
Vania yang sudah selesai dengan mata kuliahnya hari ini segera merapikan laptopnya dan lekas pulang menuju kediaman keluarga Andi Pamgestu.
"Pah, Vani pulang" Titah Vania yang hendak memasuki rumahnya. Betapa terkejut nya Vani yang melihat kedua orang tuanya sedang berbincang dengan sepasang suami istri yang tak lain adalah Keluarga Restu Nugraha Pratama dan sang istri Ayunda Nugraha.
Restu Nugraha Pratama dan sang istri merupakan sahabat dari Papa dan Mammy Vania, mereka bersahabat sejak Sekolah Menengah Pertama, pernikahan mereka terjadi berawal dari persahabatan mereka yang sudah terjalin lama, bahkan sejak mereka masih saling berpacaran mereka sepakat jika mereka menikah akan menjodohkan putra dan putri mereka. Namun berhubung anak pertama keluarga Nugraha adalah wanita maka mereka sepakat menikahkan anak kedua dari keluarga Nugraha.
"Vani, masuklah kenalkan ini om Restu dan tante Ayunda sahabat mammy dan papa sejak papa dan mama Smp" Ucap Papa Andi.
Setelah menyalami tangan om dan tante Nugraha Vania pun pamit ke kamar untuk mandi dan berganti pakaian.
"Putrimu cantik sekali Andi, tidak salah kita menjodohkan putra putri kita, semoga nanti mereka akan terus bersama-sama seperti kita, aku sangat ingin sekali jika hubungan kita tidak hanya sekedar sahabat saja Andi, tapi sebagai sahabat sekaligus besan" Titah Restu. "Tenanglah, semua impian kita akan terwujud dan sebentar lagi kita akan menjadi besan segera" jawab Andi sambil tertawa bahagia.
Selesai Mandi~
"Vani kemarilah, mammy dan papa ingin bebicara hal penting dengan kamu" ucap Papa Andi.
"Ada apa pah" jawab Vani, Vani pun duduk di samping kedua orang tuanya.
"Begini Van, tadi kan Papa sudah menjelaskan tentang om Restu, om restu ini tinggal di kota S dan Om Restu juga pemilik perusahaan Pratama. Kamu tau kan Perusahaan Pratama adalah perusahan No. 1 seASIA saat ini, dan kebetulan perusahaan Papa akan bekerja sama dengan Perusahaan Pratama untuk mempererat hubungan keluarga kita, bukan hanya itu kita pun sepakat akan menjodohkan mu dengan Putra dari om Restu" Ucap Papa Andi.
__ADS_1
Vania terkejut mendengar ucapan Papanya barusan.
"Pah, aku tidak masalah jika Perusahaan Papa dan Om Restu akan bekerja sama, tapi kenapa harus aku juga yang menjadi korban sih pah" jawab Vania dengan kesal.
"Nak Vani, tante sudah menduga pasti kamu akan terkejut jika mendengar penjelasan kami, tapi yakinlah pernikahan kalian pasti akan bahagia. Karna tante yakin keputusan Papa Mamy mu dengan Om dan Tante adalah keputusan yang terbaik untuk kalian" ucap tante Ayunda.
"Iya sayang, Mammy juga yakin kalau anak dari tante Ayu itu akan bersikap baik terhadap mu, sama seperti tante Ayu dan Om Restu yang selalu bersikap baik terhadap Mammy dan Papa sejak kita SMP" Titah Mammy Aulia.
"Vani, ingat Papa tidak menyukai penolakan" Titah Andi.
hussssh, apa-apaan ini. Tiba-tiba aku di suruh menikah dengan lelaki yang sama sekali tidak aku kenal sebelumnya. Bagaimana aku bisa bahagia, kenal juga tidak dengan lelaki itu. Umpat Vania dengan kesal.
Tok...tokkkk...tokkkk
"Pih, sepertinya putra kita sudah datang" Ucap tante Ayunda terhadap Om Restu.
"Selamat sore" ucap sih lelaki tampan
Ya.. dialah Adi Nugraha Pratama. Putra dari Restu Nugraha Pratama dan Ayunda Nugraha, Adi yang tak lain adalah Ceo di Perusahaan Pratama dan Dosen angkuh di Kampus X, tepat di kampus tempat vania kuliah.
__ADS_1
"Apaaaa ! Kamu ! Ucap Vania dan Adi bersamaan.
"Apa kalian sudah saling mengenal Vania, Adi" Ucap Om Ayunda yang tak lain Bunda dari Adi.
"Sepertinya Bunda sengaja kan menyuruh aku menjadi dosen d kampus X karna hal ini"Dengus Adi kesal.
"Tapi tanpa kalian sadar kalian sudah mengenal kan satu sama lain di kampus, hanya tinggal lebih akrab saja"Ledek tante Ayunda.
"Vani, dia calon suamimu, lelaki yg akan Papa jodohkan denganmu" Ucap papa Andi.
kenapa harus dijodohkan dengan dosen angkuh ini sih Tuhan. Bagaimana dengan malam pertama ku nanti. Umpat vania dalam hati.
"Tapi Pah, Papa kan tau aku masih kuliah. Aku juga ingin merasakan bekerja setelah Sarjana nanti. Untuk apa kalian menguliahkan aku sampai Sarjana jika ujung - ujungnya akan menjodohkan ku. Tentu saja setelah menikah aku akan hamil dan tidak bisa bekerja Percuma saja Gelar Sarjana ku nanti pah" Jawab Vania dengan kesal.
"Vania sayang, tidak akan sia-sia nak gelar Sarjanamu kelak, kamu bisa membantu suamimu nanti diPerusahaan Pratama. Ingat suamimu kan Ceo di Perusahaan Pratama pasti dia akan memberikan posisi yang pantas untuk istrinya yang cantik dan pintar di Perusahaan nanti. Atau kau bisa menjadi Sekretaris Adi nanti agar bisa sering bersama agar benih cinta muncul di antara kalian" Ucap tante Ayu sambil menenangkan Vania.
"Sudah, sudah Vani Adi kau tau orang tua kalian tidak akan menerima penolakan, jadi ikutilah perintah kita" Ucap Papa Andi. Adi yang melihat pemandangan di depan nya hanya bisa tersenyum pasrah.
Apa - apaan lelaki itu, bisa - bisanya tersenyum, apa dia sama sekali tidak menolak perjodohan ini. Ya Tuhan bagaimana nasibku nanti jika menikah dengan lelaki yg angkuh dan sombong ini. Umpat Vania dalam hati.
__ADS_1