan, dengan satu tangannya memegang pergelangan tangan Qian Yuan mengukur denyut nya.


"Kakekmu benar-benar membiarkan mu datang ke sini?" Mo Qian Yuan bertanya dengan nada tak percaya ketika ia menopang dagu nya dengan tangan nya yang lain melihat Jun Wu Xie yang sedang konsentrasi mendengarkan denyut nadi nya.


Belakangan ini Keluarga Kerajaan tidak terlalu baik terhadap Istana Lin, dengan ketegangan yang memuncak di antara mereka, ia terkejut Jun Xian mengizinkan Jun Wu Xie datang sendirian.


Jun Wu Xie tidak menatap nya seraya terus melanjutkan diagnosa nya, "Dengan seorang pangeran yang dianggap tak bisa apa-apa, apa yang perlu ditakutkan."


"...." Mulut Mo Qian Yuan berkedut, mulut gadis kecil ini benar-benar beracun. Mo Qian Yuan memandang kucing hitam 'kecil' yang meringkuk di kaki Nonanya seraya diri nya mengingat semua yang terjadi malam itu. Ia tak sadar menelan ludah karena ia masih bergidik ketakutan dengan gumpalan bulu hitam itu dan jantung nya pun berdetak lebih cepat.

__ADS_1


"Setelah kupikir, jika aku memiliki dukungan yang cukup kuat dan memiliki sedikit kekuasaan, Lin Wang pasti akan menghentikan mu untuk terus-terus berhubungan denganku supaya tidak menimbulkan kecurigaan. Tetapi status ku saat ini adalah Putra Mahkota yang akan kehilangan mahkota nya, tak ada orang pandai yang ingin berhubungan dengan ku." la terkekeh.


Istana Lin mengendalikan setengah kekuatan militer negeri ini dan jika mereka membentuk ikatan kuat dengan sang Putra Mahkota, sekilas, ini adalah sebuah persekutuan yang kuat.


Namun jika dipikirkan lebih dalam, itu adalah sebuah kapal karam dengan dua macan tidak sehat di atasnya.


"Dapatkah kau menebak apa alasan yang kukatakan padanya untuk membuat nya mengizinkan kunjungan mu?" Mo Qian Yuan menatap nya dengan sepasang mata bersinar. Di dalam hati nya, ia tak mau memanggil orang itu Paduka Ayahanda.


Jun Wu Xie mengabaikan nya seraya melanjutkan apa yang sedang dilakukan nya.


Jun Wu Xie akhirnya mengangkat kepala nya, namun mata nya tidak terlihat terkejut sedikit pun. Ia hanya menatap sang pangeran dengan sepasang mata nya yang jernih.


"Jadi, kau siap membiarkan dia berpikir bahwa kau telah tertarik pada seseorang yang telah dibuang oleh Mo Xuan Fei?"

__ADS_1


".... Ketika Wu Xie mengatakan hal ini, ia sepenuhnya kalah dan kehilangan alasan untuk membantah nya. Mo Qian Yuan tertawa getir dan tercengang melihat gadis itu.


"Apakah kau selalu berbicara seperti itu? Apakah kau selalu berbicara dengan kejam bahkan pada diri mu sendiri?" Mengapa ia begitu keras pada dirinya sendiri? Menggunakan istilah seperti "dibuang" dengan santai pada diri nya sendiri. Mo Qian Yuan merasa bahwa adik nya begitu bodoh dan kesalahan terbesar nya adalah meninggalkan Jun Wu Xie.


Jun Wu Xie yang dulu mungkin tak begitu hebat tetapi Jun Wu Xie yang duduk di hadapan nya saat ini adalah wanita yang paling menarik yang pernah di temui nya.


Yah, lebih tepatnya ... gadis muda.


Seorang gadis yang berani membuat seorang pangeran menyerah dan bahkan memaksa nya untuk merebut tahta, keberanian macam apa yang dimilikinya? "Aku hanya mengatakan keadaan yang sebenarnya." Ia menjawab.


Mo Qian Yuan menahan tawa nya, menggelengkan kepala nya heran. Ia benar benar tak dapat mengerti gadis ini.


"Sepanjang perayaan ulang tahun ku setelah aku berbicara pada mu, yang ingin kulakukan hanyalah membenci nya. Siapa yang tahu ini adalah cara yang sempurna sekarang?" Ia tertawa kegirangan sambil memikirkan ekspresi Kaisar ketika ia mengatakan pada nya bahwa ia menyukai Jun Wu Xie. Tatapan mata nya tak ternilai.

__ADS_1


"Dua orang yang ingin di singkirkan nya kini ber pasangan, ia harus nya senang, bukan? Sekarang ia dapat membunuh dua ekor burung dengan sebuah batu, bukan kah itu lebih mudah?" Ia mentertawakan hal yang sangat ironi itu


__ADS_2