
Kayla yang berkeliling melihat pasar di desa yang mereka singkahi untuk sementara. Bersama dengan beberapa kstria yang menemani Kayla. Suasana pasar yang ramai dimana ada penjual dan pembeli. Tapi kebanyakkan dari mereka menjual apel dari merah hijau dan ada juga yang menjual daging. Tapi melihat situasinya daging yang dijual cukup mahal dan ada jual hiasaan gelang. Di setaip kedai yang dilewati Kayla tidak melihat ada toko buku dan untuk pakaia dan hiasan juga bisa dihitung.
Berbeda dengan tempat asalnya. Tapi disaat berjalan lebih lanjut Kayla tertuju kesatu arah.”Bukan itu batatas jalar ungu ya,”batin Kayla yang berjalan ke arah pada pendangang.
“Maaf pak ini apa?,”ucap Kayla.
“Ini Batatas nona apa anda mau membelinya,”ucap pedagang.
“Berapa harganya pak?,”ucap Kayla yang terlihat berseri. Dimana bisa bertemu dengan batatas ungu.”Nona apa anda mau membeli makanan tidak enak ini,”ucap ksatria yang dari belakang.
“Apa uang kamu katakan ini bisa dimakan ya,”ucap Kayla.
“Nona benar ingin membelinya,”ucap Pedagang yang sangat senang.
“Iya pak berapa harganya,”ucap Kayla lagi.
“Untuk sekantong itu harganya 35 perak jika untuk dua kantong harganya 70 perak,”ucap pedagang.
“Saya akan berikan 1 emas 5 perak jadi tiga kantong ya pak,”ucap Kayla. Segera pedangan itu memasukan batatas ungunya ke kantong yang sudah tersedia. Dimana terlihat wajah pedagang sangat senang melihat ada yang membeli dagangannya.
“Terima kasih nona mau membeli hasil daganga saya sudah beberapa hari ini tidak ada uang untuk sayang bawa pulang untuk keluarga,”ucap pedangan.
“Jika memang yang mentang sulit untuk dijual kenapa anda tidak menjual dengan direbus atau dibakar saja. Anda bisa mencoba praktekkan di rumah nanti apa bisa dijual atau tidak,”kata Kayla yang sedikit memberikan saran untuk pedagang.
Awalnya pendagang itu ragu untuk menerima nasehat tersebut. Tapi sampai di rumah dia meminta istrinya untuk merebus dan membakar batatas yang masih tersisa. Pedagang itu melakukan saran yang dilakukan oleh Kayla setelah istrinya selesai dia masak dengan apa yang dikatakan. Mereka mencoba untuk makan malam sekeluarga dimana keluarga itu sangat tidak percaya kalau rasanya akan enak.
Pedagang itu mencoba yang di rebus dia klupas kulitnya dia makan dagingny dimana ada sensansi pansas dan enak dimulut terdapat rasa manis yang melekat pada batatas yang dimakan pedagang.”Ini enak,”ucap pedagang. Dimana semua keluarga mencoba batatas rebus yang mereka masak. Ternyata benar enek dimana mereka mencoba yang dibakar.
“Aku tidak sangka kalau batatas bisa seenak ini jika direbus dan dibakar,”ucap anaknya.
__ADS_1
“Iya sayang kamu dapat ide ini dari mana?,”kata istrinya dimana malam itu mereka merasa makan ini terasa enak.
“Tadi ada seorang nona yang membeli batatas tiga kantong dan dia juga yang memberikan saran untuk direbus dan dibakar batatasnya untuk variasi yang lain untuk jualan. Bagaimana sayang jika kita jualan yang sudah matang dan metah,”ucap Suami yang seorang pendagang batatas.
“Itu ide yang bagus ayah ibu. Aku akan bantu menjualnya,”ucap anak kedua.Dimana sekeluarga itu mencoba menjual batatas dengan cara yang disebutkan oleh Kayla.
Lalu ditempat Kayla karena perjalaan sudah malam dan mereka beristirahat dia mengeluarkan batatasnya untuk dia bakar. Para ksatria dan kusir kuda tidak tahu kena batatasnya di lemparkan ke dalam api yang menyala.
“Nona Kayla apa yang anda lakukan dengan batatasnya,”ucap Ksatria.
“Nanti juga akan tahu,”ucap Kayla yang tidak sabar untuk memakan batatas yang dia beli. Kayla yang menuggu sampai ahirnya salah satu dari mereka ada yang sakit perut.
“Kenapa kamu terlihat kamu seperti sakit,”ucap Kayla kepada salah satu ksatrai.
“Maaf nona beberapa hari ini memang perutku bermasalah,”ucap ksatria kedua.
“Aku sudah melakukannya tapi tidak bisa. Dia tidak mau keluar,”kata ksatria kedua.
“Jadi kamu ada masalah dengan pencernaan perut kamu,”ucap Kayla dimana hasil bakar batatasnya telah matang. Dibantu oleh kusir kuda untuk membantu mengambil batatas yang dia lemparkan. Kayla yang hendak mengambil dengan tangan dihentikan oleh kusir kuda.”Nona itu panas,”ucap Kusir kuda.
“Aku tahu kalau panas. Tapi aku mau memakan batatasnya,”ucap Kayla yang sudah lapar.
“Nona lapar, biar saya bantu,”uca kusir dimana dia mengambil daun yang besar dia letakan batatas itu dan membelahnya dimana uap panas yang keluar dari batatas itu tercium enak.
“Baunya enak,”ucap ketiga orang tersebut. Kusir itu memberikan kepada Kayla.”Ini nona, tapi apa ini bisa dimakan,”ucap kusir.
“Jika kalian penasaran kenapa kalian tidak mencobanya selagi itu panas,”kata Kayla. Yang meniup batatas yang masih panas. Sedikit demi sedikit Kayla memakan batatasnya dimana ada rasa panas dan manis serta ada rasa pahit. Tapi itu membuat Kayla sangat menikmatinya. Ketiga orang yang bersamanya juga memakan batatasnya yang sudah dibakar.
Terlihat dari mata mereka yang menikmati batatasnya bertanya.”Nona bagaimana ini bisa enak ini,”kata ksatrai pertama.
__ADS_1
“Iya ini sangat enak dan rasa hangat serta manis membuat nyaman,”ucap ksatria kedua.
“Nona ini makan malam yang enak. Bagaimana nona bisa tahu resep ini?,”ucap kusir ruda.
“Rahasia, tapi bagus jika kalian suka. Ada juga yang enak kalau direbus,”kata Kayla.
“Apa direbut?,”ucap mereka bertiga yang ingin mencoba rebusan batatas ini.
“Nona,”ucap ksatria.
“Kenapa?,”kata Kayla yang melihat dari tatapan ksatrai dan kusir kuda yang ada disamping Kayla.
“Kalian ingin mencoba yang direbus besok,”ucap Kayla. Dimana mata mereka yang tertunduk melihat ke bawah karena tidak bisa merasakan rebusan batatas sekarang. Tapi merasakan batatas yang mereka pegang saat itu sudah membuat mereka senang.
Malam yang damai dan tentram mereka tertidur diluar hingga matahari belum bersinar. Kayla terbangun dari tidurnya yang ada di dalam kereta kuda.”Nona sudah bangun,”ucap ksatria.
“Bagaimana dengan kondisi tubuh kamu ksatria apa perut kamu sudah membaik,”ucap Kayla yang melihat ksatrai itu seperti dari tempat lain. Ksatria itu hanya tersenyum saja.”Melihat kamu yang tidak pucat pasti baik saja. Tapi apa kamu bisa ambilkan aku air untuk direbus bersama dengan batatas. Sekalian kamu cuci batatasnya,”kata Kayla.
“Apa kita akan sarapan dengan batatas rebus nona?,”kata Kstaria kedua yang terlihat senang.
“Iya,”ucap Kayla. Segera ksatria kedua itu mengambil batatas secukupnya dan wadah untuk merebus. Selagi menuggu Kayla melihat sekelilingnya dimana hanya ada pohon saja. Karena ingin berjalan lebih jauh lagi dia melangkah tapi tidak tahu Kalya sudah diikuti oleh kstria pertama.
“Nona anda mau pergi kemana?,”ucap ksatria dari belakang.
“Ksatria kamu mengejutkan aku saja. Tapi dari pada itu siapa nama kalian ini, tidak enak jika aku memanggil ksatrai ada kusir,”kata Kayla.
“Maafkan saya nona jika saya terlambar nama saya adalah Baban sedangkan yang mengambil air tadi adalah Calik. Untuk kusir bernama Max,”ucap Baban.
“Babab, Calik dan Max,”ucap Kayla. Setelah berbicara di tempat yang tidak jauh Calik datang membawa air dan batatas yang sudah didalam wadah yang berisi air. Max yang juga sudah bangun segera menyalakan api untuk merebut batatasnya. Tapi setelah ini apa yang akan terjadi, perjalanan ke barat dangan membawa batatas yang sudah dibeli oleh Kayla. Apa dia juga akan menemukan hal yang menarik lagi disaat perjalanan ke barat.
__ADS_1