
*Pov Zee
Setelah sarapan aku dan kedua adikku segera berpamitan kepada kedua orang tua kami untuk berangkat sekolah. Kami berangkat sekolah naik angkot.
Aku dan kedua adikku berjalan ke depan rumah untuk berpamitan kepada ibu ku.
“Ibu..” panggil ku kepada ibu yang masih sibuk melayani pembeli
“Ah iya nak, sudah mau berangkat sekolah ya?” tanya ibu ku kepada kami.
“Iya Bu, boleh tidak aku membawa bekal donat? ” tanya elgar, sepertinya adik kecil ku itu ingin makan donat karena tidak biasanya dia ingin donat.
“Tentu saja boleh sayang, kak tolong ambilkan tempat bekal untuk elgar membawa donat yah.” Perintah ibu kepada ku, maklum saja elgar blm membawa tempat bekal nya.
“Ay ay Captain.” seru ku sambil berjalan masuk ke dalam rumah kembali untuk mengambil tempat bekal, selagi menunggu ku mengambil tempat bekal elfan dan elgar memasang sepatu mereka dulu supaya nanti jika ibu sudah menyiapkan Donat untuk elgar kami langsung berangkat.
__ADS_1
“Bu, ini tempat bekalnya.” segera ku serahkan tempat bekalnya ke ibu supaya ibu bisa menyimpan donat ny ke tempat bekal elgar.
“Iya, terimakasih nak.” Jawab ibuku sambil menunjuk senyum hangat nya.
“Iya Bu” sambil membalas senyum ibu.
“Dek, kamu yg donat meses atau yang gula?.” Tanya ibuku kepada elgar
“Adek mau donat meses saja Bu, 4 ya." jawab elgar sambil mengangkat jari mungil nya menunjukan angka 4.
“Siap sayang, hanya donat saja nak?” Tanya ibu ku kembali
“Abang tidak mau bawa donat, risoles atau yang lain nak?” Hampir saja ibu melupakan elfan karna anak itu hanya diam saja duduk di kursi depan rumah.
“Tidak Bu, Abang sudah kenyang sarapan tadi.” jawab elfan sambil berjalan menuju ibu karena kami langsung mau berangkat sekolah.
__ADS_1
“Ya udah kalau begitu Aku dan elfan pergi sekolah dulu Bu, nanti keburu angkot nya berangkat.” Pamit ku kepada ibu sekalian mau minta uang untuk ongkos hihi.
“Ya usah hati-hati ya nak, belajar yang benar kalau sudah waktunya pulang cepat pulang kerumah.” pesan ibu ku sewaktu aku mencium tangannya dan tidak lupa ibu memberi uang jajan dan ongkos.
“Abang juga berangkat ya bu.” Pamit elfan
Oh ya kalian penasaran dengan uang jajan kami tidak. Uang jajan ku Rp10.000,00 dan Elfan Rp7.000,00 kalau si bungsu biasanya kalau dia bawa bekal dia tidak diberi uang jajan tetapi kalau tidak bawa bekal dia diberi uang jajan Rp2.000,00
Aku dan Elfan berjalan ke gang sebelah karena di sana biasanya ada angkot langganan untuk anak sekolah. Jika kalian bertanya kenapa Elgar kemana kenapa dia tidak berangkat bersama kami jawabannya karena elgar ada ojek langganan untuk antar jemput dia sekolah selain itu jarak sekolah kami jauh.
Biasanya angkot terlebih dahulu berhenti di sekolah Elfan barulah berhenti di sekolah ku. Jarak rumah dengan sekolah ku hanya 15 menit
Sesaat kemudian angkot berhenti di sekolah Elfan, terlebih dahulu elfan pamitan kepada ku.
“Aku, berangkat dulu kak” pamit nya sembari mencium tangan ku.
__ADS_1
“Iya dek”
Elfan langsung bergegas turun dan membayar ongkos angkotnya, di pemberhentian ini bukan hanya elfan saja tetapi banyak teman adik ku yang lain. Dan yang tersisa sekarang hanya anak anak SMA dan ad beberapa ibu-ibu yang akan berbelanja ke pasar.