
Kini Liana berada di dalam kamar dengan mulut nya yang terus berkomat kamit tidak jelas.
"Ya tuhan semoga besok mobil dosen tu mogok dijalan" ucap nya.
"Lagian dia kok mau di jodohkan sama gue dia pasti tau kan siapa yang bakal di jodohkan dengan nya"ucap nya sedikit kesal.
"Ini baru sore loh tapi mood gue udah hancur gara gara tadi pagi tu dosen hukum gue pas pulang di bikin terkejut sama calon suami"gerutu nya.
"Bodo ah gue pusing mending bobo cantik"ucap nya sambil merebahkan tubuh nya dan menutup matanya nya.
Liana tertidur sampai pukul 1 8.05 dan langsung bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya.
Membutuhkan waktu dua puluh lima menit dia baru selesai mandi dan sudah mengenakan piyama tidurnya.
Tok tok tok
Liana mendengar ketukan pintu dari luar kamar nya.
"Siapa"ucap nya dari dalam.
"Ini bibi non,nyonya dan tuan sudah menunggu di ruang makan"jawab pelayan itu.
"Saya akan segera turun"ucap Liana melangkah menuju pintu kamar nya.
Liana keluar dan melangkah menuruni tangga untuk sampai ke ruang makan.
"Hai putri mamih"sapa mamih nya.
"Iya"jawab nya ketus.
"Duduk lah kita mulai makan malam nya"ucap papih nya.
Liana pun duduk dan makan malam pun berjalan dengan sangat tenang.
"Liana pertemuan nya besok pagi tadi papih mendapatkan pesan dari asisten kakek Arkana" ucap papih nya yang sudah menyelesaikan makan malam nya.
"Liana besok free karena ga ada jadwal kampus,jadi ok ok aja" jawab Liana.
"Baik lah besok pukul 09.00 kita ketemuan di kafe kakek Arkana yang terletak di dekat danau"ucap papih nya.
"Ok"jawab Liana.
"Kalau tidak ada pembicaraan yang lain Liana ke kamar lagi" ucap Liana.
"Pergi lah besok kamu harus fres dan terlihat cantik ok"ucap mamih nya.
"Ok"jawab nya meninggalkan ruang makan tesebut.
Liana menaiki tangga agar bisa sampai ke kamar, sesampainya di depan pintu kamar ya dia membuka dan menutup nya dengan keras.
"Kenapa besok sih pertemuan keluarga nya kenapa gak hari lain aja"gerutu nya.
"Tau aja besok sambung nya. gue free"
__ADS_1
"Ah...ga bisa jalan jalan" frustasi nya.
Liana merasa kesal dan frustasi karena ia sudah merencanakan kegiatan esok namun rencana itu gagal begitu saja karena pertemuan itu.
"Pusing lama lama gue mikirin hari besok"gerutu nya.
"Mending gue tidur"sambung nya.
Liana memposisikan tubuh nya agar tidur nya pulas sampai esok ketika sudah mendapatkan posisi terenak Liana perlahan lahan menutup matanya.
Keesokan pagi Liana terbangun karena suara ketukan pintu dari luar.
"Siapa sih yang ganggu tidur gue aja"ucap nya denagn suara khas bangun tidur.
Liana perlahan lahan beranjak dari tempat tidur nya menuju pintu kamar.
"Siapa"ucap nya sambil membuka pintu.
"Hai putri mamih"ucap mamih nya.
"Mamih ngapain di sini ini masih pagi loh mih"tanya Liana.
"Mau dandani kamu"jawab mamih nya.
"Masih pagi mih kan pertemuan nya nanti jam 09.00" ucap Liana.
"Biar perfect"jawab mamih
nya.
"Kita gak akan sarapan di rumah nanti kita sarapan nya di kafe saat pertemuan"jawab mamih nya.
"Liana gak mau didandani oleh mamih Liana bisa sendiri" ucap nya hendak menutup pintu.
"Ok tapi kamu harus pake dress"ucap mamih nya.
"Ok"jawab Liana menutup pintu nya.
"Gini amat punya mamih" gumam nya.
"Masih jam 06.30 loh masa mau dandani gue jam segini keburu luntur tuh make up" sambung nya.
Liana merebahkan tubuh nya sambil memainkan handphone nya sampai pukul 08.30.
"Ck,udah jam segini aja gue harus mandi"ucap Liana.
Liana berjalan menuju kamar mandi nya dan sekitar dua puluh menit Liana susah selesai dan sudah memakai dress nya.
"Kayak bukan gue anjir kalau pake dress"ucap nya saat melihat cermin.
"Keseringan pake celana jadi gini nih"sambung nya.
Liana duduk di kursi rias dan merias wajah nya dengan make up tipis.Setelah merasa sudah selesai ia keluar dari kamar dan turun ke bawah untuk menemui orang tua nya.
__ADS_1
"Wih anak mamih cantik" ucap mamih nya saat melihat penampilan putri nya.
"Ayo langsung berangkat mobil sudah siap"ajak papih nya.
"Ayo"jawab mamih nya.
Mereka berjalan keluar dari rumah itu dan menuju mobil yang sudah berada di halaman rumah nya.
Mereka membutuhkan kan waktu untuk sampai di kafe tersebut sekitar tiga puluh menit.
Mobil mereka berhenti di depan kafe tersebut,meraka pun turun dari mobil tersebut dan mulai memasuki kafe tersebut.
Saat mereka sudah di dalam kafe mereka di sambut oleh saka dan kakek nya.
"Maaf kami telat ada sedikit kendala"ucap sachs.
"Kalian tidak telat ko"jawab Arkana.
"Silahkan duduk"ucap saka.
Liana dan kedua orang tua nya pun duduk di kursi yang sudah di sediakan.
"Mari kita bahas tentang perjodohan ini"ucap Arkana.
"Anak saya jawab sachs. tidak keberatan"
"Cucu saya pun tidak keberatan"ucap Arkana.
"Ini anak anak akan bertunangan terlebih dahulu atau langsung menikah"tanya sachs.
"Tunangan"jawab Liana dan saka secara bersamaan.
"Menurut saya langsung menikah agar mereka terikat janji suci supaya mereka tidak melakukan yang menjijikan sebelum sah menjadi pasangan" ucap Arkana.
"Baiklah saya setuju"jawab sachs.
Mamih nya pun hanya mengangguk tanda setuju dengan usul usul yang dilontarkan oleh papih nya dan kakek Arkana.
Liana hanya menatap tajam ke arah saka yang hanya diam saja tanpa membantah perkataan dari kakek dan papih nya.
Ni dosen napa diam aja dah kenapa gak bantah perkataan papih gue dan kakeknya.
Batin Liana.
"Ke kita tunangan dulu saja jika kita langsung menikah kita kan baru kenal dan tidak saling mencintai"ucap saka.
Akhirnya dia ngomong juga.
Batin Liana.
"Soal cinta itu akan tumbuh sendiri dan soal kenal atau tidak kalian bisa kenalan di sisa sisa waktu saat hendak menikah" jawab Arkana.
"Ouh nya kakek akan menikahkan kalian empat hari lagi lebih cepat lebih baik"sambung nya.
__ADS_1
"Apa"pekik Liana dan saka.