
❀aku yang berharap❀
Dan hampir setengah perjalanan ku lalui kita pun sudah di hadang, kesadaran ku pun hilang,tapi bukan berarti kesadaran ku hilang dan jadi pingsan, yang ku maksud itu bagaikan tubuhku tidak ku kendalikan olehku, yang kulakukan pun adalah tiba-tiba langsung membunuh mereka aku bener-bener gak sadar saat apa yang ku lakukan ini, beberapa orang itu pun langsung ku bunuh dengan cepatnya,saat aku sadar dengan apa yang baru ku lakukan aku bener-bener langsung kaget,tanpa aku sadari yang kulakukan tadi itu adalah melukai leher mereka, dan aku pun juga baru tersadar bahwa Cella dan lainnya juga kaget dengan apa yang kulakukan,
"Jishi??"(Cella)
Kita pun langsung lanjut lagi, tapi ternyata kita hanya menemui gang buntu yang gak ada jalan sama sekali
"Hah dasar kita sudah sampai sini akhirnya yang kita temukan cuma jalan
Buntu saja."(Cella)
"Jadi kita gimana??"(Ciay)
"Ya kita harus manjat kayanya di sana ada jalan lain..."(Yurri).
"Apa??!!manjat??!!(Cella).
"Ya... Kalo gak mau ya udah..."(Yurri)
"Ji mikir kek!"(Cella)
"Ih kalian ni kan masih ada jalan..."(Jishi)
"Ha??"(Ciay)
"Tu kan masih ada jalan kalian gak liat??"
"He~pintel..."(Yurri)
Mereka gak liat kalo misalkan masih ada jalan, yang mereka lihat hanya depan bukan belakang, akhirnya kami melanjutkan perjalanan, dan kami malah menemukan rumah yang besar,
Dan kesadaran ku pun hilang lagi, mungkin di sana ada banyak orang.
Akhirnya yang terjadi pun adalah tadi setalah melakukan hal-hal itu... Ternyata benar malah ada banyak orang lagi yang datang"ha ha ha. Kalian ini kenapa~"
Seorang wanita mengatakan itu.
"Siapa dia??"(Yurri)
"POKONYA KALIAN HARUS BUNUH DIA"
tiba-tiba Cella pun langsung berteriak untuk mengatakan itu.
"Dia siapa??"(Yurri)
"Dasar siapa yang gak tau aku??"
Dengan muka marah cewe itu mengatakan nya.
"Aku adlah nona Vilia,ketua kelompok ini."
" kamu aneh."(Jishi)
"apa... Kamu bilang..."(Vilia)
"Jishi apa yang kamu lakukan??"(Yurri)
"Aku kenal kamu.,"(Jishi)
"Apa maksudmu!"(Vilia)
"Bila kamu melawan kami, kamu akan ku lapaorkan sama Marsekal."(Jishi)
"Dasar orang murahan emang siapa kamu?? Bisa-bisanya ngadu ama orang kayak dia,dasar."(Vilia)
"aku serius...,siapapun aku,aku akan mengadukan mu."(Jishi)
__ADS_1
"Jishi bodoh kamu jangan sok kenal sama dia!"(Cella)
"Aku kenal...,nama kamu sebenarnya Fifi kan,kamu seharusnya kenal aku..."(Jishi)
"DASAR!ITU BUKAN NAMAKU!!"(Vilia)
"Jangan sok kerass... Memang kamu lupa aku,atau memang lupa.,"(Jishi)
"Ingat ya apapun itu aku akan menggagalkan misi kalian agar kalian kena marah semua atasan kalian!"(Vilia)
"Bagimu siapa marsekal itu..."(Jishi)
Aku mengatan itu dengan bener-bener gak sadarnya, entah apa yang kukataka, dengan cepatnya Cella pun tiba-tiba langsung menusuknya dari belakang
"Apa yang terjadi..."(Jishi)
"Jishi kamu kenal dia,dari mana??"(Yurri)
"Kenal siapa??"(Jishi)
"BARUSAN WOY!!"(Cella)
"A-aku gak inget apa-apa..."(Jishi)
"Gak terasa udah tengah hari kita mungkin akan gagal."(Ciay)
"Ya begitulah, kita akan kena marah, padahal kita harus ke beberapa tempat lagi, kita kena marah nanti..."(Yurri)
"Ini semua salah Jishi"(Cella)
"Apa aku lagi??"(Jishi)
"Ya kamu yang akan bertanggung jawab"
"Benarkah Cell?? aku lagi gitu??"(Jishi)
"T-tuan Arle"(Cella)
"Ingat ya jangan salahkan orang, apalagi yang kalian salahkan itu Jishiku"
"Tapi Itu Semua salahnya!"(Cella)
"itu tetap salah kalian, kalian tetap Akan tetap ku hukum."
"Arpa jangan hukum, mereka,."(Jhishi)
"hem??, kenapa sayangku??"
"Ini semua karena salahku"(Jishi)
"Dia juga ngaku kan!"(Cella)
"Ayolah sayangku kamu gak usah se- dramatis kaya gitu,paling kamu di suruh mereka aja kan??"
"Gak, poknya jngan hukum mereka"(Jishi)
"Oke-oke kalo Jishi ku gak ngomong gitu aku pasti dah hukum Kalian."
"Beneran gak!"(Jishi)
"Gak!"
"Aaa kamu mah gituu."(Jishi)
"Canda doang kali"
Karena aku mereka gak jadi kehukum, tapi aku masih kepo, emang hukumannya apa?? kayaknya tuh susah...,dan aku pun gak tau kenapa aku bisa mengatakan itu semua bagaikan aku kenal banget sama Arpa itu,malam pun tiba aku ke kamar ku, Arpa pun masih ngikutin aku terus,
__ADS_1
"Kamu ngapain ikutin aku??!"(Jishi)
"gapapa kan sayangku"(Arpa)
"aku dah ngantuk..."(Jishi)
"Ya terus~?"(Arpa)
"Ya kamu pergi lah"(Jishi)
"Kalo aku maunya di sini gimana??"(Arpa)
"Ya udah serah kamu"(Jishi)
"Mau makan gak?"(Arpa)
"MAKAN,dimana??!"(Jishi)
"Di sini."(Arpa)
"Di sini gak ada apa-apa..."(Jishi)
"Kamu kan punya semuanya,"(Arpa)
"Kamu suka ngaco, auk ah...."(Jishi)
Aku pun tidur akhirnya tapi tiba-tiba aku pun terbangun lagi karena ada bauk enakkk aku pun bangun dan yang kulihat adalah makanan yang enak di meja ku itu,"Arpa??" Aku pun mengatakan itu untuk mencoba mencari Arpa tapi Arpa kayanya udah gak ada dia udah pergi, tapi kemana?? Harusnya kan bilang aku pun menghampiri makanan itu bener-bener makanan yang enak,dan di bawah piring atau mangkuk tempat makan itu ada kertas, mungkin ini darinya
"I love you sayangku~." Itu lah yang dia tulis, maksudnya??, Pagi pun tiba, aku pun keluar kamar ku itu, pas sekalia ternyata ada orang yang mau mendatangi ku "hm??" Aku pun bertanya pada orang itu "jadi siapa timmu??"
"Kamu sendiri siapa??" Saat dia mau bertanya aku pun langsung balik tanya.
"Saya pak guru-" saat dia mau berkata siapa namanya aku pun langsung memotong yang akan dia katakan, siapapun dia aku gak peduli.
"Aku gak punya tim" aku pun berkata itu tapi, seketika ternyata guru itu bukan melihat kearah ku malah melihat ke suatu tempat."Pak guru kamu liat apa??"
Aku pun bertanya itu sebenarnya aku gak peduli, "dari mana kamu mendapatkan pedang itu??!" "Pedang??"
Ternyata yang dia lihat adalah pedang itu.
"Kenapa?" "Bukannya itu pedang tuan Arle itu, kenapa kamu mempunyai nya!"
"Dia yang memberikan ke aku kenapa??"
"Siapa kamu?! Kamu punya hubungan apa dengan nya kamu tau kan dia itu siapa??!!" "Aku gak punya hubungan apa-apa dengan nya aku pun juga gak tau dia siapa..." Aku gak mau mengatakan yang sebenarnya karena bila kukatakan itu pasti akan menjadi berita besar
"Baiklah saya di sini hanya ingin mengatakan bahwa kamu harus secepat mungkin untuk mencari tim mu sendiri."
Aku tau hanya itu yang mereka semua akan katakakan,dia pun pergi.
"Kak Jishi..." Tiba-tiba pun ada orang yang memanggil ku dan dia adalah Ciay
"Kenapa Ciay??" "Kak Jishi di suruh masuk Tim ku,.." "ha?,sama siapa??"
"Iyak, ikut aku yakkk..." Aku pun mengikuti nya, dan sampailah di sebuah hutan yang ada di belakang sekolah itu,dan apalagi setauku belakang gak boleh di masuki "Ci-Ciay bukannya kita ke hutan?"
"Udah ikut dulu.." setelah beberapa detik sampailah di sebuah rumah pohon yang besar "ayo naik kak Jishi..."
⚫
⚫
⚫
⚫ LANJOTT:‽
▲▶▼◀▲▶▼◀▲▶▼◀▲▶▼◀▲
__ADS_1