
Eshal Zerina yang akrab dipanggil Zee, adalah seorang gadis remaja yang baru berusia 17 tahun. Tahun ini menjadi tahun terakhir Zee duduk di bangku SMA.
Zee adalah anak pertama dari keluarga Budi, dia memiliki 2 adik yang masih duduk di bangku SMP dan Sd. Kehidupan keluarga Budi bisa dikatakan tidak baik-baik saja. Zee berasal dari keluarga yang dikatakan cukup harmonis tetapi tidak terlepas dari permasalahan-permasalahan yang lumrah terjadi dalam keluarga salah satunya permasalahan ekonomi. Ayah Zerina hanya seorang penjahit dan ibunya hanya ibu rumah tangga yang sehari-harinya berjualan dan bekerja di rumah makan dekat rumahnya untuk membantu menopang perekonomian keluarga.
__ADS_1
Zee memiliki paras yang cantik dengan bola mata hazel, dengan tinggi badan hanya 155 cm, kulit putih serta hidung yang sedikit mancung kian menambah kecantikan Zerina. Zee adalah gadis yang ramah dan ceria, tetapi keceriaan itu dia gunakan untuk menutup serpihan-serpihan luka dalam dirinya yang tidak diketahui oleh orang-orang disekitarnya. Dalam keluarga Zerina dikenal dengan anak yang pendiam dan mandiri, tetapi itu semua hanya tipuan dibalik topeng yang dipasang Zerina didepan keluarga sehingga orang tuanya tidak tahu bahwa anak mereka sedang menyimpan luka yang amat sakit untuk diperlihatkan.
Di usianya yang masih remaja, ibunya seringkali memberikan tekanan yang dianggap sebuah motivasi untuk membangun semangat sang anak tetapi hal itu menyebabkan luka yang kecil menjadi lebar namun itu tidak pernah di sadari oleh sang ibu.
__ADS_1
Permasalahan yang lebih menyakitkan dalam diri Zerina adalah Zerina sering kali merasa tidak terlalu dianggap dalam keluarga itu, keluarga yang seharusnya menjadi tempat pulang anak untuk berkeluh kesah akan kesehariannya seakan membangun tembok tinggi untuk anak-anaknya. Pernah suatu hari Zee ingin menceritakan kegiatan yang dilaluinya hari itu, saat baru akan bercerita dengan sang ibu tetapi ibunya lebih dulu menyampaikan keluhannya akan keadaan ekonomi yang menipis dan seakan mendesak sang anak untuk mencari uang.
Dari hari itu Zee tidak pernah bercerita kepada orang tuanya, Zee memendam apa yang dirasakannya, dia seakan berteman dengan kesunyian dia berteman dengan imajinasinya yang seakan-akan hidup menemani kesehariannya dan menjadi temannya dalam melalui kehidupannya. Hingga sampai di suatu sisi imajinasi yang selama ini menemaninya seakan-akan menjerumuskannya ke hal-hal negatif, seperti berkeinginan mencelakai bahkan membunuh orang yang seringkali dianggap berisik atau mengganggu keberadaan si imajinasi itu. Imajinasi itu semakin menjadi-jadi seolah menguasai diri Zee seakan diri zee diambil alih oleh imajinasi itu.
__ADS_1
Hingga suatu waktu Zee menemukan obat untuk melawan imajinasi yang menguasai dirinya yang semakin hari semakin berisik untuk memerintahkannya untuk melakukan hal negatif. Zerina menyakiti dirinya sendiri hanya sekedar untuk menenangkan dirinya dari imajinasinya yang semakin liar