Elldarevox-X9b1

Elldarevox-X9b1
episode 5


__ADS_3

❀bagia gak kao❀


Tiba-tiba di luar kamar jadi rame aku pun langsung keluar karena kepo:V.


"Eh apa yang terjadi??"


Aku pun melihat ada orang yang tergeletak pingsan di depanku,


"JANGAN MENDEKAT!"


orang itu??,orang yang kutemui cewe berkacamata itu?? Depan kamarku pun jadi rame bener-bener rame


"Em... Kalo boleh tau ini kenapa??" Aku bertanya pada salah satu orang yang ada di sana "dia adalah orng dari negara lain"


"Buat apa di sini??" "Itu temannya!"


"Semuanya saya dari negara sebelah kalian, kita di sini ingin meminta bantuan dari negara kalian karena situasi di negara kami benar-benar tidak baik!"


"Lalu apa hubungannya dengan kita??"


Salah satu orang bertanya, mereka semua pun langsung terus bertanya-tanya. Aku pun langsung pergi dari lantai tempat ini karena aku gak suka situasi kayak gini aku pun melihat di bawah dan ada Ciay! "Kak Jishi??" "Ciay"


"Kak Jishi gak di atas??"


"Di atas bener-bener rame kenapa si??"


"Itu kak negara lain. negara kita dengan negara itu sudah kenal dekat"


"Jadi apa maksudnya??"


"Negara kita... Dengan negaranya saling membantu, yaa bagai sahabat gituu..."


"Kamu ngapain di sini??"


"Ya jelas lah kita harus jaga keselamatan, mungkin nanti kalo tiba-tiba ada apa-apa gimana??"


"Kamu tim keamanan??"


"Ya.. bukan begitu.. aku bukan tim keamanan... "


"Kamu bagian tim apa"


"CIAY!!!"


"iyak kak Cella!!,kak Jishi aku pergi ya."


"Ya..." Tanpa aku sadari aku malah mengikuti Ciay


"Ciay kamu kemana aja?? bila kita gak berhasil kita akan kena hukum


pak guru mota!"(Cella)


"Maaf kak Cella!"(Ciay)


"Dan kamu bawa sapa lagi!"(Cella)


"Ha? Maksud nya??"(Ciay)


"Udah-udah kalian jangan ribut lagi..."


"Kak Yurri..."(Ciay)


Cewe berkacamata itu namanya Yurri?


"Kamu... Nona Jishi"(Yurri)


"A-apa?? Nona a-aku??"(Jishi)


"Woy Yur bisa-bisanya kamu panggil orang kayak dia dengan sebutan nona??"


"Cella kamu nggak tau ya...kalo dia-"


"Oke-oke udh lah nanti kita gagal..."(Ciay)


"Kamu mau ikut kita??"(Cella)

__ADS_1


"A-aku gak tau..."(Jishi)


Mereka pun langsung lari ke tempat misi mungkin, aku bener-bener gak sadar kalo aku tu ikutin mereka terus, mereka pun akhirnya berhenti di sebuah tempat, mereka langsung masuk kesana... Aku pun masih ngikutin mereka, aku gak sadar sedikit pun dengan apa yang ku lakukan.


Dari jendela tempat itu pun aku terus melihat mereka dengan mengintipnya aku bener-bener belum sadar, saat aku melihat mereka aku pun kaget dan rasanya gak bisa berkata apa-apa, krak ngak sengaja aku menginjak sesuatu mereka pun langsung mengarah ke aku, aku langsung mencoba sembunyi, yang kulihat adalah laki-laki itu...


"Siapa itu??, Itu teman kalian??" Laki-laki itu Pun menanyakan kepada mereka karena suara ku, Yurri cewe berkacamata itu pun mendekati ku, dia tau aku bersembunyi di mana


"Ayolah Jishi keluar..."(Yurri)


Aku pun langsung keluar saat tau ternyata dia tau kalo aku di sini


"Oke-oke aku keluar"(Jishi)


"Sayanku??" Laki-laki itu pun langsung mendekati ku.


"Ka-kalian saling kenal?? D-dan tu-tuan bilang ke dia sayang???"(Cella)


"T-tuan Arle..."(Yurri)


"KALIAN SEMUA TETAP MELAKUKAN TUGAS! CEPAT!" Saat dia berkata itu mereka pun langsung pergi,


"Jishi sayangku."


"K-kamu sebenernya siapa??"


"Aku?? Kamu mau tau sayangku?"


"Tuan marsekal besar Arle!"


Tiba-tiba dia pun di panggil itu... Dia marsekal??


"Tuan marsekal Arle kita sudah menerima berita dari mereka"


"Ya baiklah kamu bisa pergi"


"Tapi saya belum menjelaskan nya??"


"SUDAH CEPAT PERGI!"


"k-kamu marsekal??"


"Yap betul sayangku..."


"Nama kamu siapa??"


"Kamu dah lupa kita baru ketemu kemaren loh,, sayangku ternyata orangnya pikun ya..."


"GAK!! aku gak pikun!"


"Nama pahlawan mu ini is ialah


Arle Arven,kamu harus panggil


aku A R P A."


"Tapi mereka panggil kamu Arle?"


"Husstt... Sayangku... Khusus untuk kamu tersayang."


Tiba-tiba tanpa aku sadari aku jadi malu.


"Eh...iyaaaaa!"


"Hem baiklah sayang ku aku gak bisa di sini terus aku harus menjalankan misi ku dulu ya sayangku..."


"Misi apa sih?? Kok kayanya penting!"


Dia pun langsung gendong aku.


"Kamu pengen tau?? Yuk langsung cari tau sayangku..."


"Kamu gendong aku lagi gak berat kah??"


"Ternyata kamu masih inget ya kalo aku pernah gendong kamu"

__ADS_1


Dengan cepatnya dia langsung berlari dengan mengendong ku, bagai gak kerasa kalo aku berat apa gak, sepertinya pun sudah sampai tempat, saat aku sampai tempat itu,Arpa pun langsung menurunkan ku,aku jadi takut karena yang ku liat Langsung adalah 5 orang lebih yang mati dan darah pun kemana mana, gang kecil yang penuh darah.


"Arpa apa ini??" Aku pun langsung sadar atas apa yang dari tadi udah aku lakuin.


Mereka pun menghampiri kami


(Ciay,Yurri,Cella)


"Baiklah tuan Arle misi kta selesai!"(Cella)


"No no no. Misi kalian belum selesai!"


"TERUS APA LAGI!"(Cella)


"Kamu berani meneriaki ku?"


"Ma-maaff..."(Cella)


"CELLA AWASS!"(Jishi)


aku pun berkata itu karena tiba-tiba ada orang yang hampir menusuk Cella dari belakang dan untung Cella langsung menghindarinya dengan cepat, dia pun langsung menusuk balik orang itu dengan cepat orang itu pun langsng mati


"Dengar ya kalian semua... mereka adalah kelompok yang berisi 20 orang lebih dan kalian baru membunuh delapan, dan saat mereka mengetahui bahwa orang dari kelompok nya mati mereka akan langsung membawa banyak orang baru lagi"(Arpa)


"Terus bagaimana kita gak mungkin membunuh mereka dengan cepat!"


"Itulah misi kalian sebelum petang nanti kalian harus sudah membunuh mereka semua bagai manapun caranya!"


"Benarkah?? Kita hanya bertiga!"


"Jishi ku sayang akan membantu kalian."


"Ha? APA?? AKU GAK BIS-"


"Sst...ayolah sayangku ikut atau gak!"


"Oke..."


"Apa! Dia itu gak bisa apa-apa!"(Cella)


"Yap lakukan atau tidak!!"


"Bila aku ikut aku pake apa??"(Jishi)


"Kamu pake pedangku ku ini"


"Ini??"(Jishi)


"Tunggu tunggu... Sejak kapan tuan marsekal ini memperbolehkan orang lain memegang pedang ini"


Kalian tau ini benar-benar sebuah pedang kristal yang indah pedang ini gak terlalu besar tapi bener-bener indah, dan apalagi di tengah atau di pegangang pedang ini


ada kristal Ruby yang indah.


"Benarkah kamu akan meminjamkan ini untukku??"(Jishi)


"Bukan ku pinjamkan. Tapi untukmu!"


"Apa?? Benarkah tapi ini milikmu..."


"Ini milikmu,pedang ini memang untkmu"


"Dasar bagaimana kalo kita lebih cepat!"


Aku pun langsung mengikuti Cella dan lainnya, tapi kayanya Arpa ngak mengikuti kita... Kalo gitu,baiklah aku akan mencobannya, aku bener-bener kagum sama pedang ini pedang yang indah, ini pasti mahal... Dan dia memberikan padaku dengan cuma-cuma kayak gini?? Mungkin bila orang lain yang mempunya pedang ini pasti tidak akan mau memberikannya.






● EAKK LANJOTT:VVVV

__ADS_1


▲▶▼◀▲▶▼◀▲▶▼◀▲▶▼◀▲▶


__ADS_2