
"Satu hal yang harus kamu tau dariku Will l , Aku tidak bakal pernah bisa menyesali pertemuan kita sampai kapanpun!"
"Dan aku yang bakal membuat pertemuan kita menjadi hal yang paling berharga bagimu" sahut Will l .
"kamu juga harus istirahat Will l ! dan kamu harus mengkhawatirkan dirimu juga" Jawab aku u pada Will l karena Will l selalu mengkhawatirkannya dan tidak pernah mengkhawatirkan dirinya sendiri.
Pada keesokan harinya pun mereka kembali berangkat ke sekolah seperti hari-hari biasa nya.
"Kemana saja kamu selama beberapa hari ini?" Tanya Stev e sambil menatap kedua mata aku u dengan tajam.
"Itu bukan urusanmu seonbae!" Balas aku u dengan cepat dan berusaha melepas kan tangan nya dari genggaman Stev e .
"Aku tidak peduli mau itu urusanmu atau bukan aku tetap tidak peduli sama sekali!"
Setelah beberapa saat Will l pun datang dan melihat Stev e yang sedang memegang tangan aku u , Stev e yang melihat Will l datang langsung memeluk aku u dengan erat dan berkata
"Tapi aku peduli dan itu juga urusanku! karena sekarang aku menyukaimu... aku benar-benar menyukaimu aku u !"
__ADS_1
"Lepaskan!" Ucap aku u sambil mendorong Stev e kemudian melepaskan genggaman tangannya dan pelukan Stev e karena ia melihat Will l yang sedang menatap dirinya dari belakang.
"Will l a?!" Ujar aku u yang terkejut melihat Will l .
Will l pun langsung menghampiri mereka dan merebut tangan aku u dari Stev e dan membawanya pergi dari hadapan Stev e .
"Apa kau membawanya pergi ke dunia itu bersamamu?" Teriak Stev e .
Will l yang tidak menghiraukan perkataan Stev e pun langsung melanjutkan langkahnya dan pergi menuju kelasnya.
"Aku tahu itu aku u !" Sahut Will l yang memahami situasi tersebut.
"Berapa lama lagi waktumu yang tersisa?" Tanya Stev e pada Will l .
"Tanpa kalung itu kau tidak bakal bisa kembali Will l ! Aku bakal membantu mempersingkat waktumu itu!"
"Jaga ucapan mu itu! dan berhenti ikut campur dengan semua urusanku!"
__ADS_1
"Siapa yang kau maksud pengkhianat itu?!" Tanya Will l yang sudah mulai kehabisan kesabaran nya.
"Siapa lagi kalau bukan pamanmu itu?"
"Pamanku bukan pengkhianat!!!" Ujar Will l yang sambil memegang kerah baju Stev e .
"Jelas-jelas pamanmu itu pengkhianat! pamanmu lah yang membuat orang tuaku menghilang saat memasuki portal itu!!"
Will l yang sudah kehabisan kesabaran nya itu pun langsung memukul Stev e tanpa berpikir panjang.
"Will l cukup! sudah Will l kau tidak perlu mempedulikan kata-katanya itu..." ujar aku u yang berusaha melerai mereka berdua.
"Asal kau tau pamanku itu tidak diam saja dan asal kau tau juga dia sudah menghabiskan sepanjang hidup nya cuma untuk menebus semua kesalahan yang pernah ia lakukan!"
"Mau sepanjang hidupnya ataupun sampai dia mati sekalipun aku tidak peduli! yang aku pedulikan cuma dia harus mengembalikan orang tuaku bagaimanapun cara nya!!!"
"Cukup! Jangan buat aku semakin membencimu! Ayo Will l kita pergi dari sini!" Ujar aku u sambil menarik tangannya dan membawanya pergi.
__ADS_1
"Entah apa yang ada dipikiran nya! membantu pamanku saja dia tidak dan cuma bisa menyalahkan nya!"