
Hari berganti dengan cepat kini tiba acara sakral yang ditunggu-tunggu keluarga Ken dan keluarga Elliza.
Setelah hampir seminggu Elliza terkurung di dalam rumah. Bukan hanya Elliza tetapi Ken juga.
Pagi menjelang beberapa kru MUA sudah datang ke kediamanan Rama untuk merias putri tercinta mereka beserta para keluarga besar
"Mempelai wanita nya cantik sekali ya mbak. Beruntung sekali pria yang bersanding dengan mbak Elliza nantinya" Ucap salah satu kru MUA yang merias Elliza
"Mbak bisa aja" Ucap Elliza tersenyum malu
Elliza dirias selama 2 jam dan dilanjutkan ganti kebaya berwarna putih beserta riasan hitam dikening nya ciri khas adat jawa
Ceklek
Terdengar pintu kamar Elliza dibuka, Elliza pun menoleh kearah pintu
"Sayang" Panggil Bunda
"Iya Bunda" Jawab Elliza
"Ya ampun cantiknya"
"Makasih bunda"
****
Sementara Ken tampak sudah siap dan rapi memakai baju pengantin pria berwarna putih
Ceklek
Ken yang sedang berdiri didepan cermin pun menoleh kearah pintu dilihatnya Monika dan Alex masuk kedalam kamar
"Ken..... Sudah siap?" Tanya Alex
Ken pun mengangguk
"Jangan tegang gitu dong, rilex aja. Atur nafas kamu" Ucap Om Alex menghampiri keponakannya diikuti Monika di belakang nya
"Anak mama ganteng banget" Ucap Monika
Monika membelai pipi anak nya dengan mata berkaca-kaca
"Mas lihatlah putra kita begitu tampan sama seperti kamu dulu" Batin Monika
Air mata Monika lolos begitu saja cepat-cepat dia menghapusnya sebelum yang lain mengetahuinya
"Yaudah kalau gitu kita berangkat sekarang" Ucap Monika
****
Acara akad nikah Ken dan Elliza pagi itu digelar dikediaman Elliza lalu acara resepsi akan diadakan dihotel bintang lima yang ada di Jakarta
Iringan rombongan pengantin dari pihak mempelai pria tampak baru saja memasuki pelataran rumah Elliza
__ADS_1
Beberapa mobil mewah berjejer rapi
Bahkan saudara dari Almarhum papa nya Ken yang ada diparis tampak menghadiri acara akad nikah sang keponakan beserta keluarga besar mereka
Ken kini telah duduk disebelah Rama dan didampingi Alex selaku wali dari pengantin pria
"Saudara Ken sudah siap?" Tanya penghulu sambil memegang tangan Ayah Elliza dan Ken yang sudah berjabatan
"Siap" Jawab Ken
"Baiklah kita mulai ijab qabulnya" Ucap penghulu
"Silakan bapak Rama" Ucap punghulu
"Bismillahirahmanirahim..... Saudara Kendra Aditya Wijaya bin Almarhum Adi Wijaya saya nikahkan dan saya kawinkan engkau dengan putri kandung saya yang bernama Elliza Cantika Azzahra dengan mas kawin seperangkat alat sholat, uang tunai sebesar 10.000.000 rupiah, cincin berlian sebesar 8 gram dan logam mulia 21 gram dibayar tunai" Ucap Rama
"Saya terima nikah dan kawin nya Elliza Cantika Azzahra binti Rama Abraham dengan mas kawin tersebut dibayar tunai" Ucap Ken dengan lantang
"Bagaimana para saksi?" Tanya penghulu pada semua tamu yang hadir
"Sah.... Sah" Jawab semua orang yang menyaksikan
"Alhamdulillah" Ucap penghulu dilanjutkan dengan doa
Elliza sudah beranjak dari kamar nya dengan diapit oleh Diana dan sepupunya dan diikuti para bridesmaid di belakang nya
Elliza berjalan dengan anggun menuju meja ijab qabul
Semua mata dan para media tertuju padanya Elliza diantar sampai meja ijab qabul dan di dudukan disamping Ken
Setelah selesai Ken dan Elliza melakukan sungkem pada orang tua mereka
"Ayah, Bunda, menatap kilauan mata jernih yang ada padamu, sepasang mata terindah yang tak pernah lepas menatap kami dengan cinta sejak masih dalam rahim suci, dalam buaian, hingga beranjak dewasa hari ini. Mata indah ayah bunda adalah sumber kekuatan, mata yang di dalamnya kami adalah dunianya, mata yang hanya ingin kami tertawa, mata yang terkadang kami buat menangis. Maafkan kami ayah, bunda…
Sepasang tangan yang mulai kuyu itu juga yang merengkuh, memeluk, mengusap kepala kami, ketika dunia mulai kejam. Tangan-tangan yang selalu menerima, terbuka lebar, ketika kami pulang dengan kekecewaan, dengan tangisan. Tangan yang bekerja keras, rela teriris, terbakar, terluka, demi kami bisa bahagia dan meraih cita. Kami tak bisa membalas apa-apa, cinta kami bukan apa-apa ketimbang cinta kalian yang mengalahkan dunia dan seisinya.
Ayah, Bunda, maafkan kesalahan Elliza selama ini…Elliza belum bisa jadi anak yang baik untuk Ayah dan Bunda
Terima kasih untuk semua yang sudah Ayah dan Bunda berikan
Maaf ya Ayah, Bunda, Elliza belum bisa membalas semua kebaikan Ayah dan Bunda selama ini
Mohon restu ya, Ayah Bunda, Elliza akan menikah dengan seseorang pilihan Elliza
Doakan Elliza bisa membangun keluarga yang harmonis seperti Ayah dan Bunda membangun keluarga kita
Bagaimanapun juga, Elliza masih tetap anak Ayah dan Bunda. Tegur dan nasihati jika ke depan masih ada salah yang Elliza perbuat
Bimbing kami selalu dalam menjalani kehidupan berumah tangga ya, Ayah, Bunda…
Mohon doa juga agar keluarga kecil kami nanti diberikan keturunan yang soleh dan solehah
Semoga Ayah dan Bunda selalu dalam keadaan sehat dan diberikan umur yang panjang" Ujar Elliza dengan air mata yang tak bisa dibendung tangis nya pun pecah
__ADS_1
"Ayah dan Bunda sebagai orangtua hanya dapat memberikan restu dan doa untuk niat baikmu ini. Namun, ada beberapa hal yang perlu kalian perhatikan dalam menjalani biduk rumah tangga, yaitu senantiasa berpegang pada ajaran agama, sabar, tawadu, ikhlas. Jadilah istri yang istiqomah, menjaga kehormatan suami dan rumah tanggamu. Jadilah istri yang penyayang dan penuh kasih untuk anak-anakmu kelak. Ingatlah bahwa kehidupan ini tidak selamanya berjalan sesuai dengan apa kita harapkan. Tetapi dengan kasih sayang dan saling pengertian, maka biduk rumah tanggamu tidak akan goyah diterpa badai dan gelombang kehidupan. Hormatilah keluarga Ken dan sayangilah saudara-saudaranya sebagaimana Elliza menghormati Ayah dan Bunda," kata Ayah Elliza saat memberikan doa restu
Suara isak tangis dari beberapa keluarga mulai terdengar begitu pula bunda
Rizka tak hentinya mencium wajah sang putri menghujaninya dengan ciuman serta tangisan
Kini giliran Ken yang sungkem pada orang tua Elliza
"Ayah, Bunda, berjuta rasa syukur bisa ikut bersimpuh, berlutut, dan memelukmu di hari ini. Hari penyatuan dua hati yang berbeda, yang tidak akan terjadi tanpa izinmu. Juga kepadamu kami memohon doa restu agar kami menjadi putra-putrimu yang senantiasa berbakti, membalas budi, dan berbagi kasih di sepanjang hidup kami.
Ayah Bunda, bahagia rasanya dapat menjadi bagian dari keluarga yang engkau bangun sejak lama, keluarga yang padanya dipenuhi canda tawa dan suka cita. Karena itu, jangan bedakan kami dengan anak-anakmu yang lain. Dalam doamu ada nama kami dan dalam doa kami ada namamu.
Sejak hari ini, samakan kami dengan anak-anakmu yang lain dalam perlakuan maupun perkataan. Dukung kami dalam bertindak benar, teguhkan kami dalam memupuk sabar, dan kuatkan kami dalam menjaga ikrar. Nafas zikir kami akan senantiasa mengingatkan sakinah yang engkau harapkan untuk kami.
Ayah Bunda, ajari kami tentang kerasnya kehidupan, pedihnya cobaan, dan kuatnya kesabaran. Bimbing kami untuk saling menumbuhkan kasih sayang, melengkapi kekurangan, melindungi kelemahan, dan berbagi kedamaian. Tuntun kami cara terbaik untuk mendidik putra-putri kami kelak, kokohkan tekad kami dalam memikul tanggung jawab.
Doakan kami agar mendapatkan keberkahan hidup dari pernikahan ini. Karena airmata ini adalah airmata bahagia yang menjadi tiket pertemuan kita di surga sana. Aamiin..." Ucap Ken
Setelah selesai sungkem pada orang tua Elliza mereka menuju mama Monika
"Mama, ini adalah persimpuhan pertama Elliza di pangkuanmu, ketika Elliza telah menjadi putrimu, ketika Elliza telah masuk ke dalam kehidupanmu, ketika Elliza telah menjadi bagian dari keluargamu. Mama terimakasih atas kesempatan terindah yang engkau berikan kepada Elliza.
Harapan Elliza kepadamu, jangan anggap Elliza orang lain bagimu, jangan bedakan Elliza dengan anak-anak kandungmu. Samakan perlakuanmu seperti kepada mereka. Dukung Elliza saat Elliza melangkah dalam kebenaran, ingatkan Elliza jika melangkah menuju jurang kesalahan.
Mama, di hari pertama kami menjadi putrimu, Elliza memohon doa dan restumu, Elliza memohon bimbingan dan arahanmu, karena pada hari ini kami telah berikrar untuk mengarungi samudera rumahtangga berdua, menapak jejak Rasulullah sang suri taudalan. Menjadi pemimpin bagi anak cucu kami nantinya.
Mama, ajari Elliza tentang kasih sayang, kasih sayang yang tidak lekang dimakan usia. Bimbing Elliza untuk bersabar, kesabaran yang seluas samudra. Arahkan Elliza agar saling menguatkan ikatan, ikatan pernikahan dalam bingkai ibadah. Agar kami belajar mendewasakan diri dan membina keluarga berasas Islami.
Mama, beritahu Elliza dengan budaya keluargamu, ajari Elliza dengan adat istiadatmu, ajak Elliza bisa beradaptasi dalam keluarga besarmu. Dan tak lupa Elliza mohon doa restumu, doakan kami agar bisa menggapai sakinah, mawaddah wa rahmah, dambaan seorang IBU untuk anak-anaknya. Semoga doa bahagiamu menjadi doa bahagia kami jua" Ucap Elliza pada Mama Monika
Para tamu undangan yang ada ditempat pun dibuat terharu oleh prosesi sungkeman itu
Acara ijab qabul berlangsung hingga pukul 12.00 siang semua tamu sudah pada kembali kerumah masing-masing
"Kalian istirahat dulu saja nanti makanan nya biar bunda yang antar ke kamar" Ucap Bunda pada Ken dan Elliza
"Iya bun" Ucap Elliza
"Ayo kak Ken" Ajak Elliza
-
-
-
-
-
Jangan lupa like, komen, ranting, tip
follow ig author juga boleh😊
__ADS_1
jangan cuma jadi pembaca horor tanpa meninggalkan jejak
Ig:Revieardt