Echoes Of The Abyss

Echoes Of The Abyss
Bab 21 - Keajaiban yang Dihindari


__ADS_3

Lian dan Eris melanjutkan perjalanan mereka melalui labirin yang penuh dengan bahaya dan kegelapan. Mereka berjalan sejauh mungkin dari tempat mereka pertarungan dahulu dan mencoba untuk menemukan jalan keluar dari dunia bawah tanah tersebut.


Tiba-tiba, mereka melihat cahaya di kejauhan, dan mereka merasa lega karena akhirnya menemukan jalan keluar. Namun, ketika mereka semakin dekat, mereka menyadari bahwa itu bukan cahaya keluar, melainkan cahaya dari sebuah portal sihir yang terbuka.


Eris mengenal portal itu dengan baik dan tahu bahwa itu membawa ke dunia yang sangat berbahaya, tempat di mana dia tidak ingin pernah kembali lagi. Namun, Lian penasaran dan ingin melihat ke mana portal itu akan membawanya.


"Jangan pergi ke sana, Lian," kata Eris. "Itu adalah jalan yang sangat berbahaya."


"Tapi aku ingin tahu apa yang ada di sana," kata Lian.


Eris mencoba untuk membujuk Lian untuk tidak pergi, tetapi Lian tetap bersikeras. Akhirnya, Eris mengikuti Lian menuju portal itu.


Saat mereka masuk ke dalam portal, mereka terseret ke dalam sebuah dunia yang benar-benar berbeda. Segalanya tampak berubah, bahkan udara yang mereka hirup terasa berbeda.


Tiba-tiba, mereka diserang oleh makhluk-makhluk yang tidak dikenal. Lian dan Eris berjuang untuk bertahan hidup, dan mereka bekerja sama untuk mengalahkan para makhluk tersebut.


Setelah pertarungan itu berakhir, mereka melanjutkan perjalanan mereka, dan Lian merasa bersyukur bahwa dia telah melihat keajaiban tersebut, meskipun itu sangat berbahaya.


Namun, Eris merasa tidak tenang, dan dia tahu bahwa dia harus menjaga rahasia portal itu agar tidak ada yang mengetahuinya. Dia mengambil keputusan untuk menghancurkan portal tersebut agar tidak ada yang bisa menggunakannya lagi.


Lian tidak mengerti mengapa Eris melakukan hal itu, tetapi dia menghargai keputusan tersebut dan tahu bahwa Eris melakukannya untuk kebaikan mereka berdua.

__ADS_1


Mereka melanjutkan perjalanan mereka melalui labirin yang gelap dan berbahaya, sambil berharap untuk menemukan jalan keluar dari dunia bawah tanah tersebut. Namun, mereka tahu bahwa petualangan mereka masih belum berakhir dan bahwa bahaya selalu mengancam di setiap sudut labirin tersebut.


Setelah melalui berbagai rintangan dan bahaya di dunia bawah tanah, Lian dan Eris akhirnya berhasil menemukan jalan keluar dari labirin tersebut. Mereka berdua merasa lega dan bahagia karena berhasil selamat dari ancaman bahaya yang mengintai.


Namun, saat mereka sudah berada di luar, tiba-tiba mereka diserang oleh sekelompok makhluk mengerikan yang tak terduga. Makhluk-makhluk itu adalah monster-moster yang menyerupai laba-laba raksasa dengan empat kaki dan ekor berbisa. Mereka menyerang dengan cepat dan ganas, membuat Lian dan Eris harus berlari dan bersembunyi untuk menyelamatkan diri.


Lian dan Eris bertarung dengan gigih melawan monster-monster itu, tetapi semakin banyak yang muncul, semakin sulit bagi mereka untuk bertahan. Di saat-saat genting itu, tiba-tiba Eris mengeluarkan sihir yang sangat kuat, membuat makhluk-makhluk itu terpental ke belakang dan menjauh dari mereka.


Namun, penggunaan sihir itu ternyata membuat Eris kehabisan tenaga dan terjatuh lemah di tanah. Lian segera mendekatinya dan merawatnya dengan penuh perhatian. Saat itu, Eris membuka hatinya dan mengungkapkan perasaannya kepada Lian. Dia mengaku bahwa dia telah jatuh cinta kepada Lian sejak pertama kali mereka bertemu dan ingin bersama dengannya.


Lian terkejut dan merasa terharu mendengar pengakuan Eris. Dia merasakan perasaan yang sama dan akhirnya mengungkapkan cintanya juga kepada Eris. Keduanya bersama-sama mengalami momen indah itu, namun kebahagiaan mereka tidak bertahan lama.


Saat Lian hampir kehabisan tenaga, dia tiba-tiba menyadari bahwa dia memiliki kemampuan sihir yang sama dengan Eris. Dia memanfaatkan kekuatannya dan berhasil mengalahkan monster pemimpin itu.


Namun, kemenangan itu tidak terasa lengkap karena Lian menyadari bahwa kekuatan sihir itu juga membawa malapetaka. Dia khawatir bahwa kekuatan itu akan mengubah dirinya menjadi seseorang yang jahat dan kejam seperti makhluk-makhluk itu. Dia mencoba untuk menolak kekuatan sihirnya, namun Eris meyakinkannya bahwa kekuatan itu bukanlah malapetaka, melainkan anugerah yang harus dimanfaatkan dengan bijak.


Lian akhirnya menerima kekuatan sihirnya dan bersama-sama dengan Eris, mereka melanjutkan perjalanan mereka menuju ke permukaan. Meskipun bahaya masih mengintai, Lian dan Eris berhasil melewati rintangan yang ada dengan bantuan kemampuan sihir Lian yang semakin kuat dan keahlian bertempur Eris yang mematikan.


Namun, di tengah perjalanan mereka, Lian dan Eris dihadapkan pada sebuah keajaiban yang mereka hindari sejak awal petualangan mereka. Lian merasa takut dan ragu-ragu, sementara Eris tampaknya terus mendorongnya untuk menghadapi keajaiban itu. Lian tidak yakin apakah dia bisa mengatasi rasa takutnya dan mengejar keajaiban itu, tetapi Eris meyakinkannya bahwa dia bisa melakukannya.


Setelah melewati keajaiban yang mereka hindari, Lian dan Eris melanjutkan perjalanan mereka. Namun, mereka terkejut ketika mereka bertemu dengan musuh yang paling berbahaya yang pernah mereka hadapi. Musuh tersebut ternyata merupakan teman lama Eris, yang memutuskan untuk bergabung dengan pihak musuh demi memperoleh kekuasaan yang lebih besar.

__ADS_1


Lian dan Eris dihadapkan pada pertarungan terakhir mereka melawan musuh-musuh mereka, termasuk teman Eris yang telah mengkhianatinya. Dalam pertarungan yang sulit ini, Lian akhirnya memperlihatkan kekuatan sejati dari kemampuan sihirnya dan bersama-sama dengan Eris, mereka berhasil mengalahkan musuh-musuh mereka dan menemukan jalan keluar dari dunia bawah tanah itu.


Setelah kembali ke permukaan, Lian dan Eris harus menghadapi kenyataan bahwa mereka sekarang harus berpisah. Namun, mereka berdua tahu bahwa mereka akan selalu saling mengingat satu sama lain dan tetap terhubung melalui pengalaman yang mereka alami bersama-sama.


Lian dan Eris memutuskan untuk mengambil jalur yang berbeda, tetapi mereka berjanji untuk bertemu lagi suatu hari nanti. Sebagai penghormatan kepada petualangan mereka, Lian memilih untuk membuka sebuah toko buku dan memperluas pengetahuan orang-orang tentang dunia bawah tanah yang misterius dan penuh keajaiban itu. Sementara itu, Eris melanjutkan perjalanan sihirnya dan menjadi seorang penyihir yang hebat di dunia atas.


Meskipun petualangan mereka telah berakhir, Lian dan Eris tahu bahwa mereka telah menemukan sesuatu yang lebih berharga dari apa pun yang bisa mereka bayangkan: kegigihan, persahabatan, cinta, dan pengorbanan. Dan mereka akan selalu mengingat petualangan mereka di dunia bawah tanah yang penuh dengan keajaiban dan bahaya.


Namun, Eris tampaknya sudah mengetahui akhir dari petualangan mereka, dan mengakui bahwa dia harus kembali ke dunianya yang sebenarnya.


Lian tidak ingin melepaskan Eris, tetapi dia mengerti bahwa dia harus menghormati keputusan Eris. Mereka saling berpelukan untuk terakhir kalinya, dan Eris memberikan Lian sebuah kalung ajaib sebagai kenang-kenangan.


Dengan hati berat, Lian melanjutkan perjalanannya sendirian, menggunakan kekuatan sihirnya untuk melindungi dirinya dari bahaya dan menavigasi labirin yang rumit. Setelah beberapa hari, dia akhirnya berhasil mencapai permukaan dan menemukan jalan keluar dari dunia bawah tanah yang misterius.


Namun, ketika dia melangkah keluar dari gua, dia menyadari bahwa dia telah berada di tempat yang asing dan tidak dikenalinya. Dia memutuskan untuk menjelajahi daerah tersebut dan melihat apa yang ada di sana. Namun, dia juga menyadari bahwa dia merindukan Eris dan bertekad untuk menemukannya lagi suatu hari nanti.


Akhirnya, setelah melalui banyak kesulitan, Lian menemukan tempat yang dia sebut sebagai rumah baru. Di sana, dia memulai hidup barunya dan mengenang petualangannya di dunia bawah tanah. Dia terus melatih kekuatan sihirnya dan menjadi seorang penyihir yang terampil, mengambil pekerjaan sebagai penjaga gua untuk membantu orang-orang yang datang untuk menjelajahi tempat yang misterius itu.


Namun, di balik semua itu, dia tetap merindukan Eris dan berharap suatu hari bisa bertemu dengannya lagi. Hingga suatu hari, ketika dia sedang menjaga gua, seseorang muncul di hadapannya. Dan dia menyadari bahwa orang itu adalah Eris. Mereka berpelukan lagi, dan Lian tahu bahwa dia telah menemukan apa yang dia cari selama ini. Mereka akhirnya bersatu kembali dan memulai petualangan baru bersama-sama.


Akhirnya, Lian menyadari bahwa petualangan tidak pernah berakhir, dan selalu ada sesuatu yang menunggu untuk dijelajahi. Dia bersama Eris mengambil tangan satu sama lain dan melangkah menuju jalan berikutnya, siap untuk menghadapi segala rintangan yang mungkin muncul di depan mereka.

__ADS_1


__ADS_2