
dddrttt...dddrrrtt..(suara getar ponsel Vania)
"Ha..." Ucap Vania yang belum sempat selesai bicara.
"Keruanganku sekarang !" Ucap Adi.
Lelaki ini, seenaknya saja menyuruhku.
tok.. tok.. (Suara ketukan pintu yang dilakukan Vania)
Adi membukakan pintu "Masuklah, Duduk lah di sofa, ada yang ingin aku bahas" Ucap Adi.
"Katakanlah, sebentar lagi aku ada kelas". Jawab Vania.
"Van, seperti yang kau tahu, bahwa pernikahan ini karna perjodohan, aku harap kau bisa menghargai pernikahan ini. Karna untukku pernikahan itu sakral hanya dilakukan sekali seumur hidup. Dan jangan coba - coba bermain api dibelakangku. karna aku tidak suka penghianatan". Ucap Adi tegas.
"Lalu bagaimana denganmu ? apa kaupun bisa menghargai pernikahan ini?". Ucap Vania.
"Aku bertanya padamu, bukan berati kau berhak memberikan pertanyaan untukku, ingat aku tidak suka di bantah" jawab Adi tegas.
"Dan minggu depan kita menikah, hari ini mata kuliahku terakhir, ambilkah kunci mobilku ini, setelah mata kuliahku selesai cepat tunggu aku didalam mobil kita akan fitting baju dan membeli cincin dan untuk kebutuhan lain sudah diatur oleh orang tua kita" Ucap Adi yang di jawab Anggukan oleh Vania.
Setelah keluar dari ruangan Adi sang dosen tanpa sengaja melihat Vania dan Ricco. Tatapan matanya terus melihat ke arah Vania sambil mendengarkan apa yang di bicarakan Ricco.
"Van, kamu tadi ngapain keruangan dosen killer itu" Tanya Ricco.
"oh... aa...a...aanu ric" jawab Vania gugup.
"kenapa van? ngapain kamu ke sana tumben-tumbenan" Ucap Rico.
"hmmmm, Pak Adi itu anak dari sahabat Kedua org tuaku ric, aku ke sana karna disuruh mammy menanyai keadaan bunda Ayunda". Jawab Vania bohong.
__ADS_1
"Bunda Ayunda". Tanya Ricco.
"Ya itu bunda nya Pak Dosen". Ucap Vania.
"Syukurlah Van, aku kira kau mulai tertarik dengan dosen itu" Ucap Ricco pelan namun terdengar oleh Vania.
"Apa yang kau katakan Ric". Tanya Vania.
" ahh..tidak Van, Van apa aku salah jika aku mulai tertarik denganmu. Salah tidak kalau aku menyulaimu Van, entah sejak kapan aku mulai menyukaimu. Tapi menurutku kamu itu berbeda. Di kampus ini ada banyak yg ngantri ingin ku ajak berkencan, tapi kau malah menolak jika ku ajak jalan berdua dan selalu ingin kalan dengan Agnes & Melky juga" Tanya ricco.
Setelah mendengar ucapan Ricco, Adi pun geram, tangannya terus mengepal seakan ingin sekali rasanya kepalan tangan nya menyentuh wajah Ricco. Akhirnya Adi pun menghampiri Vania dan Ricco.
"eheeeemmmm, jam pelajaran ku akan dimulai kenapa kalian malah berpacaran di sini" Ketus Adi tanpa dijawab oleh Vania, Vaniapun bergegas menuju kelasnya.
Syukurlah Dosen killer itu menyelamatkan ku dari Ricco. Gumam Vania.
Entah mengapa Vania yang sudah mengetahui tentang perasaan ricco sejak dulu malah jadi semakin risih jika di dekati ricco.
Adi keluar menghampiri mobil yang sudah ada Vania didalam menunggu kedatangannya.
"Bapak lama sekali, hampir sejam aku menunggu didalam mobil" Ucap Vania kesal tanpa di jawab Adi.
Dasar apa lelaki ini bisu, bahkan untuk menjawab pertanyaanku saja tidak. Sangat irit berbicara sekali om-om ini. Gumam Vania dalam hati
Sesampainya di mall~
Dibutik
"Tante rita" ucap ricco.
"Hay ric, ini calon istrimu" ucap tante Rita yang di jawab senyum oleh Vania namin tidak mendapat jawaban dari Ricco.
__ADS_1
"Nanti setelah menikah kamu harus banyak sabar Van menghadapi manusia kutub ini" Ledek tante Rita.
"jangan meledekku tan, sudah tunjukan mana gaun yang akan Vania coba" Ucap Adi.
"Lihatlah ini Vania, gaun ini pasti cocok denganmu" Titah Rita.
"Akan aku coba tan" jawab Vania.
"eheeemmm.. udeh ya Di jangan lama-lama liatinnya nanti aja pas akad". Ledek tante Rita
"Bagaimana penampilannya Adi" Tanya tante Rita.
" Ya, lumayan lah tan" jawab Adi.
"Hanya lumayan katamu, cantik begini dibilang lumayan"Ucap tante Rita.
"Sudahlah tan yang ini saja, aku masih sibuk. Masih harus ketoko perhiasan. Ucap Adi.
Vania pun segera berganti pakaiannya kembali. Setelah selesai merekapun bergegas ke toko perhiasan. Kedatangan Adi disambut hangat oleh karyawan di toko tersebut. Bagaimana tidak Mall itu merupakan milik keluarga Nugraha namun Vania tidak mengetahuinya.
"Tolong berikan cincin pernikaha termewah dan termahal ditoko ini" Ucap Adi.
Tak lama kemudian karyawan pun memberikan sebuah kotak kecil berisikan perhiasan yang dimaksud Adi. setelah membayar Adi pun segera mengantar Vania pulang.
Dimobil~
Vania yang merasa kelelahan karna aktifitasnya hari ini pun merebahkan punggungnya dikursi mobil Adi. Tak menunggu waktu lama tiba-tiba Vania tertidur pulas.
Mohon bantuan dukung novel Mom_SM ya sahabat 🙏🙏🤗
__ADS_1