
Kini Liana sedang berada di dalam kamarnya sambil menggerutu tidak jelas akibat ulah sang papih.
"Sebegitu penting nya kah perjodohan ini sampe sampe papih mau bekukan kartu gue kalau gue ga setuju"gerutu nya.
"Ini baru setengah hari loh kenapa mereka buat mood gue jadi jelek" sambung nya.
Sedang kan di ruang tamu kedua orang tua nya sedang berbincang mengenai perjodohan
itu.
"Pih,mamih boleh tau ga nama calon mantu mamih"ucap nya.
"Namanya saka mah"jawab
nya.
"Nama nya bagus pih" ucapnya.
"Iya lah dia kan penerus perusahaan A.W mah"jawab nya.
"Apa,papih serius kalau begitu kita bakalan besanan sama pemilik perusahan no satu dong"ucap nya.
"Iya mih tapi tujuan papih untuk menjodohkan anak kita dengan anak sahabat papih bukan karena ingin menjadikan anak kita sebagi alat tukar melainkan menepati janji"ucap nya panjang lebar.
"Tapi anak kita masih menolak nya pih,bagaimana kita membujuk nya lagi"tanya nya.
"Tenang itu bagian papih" jawabnya.
Hari mulai gelap dan waktu makan malam sudah tiba,orang tua Liana sudah berada di meja makan namun sang anak belum juga turun.
"Mih panggil anak kita untuk makan malam"ucapnya.
"Baik pih tunggu sebentar" jawab nya.
Sang mamih berjalan melewati anak tangga untuk sampai ke kamar sang anak, sesampainya di depan pintu kamar sang anak ia mengetuk pintu terlebih dahulu.
Tok tok tok
"Liana turun makan malam sudah siap papih sudah ada di bawah jangan sampai membuat nya marah"ucap mamih nya.
"Iya ini Liana lagi jalan" jawabnya.
"Mamih tunggu di bawah" ucap nya.
Setelah dari kamar sang ia bergegas kembali ke ruang makan untuk menemani suamina, setelah ia duduk sang anak sudah berada di ruang makan . anak
"Duduk lah Liana"ucap papih
nya.
__ADS_1
"Iya"jawab nya singkat.
Tanpa banyak bicara keluarga tersebut melakukan makan malam bersama dengan lancar.
"Jangan dulu pergi Liana papih mau bicara"ucapnya yang melihat sang duduk nya. anak berdiri dari
"Lebih baik bicaranya di ruang tamu pih jangan disini" jawab Liana.
"Oke kita ke ruang tamu" ucapannya.
Mereka bertiga menuju ke ruang tamu yang tidak jauh dari ruang makan.
"Duduk lah Liana"ucap kedua orang tua nya.
"Papih mau bicara soal apa,jika soal perjodohan Liana tetap akan menolak"ucap nya seakan akan tau topik pembicaraan yang akan di bahas.
"Papih ingin kamu menyetujui perjodohan ini Liana" ucapnya.
"Tapi kan papih tau kalau Liana ga bakal akrab sama orang yang Liana ga kenal pih,tapi kenapa papih jodohkan Liana dengan orang yang sama sekali Liana tidak kenal"jawab nya panjang lebar.
"Mamih kan sudah bilang sebelum pernikahan kita ada pertemuan keluarga dulu"ucap mamih nya.
"Tetap saja mih,pih Liana tetap ga mau"jawab nya sedikit meninggikan suaranya.
"Jaga nada bicara mu Liana" bentak sang papih.
"Liana lakukan perintah papih sebagai bakti kepada orang tua dengan menerima perjodohan ini"ucap mamih nya.
"Mamih"ucap nya sedikit kesal karena sang mamih mengucapkan kalimat itu.
"Tau ah Liana kesel sama papih dan mamih"ucapnya meninggal kan kedua orang tua nya.
"Liana netra"panggil papih
nya.
Liana menghentikan langkah nya karena ia tahu kalaa sang papih menyebut nya dengan nama lengkap pasti sang papih sedang marah besar.
"Apa dengan papih bekukan semua kartu mu kamu akan menurut,kali ini saja kamu menurut Liana"ucap nya sambil menekan kan kata menurut.
"Jika kamu menerima perjodohan ini maka papih tidak akan membekukan kartu mu jika kamu menolak kamu pasti tau akibat nya,ingat tawaran papih hanya berlaku selama satu minggu"ucap sang papih panjang lebar dan meninggal kan ruang tamu tersebut.
"Mamih"ucap Liana.
"Maaf mamih ga bisa bantu apa apa untuk ini karena papih keliatan nya sangat marah"jawab sang mamih.
"Kalau begitu mamih kekamar dulu nya"sambung sang mamih.
Sang mamih meninggal kan putri nya uang sedang terdiam akibat perkataan sang papih.
__ADS_1
Kenapa sih papih mau jodohkan gue ama anak sahabatnya sih apalagi kalau gue nolak kartu gue ga bisa di pake.
Pikir nya.
"Masih ada satu minggu kan gue pertimbangkan lagi aja deh" gumam nya sambil pergi dari ruang tamu menuju kamar nya.
Sesampainya ia di kamar nya diri langsung merebahkan tubuh nya di atas kasur.
"Kira kira kalau gue nerima perjodohan ini yang jadi suami gue tampan ga nya"pikirnya.
"Jangan terlalu tampan deh nanti takut sikap nya cuek kayak pa dosen"lanjut nya lagi.
Tiba tiba ia terpikir untuk mencari tahu nama dosen itu di google agar ia tahu seluk beluk dosen tersebut.
Saka Arkana Wijaya
Setelah ia memencet tombol di situlah muncul biota sang dosen.
Nama: saka arkana wijaya
Umur:23 tahun
Pekerjaan:dosen
"Lah ini google ga error kan, apa memang cuman ini doang gitu biodata nya ga ada asal keluarga nama orang tua gitu"ucap nya panjang lebar.
Ia tidak habis pikir kalau dosen cuek itu memiliki seluk beluk yang tidak jelas sama sekali terutama di biodata nya tidak tertulis nama orang alamat rumah nya. tua nya dan
"Ni dosen misterius amat kehidupan nya deh,nanti kalau dia nikah pasti istrinya bingung ngadepin sikap nya yang cuek ples misterius"ucap nya panjang lebar.
"Mungkin kalau gue cari nama belakang nya bisa dapet informasi yang lain"ucap nya.
Arkana Wijaya
Arkana wijaya adalah sebuah perusahaan terbesar no satu di negri ini.Perusahaan ini bisa di sebut perusahaaan A.W.
"Ga mungkin kan dosen itu keturunan Arkana wijaya"gumam nya.
"Kalau memang iya lah ngapain tuh dosen kerja di kampus kan dia punya perusahan, google nya kurang bagus nih masa cuma ngasih tau sedikit"ucapnya.
Dia merasa tidak puas karena ia pertama kali tidak bisa melihat data diri seseorang dengan tidak lengkap.
"Segitu misterius nya tu dosen sampe sampe menyembunyikan jadi diri nya" gumam nya.
Entah mengapa Liana malah memikirkan dosen itu mungkin dia tertarik karena dosen itu sangat cuek.
"Dah ah gue tidur aja ini udah malam mau bobo cantik besok lagi cari informasi si dosen itu minta bantuan hacker" ucapnya sambil menutup matanya perlahan lahan.
Setelah berbicara itu Liana langsung tertidur dan masuk kedalam mimpi"i
__ADS_1