
Pagi buta matahari belum terlihat Kayla dibangunkan oleh pelayan. Dimana Kayla yang mendengar itu membuka mata.”Ada apa kamu memanggilku pagi buta ini, matahari saja belum bangun,”ucap Kayla.
“Maaf nona kita harus bersiap untuk perjalanan ke barat,”ucap pelayan.
“Apa sekarang kita akan berangkat,”ucap Kayla yang hendak duduk.
“Iya nona mohon anda segera bangun dan berganti pakaian. Kita akan segera turun untuk menuju ke kereta kuda,”kata Pelayan. Kayla yang masih mengantuk segera bangun dari kasur dan mencuci buka dimana dia segera berganti pakaian yang agak tebal karena hari itu dingin.
Kayla yang sudah selesai berganti pakaian segera berjalan menuju ke bawah. Dimana ayah dan ibu tirinya sudah menuggu Kayla.”Ayah ibu apa mau mengantarku pergi,”ucap Kayla yang seperti anak baik.
“Iya putriku. Kamu harus jaga kesehatan kamu saat ada dibarat ya.Jika ada masalah kamu hubungi kami di rumah,”kata Ibu tirinya. Kayla hanya terseyum dan mengangu dimana ayahnya hanya berpesan kepada Kayla.”Jaga kesehatan kamu jangan buat masalah di tempat nenek dan kakek kamu di barat,”kata ayahnya.
Kayla yang segera masuk ke dalam kereta kuda dimana dia pergi sendirian tanpa ada pelayan yang menemaninya.”Ini sunggu tidak adil. Tapi aku akan terima, kalian akan menyesal nanti sudah mengirimku ke barat,”batin Kayla yang tersenyum kepada mereka. Dimana hanya ada supir kuda kesatria dua orang yang menemani Kayla pergi ke barat.
Kerata kuda mulai bergerak dimana kereta kuda mulai menjauh semakin dimana Kayla tidak melihat rumahnya yang besar. Kayla yang bisa santai di tempat duduk didalam ruangan sendirian.
“Apa yang harus aku lakukan ya. Aku tidak mau tidur lagi kalua begini. Apa aku lihat pemandangan diluar saja,”ucap Kayla yang membuak jendelanya.
Dimana ksatria yang berkuda melihat Kayla.”Nona apa membutuhkan sesuatu?,”ucap ksatria yang menemani Kayla.
“Tidak aku hanya ingin melihat keluar jendela saja. Ini pertama kalinya aku pergi dari rumah dan pergi ke barat,”ucap Kayla yang menantikan perjalanan yang tidak tahu apa yang akan dia temukan.
“Baik nona jika ada masalah anda bisa memanggil saya,”kata ksatria. Kayla yang bersandar sambil melihat pohon yang besar yang mereka lewati. Di perjalanan menuju barat yang membutuhkan waktu antara 3 sampai 6 hari perjalanan jika tidak ada masalah. Hari sudah mulai gelap dimana Kayla dan para pengikut yang mengantarnya beristirahat.
__ADS_1
Kayla yang keluar dari kereta kuda duduk bersama dengan para ksatrai dan kusir kuda.”Nona kenapa anda keluar,”ucap Ksatria yang memimpin jalan.
“Aku bosan makanya aku ingin bergabung dengan kalian semua. Tapi aku juga ingin bertanya tentang kondisi di barat itu seperti apa?,”kata Kayla yang mencari informasi.
“Kondisi dibarat itu cukup menyedihkan nona dari pada selatan,”kata Ksatria.
“Menyedihkan bagaimana. Apa sumber makanan dan tempat tinggal akan tidak sebagus di selatan apa begitu maksudnya?,”kata Kayla yang sedikit menebak.Para ksatrai yang mendengarnya terdiam karena ada teguran dari salah satu ksatria yang bersama mereka. Kalau mereka tidak bisa menjelaskan kondisi wilayah barat dengan buruk harus ada kehohongan di dalam ceritanya.
Kayla yang menuggu mereka menatap dengan wajah penasaran.”Kenapa kalian diam saja.Apa kalian ada perintah dari ayahku untuk membohongiku tentang wilayah utara,”ucap Kayla yang menebak kembali.
“Maafkan kami nona,”ucap kedua ksatrai yang bersujud kepada Kayla.
“Kalian tidak usah meminta maaf. Aku tahu kok ayah saya ingin aku tidak kembali ke rumah utama bukan. Setelah aku mendengar cerita darai barat,”kata Kayla. Para ksatrai hanya diam saja dan tidak bisa berkata mendengarnya.
“Nona,”ucap ksatrai yang dimana mereka hanya bisa terharu.
“Nona memang benar penuh belas kasih. Kami akan menjaga nona sampai ke tempat tujuan,”ucap ksatrai yang merasa belas kasihnya sudah terbagi oleh mereka. Dimana keduanya mau mengatakan kepada Kayla soal kondisi dibarat.
Kayla yang mendengarkan mereka bercerita kalau di barat tanah mereka memang bagus untuk ditanami dan sumber mata air juga datang dari pegunungan. Wilayah barat yang seperti pedesaan yang sejuk dan nyaman, hanya saja ada masalah yang terjadi karena sumber pakaian dan makanan sangat sulit disana. Apa lagi harga di barat sangat mahal untuk barang tertentu.
Kayla yang sudah tahu bagaimana kondisinya bertanya lagi.”Kalau buku dan pakaian makanan apa juga sama mahalnya di barat,”kata Kayla.
“Untuk itu tergantu jenisnya nona ada yang mahal sesuai langkah barang atau tidak,”ucap Ksatria.
__ADS_1
“Tapi apa nono tidak ingat dengan wilayah barat?,”cuap kusir kuda. Kayla hanya menggeleng sambil tersenyum. Dimana dimata mereka bertiga Kayla adalah nona yang menderita.
Selesai mendapatkan informasi Kayla masuk ke dalam kereta untuk tidur. Tapi disaat dia tertidur dia masih berpikir tentang kondisi Barat.”Apa ada yang bisa aku ciptakan di dunia ini?,”ucap Kayla yang menutup mata.
Kereta bergerak dimana Kayla merasa tubuhnya bergoyang. Kayla membuka matanya dan melijhta kalau kereta memang bergerak lagi.”Apa kita mulai berjalan lagi?,”ucap Kayla.
“Iya nona apa kami mengganggu tidur anda. Kami meminta maaf,”ucap Ksatria.
“Tidak apa-apa,”ucap Kayla sambil menggelengkan kepalanya. Dimana perjalan mulai kembali, mereka yang melewati satu desa. Untuk mereka berhenti untuk makan siang dan menyiapakan bekal perjalanan. Kayla yang juga mencari suasana yang baru melihat desa yang cukup kecil tapi mereka cuku banyak.
“Disini makmur dan damai ya,”ucap Kayla.
“Ini benar nona disini memang makmur dan apa lagi makanan khas didesa ini adalah apel,”ucap ksatrai.
“Apa apel?,”ucap Kayla yang sedikit tidak percaya.
“Nona mau mencoba jenis apel di desa ini atau anda mau membawa untuk bekal,”ucap ksatria. Dimana setelah mencari tempat untuk makan mereka segera menikmati istirahatnya dimana makanan yang disajikan tidak terlalu mewah. Hanya ada sup apel dan buah apel serta minuman yang terbuat dari apel.
“Apa hanya ada apel saja dimenu,”ucap Kayla yang mencoba menahan perasaannya. Dengan hati berkata,”Apa aku mau diet.”
“Iya nona tapi disini sangat enak. Cobalah,”cuap ksatrai. Di satu meja bersama dengan dua ksatria dan satu kusir kuda mereka duduk dan menikmati hidangan yang sudah dipesan. Kayla yang mencoba satu suap hanya diam untuk sesaat. Tapi mata ke tiga orang yang bersamanya terlihat menikmati sup apel dan hidangan yang lain.
“Ini enak dari mananya seperti apel yang biasa saja, tidak ada rasa yang pas,”batin Kayla yang tersenyum menahan perasaannya. Selesai dengan sup buah yang tidak disukai oleh Kayla. Dia mengambil apel yang masih bagus dan terlihat segera. Kayla yang menggigitnya terasa sensanti rasa manis asem seperti buah apel yang dirasakan oleh Kayla di dunia asalnya.
__ADS_1
Meminum buah apel terlihat rasa yang sama tidak ada rasa lain. Selesai makan siang mereka membeli sedikit apel Kayla yang juga berjalan berkeliling untuk melihat apa ada hal yang membuat dia menarik setelah makan siang yang membua dia tidak kenyak sama sekali. Tapi apa yang akan di temukan Kayla di desa dengan khas buah apelnya.