
Masih di tempat yang sama Liana dan kedua orang tuanya sedang membisu akibat ulah Liana yang menyebut kan nama dosen itu.
"Papih bertanya jika calon suami mu itu dosen mu apa kamu akan menolak "Tanya papih nya.
"Tentu dong karena Liana kesal dengan sikap nya yang cuek dan nyebelin itu"jawabnya.
"Tapi calon suami mu dia" ucap mamih nya.
"Jangan aneh aneh mih kalau
yang lain mungkin Liana bakal
terima kalau dosen itu Liana pasti
tolak perjodohan ini"jawabnya.
"Tapi dia memang calon suami mu"ucap papih nya.
"Papih seriusan"jawab nya sedikit kaget karena ia kira mamih nya hanya bercanda.
"Serius"ucap Papih nya.
"Liana tolak perjodohan ini" ucap nya hendak meninggalkan ruangan itu.
"Kamu masih ingat tawaran papih kan Liana"ucap papih nya.
"PAPIH Liana ga mau,jika sama orang lain mungkin Liana bakal pertimbangkan kalau sama dia ga"jawab nya menekan kata papih.
"Kamu sendiri yang memegang keputusan nya jika mau kartu masih bisa di pakai jika tidak ya sebaliknya"ucap papih nya dengan santai.
"Mamih"panggil nya berharap sang mamih membela nya.
"Maaf mamih tidak bisa membantu,terima saja perjodohan ini"jawab mamihnya.
"Mamih mu saja tidak membela mu,lebih baik terima saja"ucap papih nya.
"Jika Liana menerima perjodohan ini apa yang Liana dapatkan"ucapnya.
"Tentu saja kartu mu dan fasilitas yang sekrang kamu miliki dan mungkin uang jajan mu akan bertambah"jawab papih nya.
"Ingat Liana jika kamu sudah menikah kamu harus mandiri dan jangan manja"ucap mamih nya.
"Oke Liana terima perjodohan ini tapi dengan syarat" ucap Liana menggantungkan kalimat nya.
"Syarat apa"jawab kedua orang tua nya.
"Syarat nya aku ingin tinggal tetap tinggal di sini setelah menikah"ucap Liana.
"Syarat ini harus di diskusikan dengan calon suami mu dulu"jawab papih nya.
"Baik kalau begitu Liana naik ke atas dulu pengen rebahan"ucap nya meninggal kan kedua orang tua nya.
Setelah kepergian Liana kedua orang tua itu bersorak gembira karena putri nya menerima perjodohan itu.
"Yes kita berhasil pih bujuk Liana"ucap istri nya.
"Iya mih nanti papih hubungi kakek Arkana jika putri kita sudah menerima perjodohan ini"jawab suaminya.
"Sekrang saja pih"ujar sang
__ADS_1
istri.
"Ok ok"jawab suaminya.
Meraka pun menghubungi kakek Arkana untuk memberi tahu perihal ini.
"Halo kakek"ucap sachs netra( papih nya Liana).
"Ada apa"jawab Arkana di seberang sana.
"Putri saya sudah menyetujui perjodohan ini bagaimana dengan cucu kakek"ucap sachs.
"Nanti saya akan bilang padanya"ucap Arkana.
"Baik kalau begitu saya tutup telepon nya kakek"ucap sachs.
Tanpa ada balasan sachs langsung menutup telepon tersebut.
"Kita ke kamar saja yu mih" ajak sachs pada istri nya.
"Ayo pih"jawab nesta sang istri.
Mereka melangkah pergi dari tempat itu menuju kamar nya.
Sedangkan di tempat lain yaitu kediaman Arkana saka mendapat kan panggilan dari asisten sang kakek agar nya di ruang kerja nya. menemui
Saka melangkah menuju tempat kerja sang kakek yang berada cukup jauh dari tempatnya saat mendapatkan panggilan dari sang kakek.
"Kakek ini saka"ucap nya saat di depan pintu ruang kerja kakek nya.
"Masuk"jawab sang kakek.
"Ada apa kakek memanggil saka kemari"tanya nya.
"Kakek hanya ingin memberitahu mu tentang ayah mu dulu,sebelum ayah mu meninggal dia dan sahabat nya membuat janji ketika anak anak mereka besar mereka akan menjodohkan nya dan selang satu minggu ayah mu meninggal dan memberi wasiat yang sama dengan janji nya dulu"jawab kakek nya panjang lebar.
"Jadi inti dari panggilan kakek agar saka menerima perjodohan"ucap saka.
"Iya,kamu harus menerima perjodohan ini karena ini adalah pesan terakhir ayah mu"jawab kakek nya.
"Mengapa ayah menjodohkan saka"Tanya nya.
"Mungkin ayah mu tidak ingin putra satu satunya menikah dengan perempuan tidak baik" jawab kakek nya.
"Saka boleh tau siapa calon istri saka"Tanya nya.
"Anak tunggal dari keluarga netra"jawab kakek nya.
"Liana netra"gumam saka.
"Saka akan menerima perjodohan ini sebagi bakti terakhir saka kepada ayah"ucap nya.
"Baik kalau begitu kakek akan memberi tahu keluarga netra bahawa kamu menyetujui perjodohan ini"ucap kakek nya.
"Kamu ada waktu luang hari apa saja"tanya kakek nya.
"Besok"jawabnya.
"Baiklah besok pertemuan keluarga"ucap sang kakek.
__ADS_1
"Baik"jawab saka.
Saka akan merubah sikap nya yang cuek itu saat berhadapan dengan sang kakek keluarga satu satunya.
"Jika tidak ada yang kakek bicara kan lagi saka pamit keluar" ucap saka.
"Silahkan"jawab kakek nya.
Saka keluar dari ruang kerja kakek nya dengan memasang muka cuek nya itu karena ia tahu di luar pasti sudah ada penjaga yang menjaga kakek nya.
Saka melangkah pergi dari ruang kerja kakek nya menuju ke kamar nya untuk beristirahat.
"Liana netra saya akan tunggu kamu besok di acara pertemuan keluarga"gumam nya.
Saya tidak habis pikir
mahasiswa yang bandel dan keras kepala itu akan menjadi istri saya.
Batin saka.
"Baik saat nya bermain main dengan gadis keras kepala itu" ucap saka.
Liana netra mahasiswi yang lebih muda dari saya dan akan menikahi dengan saya yang lebih tua darinya apa tidak akan merasa malu.Batin nya.
"Baiklah tunggu besok bocah tengil"gumam saka.
Sedangkan di kediaman netra kini dua insan yang sudah berumur bersorak gembira saat mendapat kan kabar dari kakek Arkana.
"Mih kita harus kasih tau Liana kalau besok pertemuan keluarga nya"ucap suaminya.
"Ayo kita ke atas memberi tahu Liana"jawab istri nya.
Mereka berdua menaiki tangga menuju kamar sang putri nya.sesampainya di sana mereka mengetok pintu kamar tersebut.
Tok tok tok
"Liana keluar sebentar" Panggil sang mamih.
"Iya"jawab Liana dari dalam.
Pintu di buka oleh Liana dan pemanasan yang dia lihat adalah wajah gembira kedua orang tua nya.
"Ada apa"tanya Liana.
"Besok pertemuan keluarga kamu harus berpakaian rapih" ucap papih nya.
"Jam"tanya Liana.
"Nanti kita kabari lagi"ucap papih nya.
"Cuma itu doang"tanya Liana.
"Iya,papih dan mamih balik lagi ke kamar nya"ucap papih nya.
"Iya"jawab Liana.
Kenapa coba calon suami gue dosen itu dan apa coba mamih papih seneng banget dapat kabar begituan ga liat anak nya memasang muka kesal.
Batin Liana.
__ADS_1