
Gelin memutuskan untuk mendirikan laboratorium penelitian pribadinya. Dia telah mengumpulkan banyak pengetahuan dan bahan selama perjalanannya dalam dunia kultivasi, dan dia merasa perlu memiliki tempat khusus untuk mengembangkan obat-obatan dan teknik kultivasi baru. Dia menyewa sebidang tanah di pinggiran kota dan mulai membangun laboratoriumnya.
Pertama, dia merencanakan ruangan yang luas dan terang dengan banyak jendela untuk mendapatkan sinar matahari yang cukup. Ini adalah tempat yang akan menjadi pusat kreasi dan penemuan. Gelin memilih lokasi yang tenang, jauh dari hiruk-pikuk kota.
Setelah pembangunan ruangan selesai, Gelin mulai memasang peralatan laboratorium. Dia memiliki peralatan sederhana, seperti mikroskop, alat pengukur, dan berbagai reagen. Dia juga memiliki rak-rak kayu untuk menyimpan berbagai bahan baku dan tanaman herbal yang dia kumpulkan selama perjalanan.
Laboratorium ini akan menjadi tempat di mana Gelin akan menjalankan eksperimen, menguji formula baru, dan meramu obat-obatan. Suasana dalam ruangan itu tenang dan fokus, di mana Gelin dapat berkonsentrasi sepenuhnya pada pekerjaannya.
Esoknya,
Gelin menikmati minuman teh di rumah makan Gradi ketika matanya tertuju pada seorang pria yang tampak murung di sudut ruangan. Pria itu tampak tua dan memancarkan aura kesedihan yang dalam. Gelin merasa ada sesuatu yang tidak beres dan memutuskan untuk mendekati pria itu.
Gelin: (sambil tersenyum ramah) Permisi, Tuan. Apakah Anda baik-baik saja? Anda tampak khawatir.
Feng Li: (menatap Gelin dengan mata lebam dan lesu) Saya? Saya hanya seorang mantan komandan pasukan kekaisaran yang sudah tidak berguna. Tidak ada yang bisa saya lakukan lagi.
Gelin: (duduk di depan Feng Li) Hidup selalu memiliki makna, Tuan. Bagaimana saya bisa membantu Anda? Ceritakanlah apa yang membebani hati Anda.
Feng Li: (dengan nada pasrah) Saya menderita penyakit yang menggerogoti vitalitas saya. Saya telah mencari pengobatan di mana-mana, tetapi semuanya sia-sia. Saya merasa hancur.
Gelin: (tersenyum penuh empati) Jangan khawatir, Tuan. Saya adalah seorang peneliti dan ahli obat-obatan. Mungkin saya bisa membantu Anda. Mari kita bicarakan lebih lanjut tentang kondisi Anda.
__ADS_1
Feng Li: (dengan mata berbinar) Apakah Anda benar-benar yakin bisa membantu saya?
Gelin: (penuh keyakinan) Saya akan mencoba yang terbaik, Tuan. Sampaikan pada saya semua yang Anda tahu tentang penyakit Anda. Setiap informasi akan membantu saya merumuskan obat yang cocok.
Feng Li menceritakan seluruh pengalaman dan gejala yang dia alami. Dia merasa lega karena ada seseorang yang bersedia mendengarkan dan mencoba membantunya. Gelin mendengarkan dengan seksama dan berjanji akan segera mencari solusi.
Setelah pemeriksaan singkat, Gelin memberikan pil yang dia buat untuk Feng Li. Feng Li meragukan apakah itu akan bekerja, tetapi dia memutuskan untuk mencobanya. Pil itu membuatnya merasa segar dan bertenaga dalam waktu singkat.
Feng Li: (dengan kagum) Ini adalah ajaib! Saya merasa seperti mendapatkan kembali hidup saya.
Gelin: (tersenyum) Saya senang bisa membantu, Tuan Feng Li. Ini adalah obat vitalitas pria yang saya ciptakan. Saya berharap Anda bisa menggunakan energi baru ini untuk hal-hal baik.
Feng Li: (sambil bersyukur) Saya tidak tahu bagaimana bisa membalas budi, Tuan...?
Setelah pemulihan yang cepat, Feng Li merasa terhutang budi kepada Gelin dan mengundangnya untuk pesta minum teh bersama keluarganya.
Di dalam ruang teh yang indah dan tenang, Gelin duduk di antara Feng Li dan adik perempuannya, Xin qi. Ruangan itu dihiasi dengan indah, dengan meja teh kayu dan dinding berwarna cerah. Teh hijau dan camilan lezat telah disiapkan untuk pesta minum teh yang hangat ini.
Feng Li: (sambil menuangkan teh) Selamat datang di rumah kami, Gelin. Kami sangat berterima kasih atas bantuan Anda.
Gelin: (tersenyum) Terima kasih atas undangan, Tuan Feng Li. Saya senang bisa membantu Anda.
__ADS_1
Xin qi: (dengan mata berbinar) Saya mendengar Anda adalah seorang ahli seni bela diri, Gelin. Itu sangat mengagumkan!
Gelin: (merasa malu) Saya hanya seorang peneliti obat-obatan, tetapi saya mencoba berlatih.
Pesta minum teh berlanjut, dengan percakapan yang hangat dan tawa. Xin qi menceritakan tentang seni bela diri yang dia kuasai, sementara Gelin dan Feng Li berbagi pengalaman mereka dalam dunia kultivasi.
Xin qi: (bersemangat) Saya akan menunjukkan beberapa gerakan seni bela diri, jika Anda berminat, Gelin.
Gelin: (antusias) Tentu, itu akan menjadi pengalaman yang menarik!
Xin qi berdiri, dan dengan gerakan yang anggun dan kuat, dia memperagakan beberapa teknik seni bela diri. Gelin dan Feng Li terpesona oleh kepiawaian Xin qi.
Feng Li: (tersenyum bangga) Adikku memang luar biasa dalam seni bela diri. Dia adalah kebanggaan keluarga kami.
Xin qi: (malu) Tidak perlu dipuji begitu, Kakak.
Dalam sekejap, suasana pesta yang meriah berubah menjadi kekacauan. Semua orang di sekitar meja teh tergeletak tak berdaya, wajah mereka pucat dan mata terpejam. Tapi yang lebih mengejutkan, Gelin merasakan bahwa dirinya juga terpengaruh oleh obat penenang ini.
Saat dia mencoba bangkit, seorang sosok misterius dengan tubuh besar berotot yang tertutup pakaian hitam dari wajah hingga kakinya tiba-tiba muncul dan mencengkeramnya dengan kasar.
Sosok misterius itu, yang memperkenalkan diri sebagai Garoum, memiliki kekuatan yang luar biasa. Dengan sangat mudah, dia mengangkat tubuh Gelin yang tak berdaya dan membawanya pergi dari tempat pesta tanpa meninggalkan jejak.
__ADS_1
Gelin berjuang untuk tetap sadar meskipun pengaruh obat penenang yang kuat. Dia mencoba memahami mengapa Garoum menculiknya dan apa yang ingin dia lakukan padanya. Suara-suara teriakan dan kebingungan dari tempat pesta semakin mereda seiring mereka menjauh, meninggalkan Gelin dalam kegelapan dengan sosok misterius yang kuat dan misterius ini.