
Laki-laki itu menundukkan kepalanya dan menutup matanya sambil menghela nafasnya.
'' Enak ya, hidup dengan uang hasil menipu orang lain?''
Wajah Sung-ah yang tertutupi cadar putih itu memperlihatkan keterkejutannya mendengar apa yang di katakan oleh laki-laki itu.
''Kyunwoo!!! Kamu ngomong apa sih?!?''
Sama halnya dengan Sung-ah, ibu dari laki-laki itu pun kaget dan heran dengan perkataan anaknya sendiri.
'' Jimat, kekuatan gaib, atau apa pun itu aku tidak percaya dengan yang semacam itu''
Sambil berkata demikian laki-laki itu berdiri dari duduknya dan berbalik hendak pergi keluar ruangan itu.
'' Kyunwoo! Aduh, Dewi... mohon maaf! Kyunwoo! Nak...!''
Dengan merasa sungkan sang ibu meminta maaf kepada Dewi karena perkataan anaknya dan sang ibu berusaha memanggil sang anak agar tidak pergi begitu saja.
Sedangkan setelah mendengar panggilan dari ibunya, laki-laki itu yang baru ingin melangkahkan kembali kakinya melirik kearah belakang sebentar setelah itu ia kembali membuang mukaknya kedepan.
__ADS_1
Sang Dewi hanya bisa terdiam ditempatnya dengan ekspresi yang tidak berubah dari tadi, yah masih dengan terkejutannya sampai-sampai mulutnya terbuka di balik cadar putihnya itu.
Sedangkan laki-laki itu sedang berjalan untuk pergi dari tempat praktek dengan sang ibu yang masih berusaha membujuknya.
Yah... Itu lah yang terjadi pada malam itu, yang membuat Sung-ah tidak fokus di sekolah.
Kembali lagi di kelas 2-3
' Sepertinya dia memiliki sikap yang buruk...'
Sung-ah yang masih duduk dibangkunya sambil mengingat kejadian tadi malam berbicara didalam hatinya sambil melamun sendiri.
Gumamnya sambil menutup wajah yang tiba-tiba memerah dengan kedua tangannya.
''Aku?''
Dengan PDnya, Pyo Jiho menunjuk dirinya setelah mendengar gumaman Sung-ah yang duduk disampingnya.
''Kau gila, ya? nggak ngaca?''
__ADS_1
Dengan geramnya sampai-sampai membuat wajah Sung-ah mengkerut dan merasa ingin mencakar wajah teman sialannya itu. Ayoung hanya bisa tertawa melihat Sung-ah dan Pyo Jiho seperti Tom and Jeri yang selalu saja bertengkar satu sama lain.
''Ayo berdiri semuanya~ Hari ini kelas kita kedatangan murid pindahan, masuklah~''
Saat murid pindahan itu mulai masuk kedalam kelas 2-3, Sung-ah tampak kaget melihat murid baru itu, sampai-sampai matanya terbelalak melihat kearah depan dimana murid pindahan itu berjalan memasuki kelasnya.
''Luar biasa, wah...''
''Gila... ganteng banget!''
Tiba-tiba keadaan kelas menjadi riuh karena kedatangan murid pindahan yang ternyata seorang laki-laki dan laki-laki itu ternyata adalah tamu yang datang bersama ibunya kemarin malam, yang menuduh Sung-ah sebagai penipu sampai-sampai ia hari ini selalu melamun dan setiap detik membuang nafasnya dengan sia-sia karena memikirkan kejadian tadi malam.
' Padahal sebentar lagi UTS. Kok tiba-tiba pindah?'
Pyo Jiho yang merasa heran dengan kepindahan murid baru dikelasnya membatin dalam dirinya sendiri sambil melihat kearah murid pindahan itu dengan sudut mata tajamnya itu.
''Hei Park Sung-ah...?''
Pyo Jiho yang baru saja menengokkan pandangannya ke Sung-ah yang mulanya ingin memanggil teman sebangkunya itu, menjadi keheranan karena meliahat Sung-ah menatap kearah depan dengan mata yang melebar dan menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Pyo Jiho merasa tambah heran dengan teman nya itu, yah... Pyo Jiho merasa sangat aneh meliahat kelakuan Sung-ah hari ini disekolah.
__ADS_1