Dosen Killer Itu Suamiku

Dosen Killer Itu Suamiku
Bab. 3 Dikampus


__ADS_3

kantin~


Vania dan Agnes yang sedang asik bersantai di taman kampus X, tiba-tiba datang 2 orang lelaki yang tak lain adalah Ricco dan Melky. Ricco adalah lelaki tertampan dikampus sehingga menjadi idola dikampus X sama seperti Vania. Hampir semua mahasiswa dikampus X tertarik dengan Vania, tanpa terkecuali Ricco. Sudah beberapa kali Ricco berusaha mendekati Vania tetapi sama sekali tidak mendapatkan respon dari Vania.


"Van, malem ini kamu ada acara gak ? nonton yuk". Ucap Ricco.


"hmmm, kalau berdua aku tidak bisa Ric, tapi kalau bareng sama Melky dan Agnes aku mau". Jawab Vania.


Astaga, baru kali ini ada wanita yang berani menolak jalan berdua denganku padahal dibelakang sana ada banyak wanita yang mengantri untuk aku ajak kencan berdua. Vania kamu memang gadis yang samgat berbeda tidak sia sia aku menyukaimu. Gumam Ricco dalam hati.


"Baiklah Van, aku jemput malam nanti jam 7 ya". Jawab Ricco.


Tanpa mereka sadar sedang ada sepasang mata yang memperhatikan dan mendengarkan obrolan mereka sejak awal.


ddrrrttttttt....ddddrrrtttttt tiba - tiba ponsel Vania bergetar (anggaplah suara getar ponsel ya sahabat😊)


Nomer siapa ini ? kenapa bisa ada yang menelfon ku dengan nomer yang tidak kukenal, padahal yang tau nomer telfonku hanyalah orang yang dekat denganku saja. Gumam vania dalam hati.


"Ha..halllo..." Ucap Vania.


"Segera keruanganku sekarang, aku tunggu ! jangan menolak karna aku tidak suka dibantah". jawab si penelpon yang tak lain adalah Adi calon suami Vania.


Diruangan Dosen~


Tok..tok...tokkk (Vania mengetuk pintu)


"Masuklah" Teriak Adi dari dalam ruangan.


"Ada apa pak?" Ucap Vania.


"Siapa lelaki itu Van ?! Apa kau lupa semalam orang tuamu berbicara apa hah?" Teriak Adi yang tanpa sadar membuat air mata Vania keluar.


"Jawab aku Van ? aku bertanya padamu, apa kalu lupa ?! baru semalam orang tua kita membicarakan tentang perjodohan kita tapi kau malah berani dekat dengan lelaki lain, bodohnya kau malah janjian dengan lelaki lain sedangkan kau sudah mempunyai calon suami Van" Teriak Adi.


"Pak.. saaaa...saaaa..."ucap Vania terpotong.

__ADS_1


"Apa ? kenapa berhenti bicara ? jelaskan padaku ? aku sedang bertanya". Ucap Adi.


Adi pun berdiri dari kursi panasnya menghampiri Vania yg sejak tiba hanya berdiri di depan pintu. Dengan sigap Adi menghimpit kepala Vania dengan tangannya.


"kenapa menangis ? kenapa kalau denganku kau seperti ini sedangkan dengan lelaki lain kau bisa bebas tertawa" Ucap Adi yang tanpa sadar membuat Vania tidak berhenti menangis.


Apa-apaan lelaki ini. Calon suami dia bilang hahh. Baru calon dan belum menikah saja sudah tega padaku seperti ini, bagaimana nanti setelah menikah. Ya benar Pak aku bodoh. Bodoh karna aku mau saja menerima perjodohan ini. Gumam Vania dalam hati


"Van, lihat aku". Ucap Adi lembut.


"Aku tidak punya alasan untuk menolak perjodohan ini, karna aku tidak mau orang tuaku sedih van" Ucap Adi yang masih tidak mendapat jawaban dari Vania.


"Van, aku tau kamu tidak bisa menerima perjodohan ini tapi setidaknya hargai aku, hargai keinginan orang tua kita Van". Ucap Adi lagi.


"Maa...maaaa..maafkan aku pak". Jawab Vania.


"Sudah duduklah, basuh mukamu van, agar tidak terlihat kau habis menangis. Setelah itu masuk kelaslah. Mata Kuliahku akan segera aku mulai, setelah kamu sampai kelas baru aku keluar dari ruangan ini" Titah Adi yang mendapat anggukan dari Vania.


Dimall~


Ricco, Melky, Vania dan Agnes pun sampai di Mall kota X. Mereka segera menuju ke bioskop karna film yang rencananya akan mereka tonton akan segera dimulai.


"Bro ! liat tuh cewek cakep bener. Kalo dia jadi bini gue behhh bakal gue kurung terus bro dikamar biar gak ada yang bisa lihat kecantikannya selain gue" Ucap Bram yang tak lain sahabat Adi.


Tanpa sadar mata Adi melihat kearas wanita yang dimaksud Bram. Adi melihat Vania sedang tertawa lepas bersama teman-temannya.


"Gadis bod*h" Ucap Adi dilanjut pergi meninggalkan restoran R*cha.


Bram yang meneriaki nama Adi pun merasa aneh kenapa sahabatnya bertingkah seperti itu. Adi yang mendengar namanya di teriaki Bram pun tidak merespon, dengan sekilas Adi menoleh ke Meja di yang diduduki Vania.


Sambil menoleh kaget "Pak Adi". Ucap Vania pelan.


Sampai dirumah~


Vania yang sudah sampai dirumah

__ADS_1


"Vani, kamu kemana aja sih ? Ada Adi datang kamu malah pergi sama teman - teman kamu" ucap mammy Aulia.


"Haaahh, dosen killer itu ada di sini mam". Ucap Vania.


"Van, dia tuh calon suamimu jangan bicara seperti itu"Ucap Mammy Aulia.


Vania hanya berjalan menuju kamar tanpa menggubris ucapan Mammy nya. Tanpa sadar ada sepasang mata yang melihatnya sedaritadi .


"Van, ada Adi kok jalannya nyelonong aja" Ucap Papa Andi.


"Vani capek Pah, mau mandi dan ganti baju dulu" Jawab Vania yang dijawab anggukan oleh Papa Andi.


"Mandilah Van, dandan yang cantik biar calon suamimu terpesona" Ledek Mama Aulia.


Apa - apaan sih mereka ini, anak sendiri malah di ledekin. Kenapa aku merasa seperti dijual oleh orang tuaku sih astaga.Gumam Vania kesal.


Setelah selesai mandi Vania pun duduk di ruang keluarga bersama Adi.


"Bapak ngapain ke rumah saya lalu kemana Mammy dan Papaku" Ucap Vania sinis.


"Tidak ada alasan kenapa aku tidak boleh kesini kan Vann dan orang tuamu sedang keluar pergi ketempat di yang dulu sering mereka kunjungi". Jawab Adi. "Kau sudah selesai kencan dengan lelaki sok tampan itu, siapa namanya itu". lanjut Adi


"Ricco pak, anda tidak perlu menyebut dia sok tampan pak, karna memang dia sudah tampan bahkan lebih tampan dari aja. Andai saja dia yang dijodohkan denganku, bukan dengan om - om seperti anda. Ucap Vania Lirih.


"Apa katamu ? Tua ? ".Dengus Adi kesal.


"Kau harusnya tau posisimu van" Ucap Adi kesal.


"Posisi apa yang kau maksud Pak ?!" Ucap Vania.


"Sudahlah percuma bicara denganmu". jawab Adi.



Visual Adi ketika melihat Vania pulang dari mall diantar dengan teman-temannya.

__ADS_1


**Aduhhhh babang Adi ganteng yaaa sahabat*


lanjut*~


__ADS_2