Eshal Zerina

Eshal Zerina
Zee


__ADS_3

Setelah beberapa saat Aku telah sampai di sekolah tercinta ku, karena hari ini aku sedikit kesiangan jadi aku langsung bergegas ke kelas ku biasanya teman-teman ku sudah berada di kelas deh.


Sepanjang jalan menuju kelas ku ada yang menyapa ku, dan ku balas dengan senyuman bukan apa-apa aku sedikit takut keramaian.


“Pagi Kak zee.”


“Kak Zee, makin manis deh.”


“Jangan menunduk kak nanti manisnya tidak terlihat.”


Dan masih banyak lagi sapaan adik kelas Bangkan teman satu angkatan ku, ini sudah biasa ku alami tapi ini sedikit membuat ku takut karena ada pengalaman tidak mengenakkan yang pernah ku alami dari orang yang terlalu obsesi kepada ku.


saat sampai di kelas, ternyata kelas ku sudah ramai. Langsung saja aku masuk dan duduk di kursi ku teman-teman ku juga sudah datang. Aku duduk dengan Dinda dan Ayu duduk di belakang ku bersama intan.


”Hallo Zee cantik.” sapa Dinda


“Holla Dinda cerewet.” sapa ku balik sambil memperlihatkan senyum menyebalkan ke Dinda


“Ih masa kita tidak disapa ya intan.”

__ADS_1


“Iya parah ni Zee, Dinda doang yang di sapa.” Ayu dan Intan menyahuti percakapan ku dengan Dinda.


“Ehhh Din, dengar suara tidak?” aku pura-pura tidak melihat Ayu dan Intan supaya mereka tambah kesal hihihi.


“Oh gitu, kita tidak di anggap nih ntan.” Ayu terpancing drama yang ku buat.


“Ya udahlah Yu, kita pergi aja yuk daripada di sini ga di anggap.” jawab intan yang pura-pura menunjukkan raut sedihnya.


Tak tahan dengan drama yang kami buat Dinda ternyata pusing guys.


“Gini nih, kalo aktris drama ngumpul lupa kalau ini dunia asli bukan dunia drama.”


“Ya udahlah ya, terserah kalian.” sudah mengucapkan itu Dinda langsung keluar kelas, yah di ngambek beneran.


“Nah loh, Dinda ngambek kejar yok.” Ajak ayu kepada ku dan intan


“Ya udah, yok intan kita susul dinda.”


“Engga deh, aku di sini aja mau lanjut tidur.” jawab intan yang sudah menaruh kepalanya di atas meja.

__ADS_1


Sedikit info tentang intan, Intan itu hanya tinggal dengan neneknya orang tua intan sering mengadakan simulasi perang di rumah yang menyebabkan tidak adanya kedamaian sehingga membuat intan pergi dari rumah dan memilih tinggal dengan neneknya. Selama tinggal bersama neneknya intan bekerja pada sebuah cafe biasanya pulang sekolah intan langsung bekerja, dia tidak mau merepotkan neneknya karena itulah intan sering tidur di kelas walaupun sering di tegur oleh guru. Segitu dulu kisah dari intan ya


Aku dan Ayu terus mengejar Dinda tu anak kalau udah ngambek sulit untuk dibujuk. Kami terus mengikuti kemana langkah Dina dan ternyata oh ternyata anak itu menuju kantin. Fiks ini mah akal-akalan Dinda saja supaya bisa minggat ke kantin.


Ayu yang sudah kepalang kesal langsung saja meluapkan kekesalannya kepada Dinda yang sudah berhasil mengelabui mereka.


“Heh, kuyuk kirain kamu beneran ngambek ga taunya isi amunisi perut.” amuk Ayu kepada Dinda


“Ya mangap guys, kalau aku bilang mau ke kantin pasti kalian biarin aja kan? kan aku tuh pengen di temenin.” Sahut Dinda yang mulai sibuk memakan gorengan di depannya.


“Ya, ga gitu juga Dinda cantekk.” aku menengahi keributan mereka


“Berhubung, kalian berdua udah di sini. ini makan gorengan nya dulu gue deh yang bayar.” nahkan rayuan seorang Dinda keluar hihi


aku dan Ayu duduk di sisi Dinda saat asik makan gorengan tiba tiba ada yang manggil dari arah belakang.


“Heh kalian bertiga!!!”


mendengar teriakkan itu Aku, Dinda dan Ayu langsung menoleh ke arah sumber suara dan ternyata oh ternyata itu suara...

__ADS_1


__ADS_2