
"Kekuatan roh penuh!!" Ucap Su yuntao kaget, tak ingin menyia nyiakan kesempatan, saat selesai ia langsung menanyakan sesuatu kepada Luoshi.
"Nak, Apakah kau bersedia bergabung dengan Aula roh??" Ucap Su yuntao dengan semangat.
Luoshi mengusap rambutnya bingung, kalah ia bergabung ia bisa dengan mudah menjadi kuat dan mencegah semua orang menyusulnya karena ia tahu isi plot cerita
Tetapi ia telah mengenal Tangsan sekarang, ia juga tahu meskipun Tangsan seorang pembunuh, tetapi ia tak menyerang secara sembarangan, dan aula roh sekarang, lebih buruk dengan Paus yang dipenuhi oleh kegelapan di hatinya, jelas akan lebih bertentangan dengan tujuan hidup utama Luoshi sebelum bereinkarnasi
Dan ia telah diberi tahu keluarganya dari keturunan Dai... kemungkinan besar ayahnya akan menolak!
"Maafkan aku pak, aku tak bisa memutuskannya, dan orang tuaku belum pulang dari kota, jadi..." Ucap Luoshi dengan ragu.
Su yuntao menghela nafas, lalu ia mengangguk dan menyuruh Luoshi keluar terlebih dahulu, Luoshi mengangguk kepada Tangsan, yang ditanggapi dengan bingung olehnya.
Saat Luoshi keluar bersama anak lainnya, mereka meliaht kakek jack menunggu, mereka mengunguk kepadanya, Luoshi berkata ia akan pulang terlebih dahulu karena Kakaknya menunggu.
"Xiao shi Tunggu-!" Ucap Kakek jack berteriak tetapi Luoshi telah pergi.
.
.
.
__ADS_1
Saat Luoshi sampai di drpan rumahnya, ia melihat kereta kuda terparkir di sana, Luoshi langsung berlari dengan semangat.
"Ayah! Ibu! Kakak! Aku pulang!" Teriak Luoshi dengan semangat.
"Selamat datang! Xiao shi!" Ucap ibunya memeluk luoshi, dan kakak pertamanya juga ikut memeluknya.
"Selamat datang." Ucap Ayahnya tenang dan tersenyum kecil, juga kakak kedua Luoshi.
Setelah berbincang bincang dengan orang tuanya, mereka mulai membahas tentang Bangkitnya roh beladirinya.
Kakak keduanya mulai merasa tak senang, tetapi ia juga penasaran, kakak keduanya tersenyum manis dan menunggu.
Luoshi menghela nafas, lalu kedua matanya menjadi sedikit berubah metah biru, rambutnya yang berwarna emas dan hitam mulai berhembus oleh angin.
"Harimau putih!!" Ucap ayah dan ibunya 'jadi Luoshi lah yang martial soulnya tak mengikuti mutasi dariku...' Batin Shiqin ayahnya.
Ibunya juga segera mendekati ayahnya dan membicarakan sesuatu, Kedua kakaknya sangat terkejut, 'dia... Dia...! DIA!!' batin Linlin semakin cemburu dengan "bakat" kedua saudaranya.
Luoli entah mengapa langsung mengeluarkan Martial soulnya, Kucing putih bercahaya, lalu memeluk Luoshi dan bertingkah seperti kucing yang sedang manja.
"Kakak! Apa yang kah lakukan?! itu sangat geli!" Ucap Luoshi, ia merasa kakaknya menggelitiknya, ia juga terasa pengap berada di tengah dua gumpalan besar.
Ucapan Luoshi membuat Ayah dan ibunya sadar, lalu mencoba melepaskan pelukan Luoli karena Luoshi benar benar hampir kehabisan nafas, tetapi sebuah siluet menghentikan mereka.
__ADS_1
Siluet Seekor harimau besar dengan tatapan menyeramkan, terlihat sekilas oleh mereka, itu membuat mereka bengong karena terkejut.
"Itu adalah...! Kecocokan Roh beladiri!!" Batin Ayah dan ibunya, sementara Linlin kini benar benar terasa semakin jauh dari harapan.
Dan tak lama dari itu karena pelukan yang erat, Luoshi pingsan dan Roh beladirinya juga menghilang, Kakaknya luoli meminta maaf kepada ayah dan ibunya dan merasa menyesal, ia berkata tak bisa mengendalukan dirinya, Linlin pergi menuju kamarnya.
"Huff.. Kau harus menahannya! Jangan sampai kalian bergabung sekarang! Kekuatan roh Luoshi bahkan belum setingkat Master roh!" Ucap Shiqin sambil menghela nafas.
"Maafkan Luoli..." Ucapnya mengeluarkan air mata.
"Sudah sudah... Luoli telah mengakui kesalahanya... Sekarang kau istirahat terlebih dahulu! Kau baru pulang kemarin malam bukan? Ini juga hari liburmu.. Kejutan mental tadi mungkin sedikit menyakitimu.." Ucap Ibunya luolin menenangkan ayah dan Luoli, dan menyuruhnya istirahat.
"Umm" Ucap Luoli mengangguk pelan dan pergi menuju kamarnya.
"Umurnya telah 14 tahun tetapi masih cengeng seperti itu!" Ucap Shiqin sedikit tak senang.
Luoli memeluk Shikin dan berkata, " Sayang.. Dia adalah perempuan.. mentalnya juga tak begitu stabil karena aku selalu membajakannya... Sedangkan Linlin..." Ucap Luolin sedih dibagian akhir.
"Aku berenca menitipkan Luoshi pada kenalanku di akademi Nuoding, dia akan bisa membingbingnya dengan baik... Sementara tentang Harimau putih, Aku akan memikirkannya nanti" Ucap Shiqin.
.
.
__ADS_1
.